Prabowo Ungkap Alasan Baru Tinjau Korban Gempa NTT 11 Hari Setelah Bencana

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden Prabowo Subianto meninjau posko pengungsi di Lapangan Bhayangkari Mbai, Nagekeo, NTT, Rabu (26/8/2026). Foto: Youtube/Sekretariat Presiden
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Prabowo Subianto meninjau posko pengungsi di Lapangan Bhayangkari Mbai, Nagekeo, NTT, Rabu (26/8/2026). Foto: Youtube/Sekretariat Presiden

Presiden Prabowo Subianto mengungkap alasan dirinya tidak langsung meninjau Nusa Tenggara Timur (NTT) setelah gempa 7,7 magnitudo mengguncang wilayah tersebut pada Sabtu (15/8).

Prabowo baru meninjau langsung kondisi NTT pada Rabu (26/8), atau 11 hari setelah gempa terjadi.

Menurutnya, keputusan tersebut diambil agar instansi pemerintah dapat lebih dulu fokus menangani masyarakat terdampak.

"Memang sengaja di awal-awal saya tidak mau datang, karena saya mau beri kesempatan semua instansi untuk melayani rakyat langsung," kata Prabowo dalam rapat koordinasi penanganan gempa di Nagekeo, NTT.

Presiden Prabowo Subianto meninjau posko pengungsi di Lapangan Bhayangkari Mbai, Nagekeo, NTT, Rabu (26/8/2026). Foto: Jonathan Devin/kumparan

Prabowo mengatakan, kehadiran terlalu banyak pejabat pemerintah pusat di lokasi bencana justru dapat mengganggu konsentrasi pemerintah daerah dalam menangani masyarakat.

"Jadi pejabat daerah harus menjemput dan sebagainya," tutur dia.

"Itu kadang-kadang ada kecenderungan, akhirnya bisa menjadi mengalihkan fokus pertama," lanjutnya.

Meski tidak langsung datang ke lokasi, Prabowo tetap memantau perkembangan penanganan bencana dari pemerintah pusat.

"Tapi kita terus memonitor dan kita yang paling penting dari pusat adalah menyerahkan pelayanan dan bantuan. Itu yang paling penting. Kalau kita datang habis itu hanya lihat bencana tadi tidak bisa mengatasi, tidak bisa kirim bantuan, ya itu akhirnya kurang efektif. Jadi setelah saya dapat laporan saudara-saudara, saya mantau," ujar Prabowo.