Prabowo: Atlet Raih Emas di Asian Games Dapat Rp 3 M, Karier Kita Percepat

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden Prabowo Subianto menghadiri pelepasan atlet Asian Games 2026 di Istana Negara, Jakarta, Rabu (9/9/2026). Foto: Youtube/Sekretariat Presiden
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Prabowo Subianto menghadiri pelepasan atlet Asian Games 2026 di Istana Negara, Jakarta, Rabu (9/9/2026). Foto: Youtube/Sekretariat Presiden

Presiden Prabowo Subianto menjanjikan bonus sebesar Rp 3 miliar bagi atlet Indonesia yang berhasil meraih medali emas pada Asian Games 2026.

Selain bonus, Prabowo mengatakan pemerintah juga mempercepat karier atlet dan pelatih yang sebelumnya meraih medali, termasuk peraih medali perak dan perunggu.

Prabowo mengatakan bonus bagi peraih medali emas Asian Games lebih besar dibandingkan bonus yang diberikan kepada atlet peraih medali emas SEA Games.

"Dan saya nggak lupa, saya diberi laporan oleh Pak Erik, Pak untuk SEA Games medali emas dapat 1 miliar ya. Tapi ini Asian Games, medali emas 3 miliar. Dan tanya semua pemimpin olahraga ya, yang kemarin medali perak, medali perunggu pun karier-kariernya kita semua percepat," kata Prabowo dalam acara pelepasan kontingen Asian Games 2026 di Istana Negara, Jakarta Pusat, Rabu (9/9).

"Ya ada yang 'Pak saya sudah sekian tahun belum naik pangkat', termasuk pelatih-pelatih. Ya kan ada polisi yang itu AKBP etc etc itu saya bisikin Kapolri 'naikin pangkatlah'. Kita jangan pelit ya kan kalau baik kita beri penghormatan," tambah dia.

Presiden Prabowo Subianto memberikan sambutan saat menghadiri pelepasan atlet Asian Games 2026 di Istana Negara, Jakarta, Rabu (9/9/2026). Foto: Youtube/Sekretariat Presiden

Atlet dan Pelatih Peraih Medali Didorong Naik Pangkat

Prabowo mengatakan, percepatan karier tersebut merupakan bentuk penghargaan terhadap prestasi atlet dan pelatih yang telah memberikan kontribusi bagi Indonesia.

Ia mencontohkan sejumlah atlet maupun pelatih yang menurutnya telah lama belum mengalami kenaikan pangkat. Prabowo kemudian meminta agar penghargaan juga diberikan kepada mereka yang telah memberikan prestasi bagi Indonesia.

"Ada yang pak ada yang sekian tahun belum naik pangkat, termasuk pelatih-pelatih ada polisi, AKBP dari polisi wanita, dan lain lain, saya bisikin kapolri naikin pangkat lah kita jangan pelit, kalau baik kita beri penghormatan," kata Prabowo.

Menurut Prabowo, pemerintah perlu mengubah cara pandang dalam memberikan penghargaan. Ia menilai kebaikan dan prestasi seseorang harus diingat dan diberikan apresiasi, bukan justru hanya mengingat kesalahan.

"Kalau orang Indonesia kan ada pepatah, saya nggak tahu sekarang tapi dulu di tentara: kalau kita berbuat baik komandan suka lupa, kalau kita berbuat kesalahan komandan nggak lupa-lupa. Jadi kalau kesalahan diingat kalau kebaikan suka dilupa. Ini kita rubah, ya kan? Kita yang kebaikan kita hargai," ujarnya.

Prabowo berharap kebijakan penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi negara terhadap atlet, pelatih, dan pihak lain yang telah memberikan prestasi bagi Indonesia.

"Ya, selamat pimpinan rombongan, selamat memimpin, Pak Erik ya terima kasih perjuanganmu. Dan negara dan bangsa menanti prestasimu dan ingin mendengar lagu kebangsaan kita dikumandangkan di sana," tandas dia.