Polisi Ungkap Hasil Olah TKP Meninggalnya Dokter Icha

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Catatan Redaksi: Bunuh diri bukan jalan keluar persoalan kehidupan, segera cari pertolongan atau klik www.healing119.id.

Kapolres Kupang AKBP Rudy Junus Jacob Ledo. Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Kapolres Kupang AKBP Rudy Junus Jacob Ledo. Foto: Dok. Istimewa

Polres Kupang mengungkap hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) terkait meninggalnya dokter Eliza Princila Utami Pakaenoni atau dokter Icha di kediaman orang tuanya di Perumahan RSS Baumata, RT 007/RW 004, Dusun II, Desa Baumata Barat, Kecamatan Taebenu, Kabupaten Kupang, Jumat (26/6).

Kasus ini menjadi perhatian publik setelah keluarga menduga dokter Icha mengalami tekanan psikologis akibat dugaan intimidasi saat bertugas di RS Leona Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU). Dugaan tersebut masih didalami aparat kepolisian.

Kapolres Kupang AKBP Rudy Junus Jacob Ledo mengatakan, personel Polsek Kupang Tengah bersama Tim Inafis Polres Kupang langsung mendatangi lokasi setelah menerima laporan masyarakat.

"Begitu menerima laporan, personel kami langsung menuju lokasi untuk mengamankan TKP, melakukan olah tempat kejadian perkara, mengidentifikasi korban, mengumpulkan barang bukti, serta meminta keterangan awal dari para saksi. Semua langkah dilakukan secara profesional untuk memastikan setiap fakta di lapangan dapat terdokumentasi dengan baik," ujar Rudy, Minggu (28/6).

Jenazah dokter Eliza Princila Utami Pakaenoni saat berada di rumah keluarga. Foto: Dok. Istimewa

Ditemukan Tergantung di Lantai Dua

Berdasarkan hasil penyelidikan awal, peristiwa itu pertama kali diketahui sekitar pukul 17.50 WITA.

Seorang saksi yang berada di dalam mobil di depan rumah korban mendengar teriakan histeris dari dalam rumah. Tak lama kemudian, ibu korban keluar dalam keadaan panik dan meminta saksi memeriksa kondisi dokter Icha di lantai dua.

Saat tiba di lantai atas, saksi mendapati dokter Icha tergantung di depan pintu kamar menggunakan seutas tali nilon berwarna biru dan sudah tidak menunjukkan tanda-tanda kehidupan.

Keluarga kemudian menghubungi aparat desa dan Kapospol Baumata yang selanjutnya meneruskan laporan kepada Polsek Kupang Tengah dan Polres Kupang.

Sekitar pukul 18.40 WITA, Kapolsek Kupang Tengah Ipda Taufiqurrahman Suyuthi bersama Tim Inafis Polres Kupang dan personel lainnya tiba di lokasi untuk melakukan olah TKP.

Petugas mendokumentasikan kondisi lokasi, mengidentifikasi korban, mengukur posisi korban, memeriksa area sekitar, serta mengamankan sejumlah barang bukti.

Barang bukti yang diamankan antara lain seutas tali nilon berwarna biru sepanjang sekitar dua meter, satu lembar daster, satu buah topi, satu koper berisi dokumen pribadi, satu unit telepon genggam, dan sepasang sandal jepit.

Setelah proses identifikasi selesai, jenazah dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Kupang untuk menjalani pemeriksaan luar.

"Hasil pemeriksaan luar menjadi bagian penting dalam proses penyelidikan. Pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui kondisi jenazah secara medis sebagai bahan pendukung penyidikan," jelas Rudy.

Suasana rumah duka dokter Eliza Princila Utami Pakaenoni. Foto: kumparan

Polisi Temukan Bekas Jeratan di Leher

Dari hasil pemeriksaan luar di Rumah Sakit Bhayangkara Kupang, polisi menemukan bekas jeratan pada leher korban yang diduga berkaitan dengan penyebab kematian.

Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada pergelangan tangan maupun tungkai korban.

Meski demikian, Rudy menegaskan proses penyelidikan masih terus berlangsung untuk mengungkap secara utuh penyebab kematian dokter Icha.

"Kami tetap melaksanakan penyelidikan secara komprehensif dengan mengumpulkan seluruh keterangan yang diperlukan. Kami mengimbau masyarakat agar tidak berspekulasi dan mempercayakan penanganan perkara ini kepada kepolisian," tegasnya.

Suasana rumah duka dokter Eliza Princila Utami Pakaenoni. Foto: kumparan

Keluarga dokter Icha menduga korban mengalami depresi setelah mendapat intimidasi saat menangani pasien di RS Leona Kefamenanu.

Dugaan tersebut kini juga tengah didalami Polres TTU, yang telah memeriksa sejumlah saksi dan berencana meminta klarifikasi tiga anggota DPRD TTU yang disebut dalam laporan keluarga. Ketiga anggota DPRD tersebut membantah melakukan intimidasi.