Prabowo Rombak Kapal Giuseppe Garibaldi: Kita Refurbish, untuk Induk Heli-Drone

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kapal induk Giuseppe Garibaldi tiba di Mesir dalam perjalanan dari Italia menuju Indonesia, Sabtu (29/8/2026). Foto: Instagram/ @indonesiandefenceattache
zoom-in-whitePerbesar
Kapal induk Giuseppe Garibaldi tiba di Mesir dalam perjalanan dari Italia menuju Indonesia, Sabtu (29/8/2026). Foto: Instagram/ @indonesiandefenceattache

Presiden Prabowo Subianto menyebut pemerintah akan mengerahkan kapal induk asal Italia, Giuseppe Garibaldi, untuk membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Prabowo mengatakan kapal tersebut akan diubah menjadi kapal induk helikopter dan drone pengangkut air untuk mempercepat respons ke titik-titik kebakaran.

"Alhamdulillah sebentar lagi kapal induk dari Itali akan masuk ke jajaran Angkatan Laut kita. Itu kita akan refurbish, kita ubah untuk menjadi kapal induk helikopter dan untuk drone," kata Prabowo dalam rapat terbatas perkembangan penanganan bencana alam di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (7/9).

Menurut Prabowo, kapal induk tersebut memiliki kemampuan menampung 10 helikopter kelas menengah.

"Saya kira itu sejenis Black Hawk dan sejenis Mi-17 yang rata-rata bisa mengangkut 4 sampai 5 ton air. Jadi kalau kita punya 10 helikopter bisa segera merapat ke titik api yang terbanyak. Ini juga akan sangat membantu respons kita," kata Prabowo.

Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas secara daring di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Senin (7/9/2026). Foto: Laily Rachev/Biro Pers Sekretariat Presiden

Selain helikopter, Prabowo ingin mengerahkan pesawat nirawak dalam penanganan karhutla. Pesawat nirawak tersebut akan digunakan untuk mengangkut air ke titik api.

Menurut Prabowo, terdapat pesawat nirawak yang memiliki kemampuan mengangkut hingga 50 kilo liter air.

"Kita harus mengadakan drone-drone yang bisa melempar air," ujar dia.

Prabowo menegaskan pemerintah ingin memperkuat mitigasi dan tidak lagi menunggu bencana terjadi. Upaya pencegahan dilakukan lebih awal dengan mengalokasikan pesawat untuk operasi modifikasi cuaca serta melakukan berbagai kajian.

"Kemudian BRIN harus mengkaji zat-zat apa yang paling efisien untuk mempercepat modifikasi cuaca," tandas dia.