Ratusan Pelajar SMP di Cisarua Keracunan MBG, BGN Suspend dan Copot Kepala SPPG

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Operasional dapur SPPG Bogor Cisarua Leuwimalang dihentikan sementara selama 20 hari setelah 103 siswa SMP Negeri 2 Cisarua, Kabupaten Bogor, mengalami gejala yang diduga berkaitan dengan konsumsi MBG, Rabu (21/10/2026). Foto: kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Operasional dapur SPPG Bogor Cisarua Leuwimalang dihentikan sementara selama 20 hari setelah 103 siswa SMP Negeri 2 Cisarua, Kabupaten Bogor, mengalami gejala yang diduga berkaitan dengan konsumsi MBG, Rabu (21/10/2026). Foto: kumparan

Sejumlah siswa SMPN 2 Cisarua, Desa Lewimalang, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, dilarikan ke rumah sakit pada Rabu (21/10). Mereka diduga mengalami keracunan setelah menyantap makanan dan meminum susu di sekolah dari program Makan Bergizi Gratis.

Dari informasi di lapangan, disebut jumlah siswa keracunan mencapai ratusan orang.

Kapolsek Cisarua AKP Budi Suratman mengatakan, para siswa dievakuasi menggunakan ambulans ke Rumah Sakit Paru Dr. M. Goenawan Partowidigdo (RSPG) Cisarua untuk mendapatkan penanganan medis.

“Hampir 80 siswa sudah masuk rumah sakit. Kami utamakan keselamatan dan evakuasi anak-anak terlebih dahulu,” kata Budi saat dihubungi.

Operasional dapur SPPG Bogor Cisarua Leuwimalang dihentikan sementara selama 20 hari setelah 103 siswa SMP Negeri 2 Cisarua, Kabupaten Bogor, mengalami gejala yang diduga berkaitan dengan konsumsi MBG, Rabu (21/10/2026). Foto: kumparan

Menurut Budi, siswa yang terdampak berasal dari beberapa tingkat kelas, termasuk kelas VII dan VIII. Gejala awal dilaporkan muncul sekitar pukul 08.00 WIB.

Penyebab dugaan keracunan tersebut belum diketahui. Polisi masih berfokus pada proses evakuasi, sedangkan kepastian penyebab dan kondisi medis para siswa menunggu keterangan dokter.

“Untuk penyebabnya, nanti dikonfirmasi dari dokter, tugas kami saat ini mengamankan evakuasi para siswa,” pungkasnya.

Deputi Pemantauan dan Pengawasan BGN Ketut Sumedana. Foto: BGN

BGN Investigasi dan Jatuhkan Sanksi

Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan Badan Gizi Nasional (BGN), Ketut Sumedana, mengatakan tim BGN telah turun ke lapangan untuk melakukan investigasi. Menurut dia, prioritas saat ini adalah memulihkan kesehatan para siswa.

"Tim kami sudah di lapangan untuk melakukan investigasi," kata Ketut.

BGN juga telah menjatuhkan sanksi berupa penghentian sementara atau suspend kategori berat terhadap pihak penyedia program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang terkait dengan kejadian tersebut.

Ketut mengatakan, sanksi itu dapat ditingkatkan menjadi penghentian permanen atau pemutusan kerja sama dengan mitra maupun yayasan, bergantung pada hasil penanganan kasus.

Pimpinan BGN juga telah mencopot kepala dapur atau Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (KSPPG) dan ahli gizi yang bertugas. Ketut menjelaskan, pencopotan tersebut merupakan bagian dari aturan internal BGN untuk kejadian keracunan kategori berat.

"Pimpinan sudah mencopot kepala dapur/KSSPG dan ahli gizinya sesuai dengan aturan internal BGN setiap kejadian keracunan yang dengan kategori berat kepala dapur/KSPPG wajib dicopot termasuk asli gizinya," kata Ketut.

Operasional dapur SPPG Bogor Cisarua Leuwimalang dihentikan sementara selama 20 hari setelah 103 siswa SMP Negeri 2 Cisarua, Kabupaten Bogor, mengalami gejala yang diduga berkaitan dengan konsumsi MBG, Rabu (21/10/2026). Foto: kumparan

Diduga dari Susu Basi

Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Bogor Raya, Haidir, mengatakan ada 103 siswa yang keracunan. Operasional dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bogor Cisarua Leuwimalang akan dihentikan sementara selama 20 hari.

Penghentian dengan status suspend kategori sedang tersebut berlaku mulai Rabu (21/10). Evaluasi dilakukan sambil menunggu hasil pemeriksaan Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda).

“Selama 20 hari ke depan, dapur SPPG Bogor Cisarua Leuwimalang dihentikan operasionalnya, evaluasi dilakukan sambil menunggu hasil pemeriksaan Labkesda,” ujarnya.

Dari total 881 siswa SMPN 2 Cisarua penerima manfaat MBG, sebanyak 103 siswa mengalami gejala. Haidir mengatakan, dugaan awal mengarah pada susu yang dikonsumsi para siswa. Namun, penyebab pasti kejadian tersebut masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.

“Dugaan awal mengarah pada susu basi karena siswa mengalami gejala setelah meminumnya, namun, kepastiannya masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium,” jelasnya.

Sementara penanganan medis terhadap para siswa masih berlangsung. Sebanyak 48 siswa dijadwalkan segera dipulangkan, sedangkan delapan siswa lainnya masih menjalani observasi.

"Delapan orang yang masih pemulihan semoga malam ini sudah semua bisa pulang," katanya.