Prabowo Terima Menhaj, Mendikti Saintek hingga Timwas Haji DPR di Hambalang

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden Prabowo Subianto menerima beberapa menteri Kabinet Merah Putih di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, pada Senin (9/3/2026). Foto: Instagram/ @sekertariat.kabinet
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Prabowo Subianto menerima beberapa menteri Kabinet Merah Putih di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, pada Senin (9/3/2026). Foto: Instagram/ @sekertariat.kabinet

Presiden Prabowo Subianto menerima jajaran Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj), Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR RI, serta sejumlah menteri di kediaman pribadinya di Hambalang, Bogor, Rabu (17/6).

Pertemuan tersebut salah satunya membahas laporan pelaksanaan ibadah haji 1447 H/2026 M yang merupakan penyelenggaraan perdana oleh Kementerian Haji dan Umrah.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan, Presiden Prabowo menerima laporan langsung dari Timwas Haji DPR RI dan Kemenhaj terkait pelaksanaan haji tahun ini.

"Jadi Bapak Presiden hari ini ada beberapa agenda. Yang pertama adalah beliau memenuhi permohonan dari Komisi VIII dan sekaligus dari tim pengawas haji, dan dari Kementerian Haji untuk melaporkan pelaksanaan haji kita tahun 2026 ini," ujar Prasetyo.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi usai ratas di kediaman pribadi Presiden Prabowo Subianto di Hambalang, Bogor. Foto: Dok. Muchlis Jr - Biro Pers Sekretariat Presiden

Selain Menteri Haji dan Umrah Irfan Yusuf serta Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak, pertemuan itu juga dihadiri Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendikti Saintek) Brian Yuliarto.

Prasetyo menjelaskan, Presiden meminta laporan perkembangan di bidang pendidikan dan penguatan sumber daya manusia (SDM).

"Beliau ingin mendapatkan update juga, memanggil Menteri Pendidikan Tinggi dan Saintek. Sekali lagi ini berkenaan dengan masalah persiapan pengawakan sumber daya manusia kita yang beberapa sudah berjalan proses-proses pendidikan maupun latihan," jelasnya.

Selain itu, Prabowo turut meminta laporan terkait perkembangan kerja sama di sektor teknologi, mineral kritis, dan logam tanah jarang yang saat ini menjadi salah satu fokus pemerintah.

"Dan juga update mengenai beberapa kerja sama dengan yang berkaitan dengan tempo hari kami sampaikan, berkenaan dengan masalah teknologi dan mineral kritis atau logam tanah jarang," tandas dia.