Serangan Rusia Tewaskan 7 Orang, Zelensky Desak Sekutu Percepat Kirim Senjata

Tujuh orang tewas dan puluhan lainnya terluka setelah Rusia melancarkan serangan rudal hingga drone ke sejumlah wilayah Ukraina pada Sabtu (5/7). Di tengah gempuran tersebut, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mendesak negara-negara sekutu mempercepat realisasi pengiriman senjata yang telah dijanjikan kepada Kyiv.
Serangan paling mematikan terjadi di Kota Sumy, Ukraina utara. Dua bom luncur menghantam kawasan padat penduduk, menewaskan lima orang dan melukai sedikitnya 30 lainnya.
Salah satu bom menghantam halte bus. Foto-foto yang beredar memperlihatkan sebuah bus kuning rusak parah dengan salah satu sisinya hancur, sementara sejumlah bangunan di sekitarnya turut mengalami kerusakan.
Di wilayah tenggara, bom luncur Rusia juga menghantam Kota Zaporizhzhia dan melukai 10 orang. Sementara di Kota Odesa, dua orang dilaporkan tewas dan satu lainnya terluka akibat serangan rudal.
Sebelumnya pada hari yang sama, serangan drone Rusia juga menghantam sebuah perusahaan sipil di Kota Kharkiv dan melukai tujuh orang.
Dalam pidato malamnya, Zelensky mengatakan Ukraina membutuhkan dukungan nyata dari negara-negara mitra, terutama dalam mempercepat pengiriman sistem persenjataan.
"Saya sedang mempersiapkan perubahan dalam upaya diplomatik Ukraina. Kita membutuhkan tingkat kerja sama baru dengan mitra kita untuk memastikan bahwa perjanjian tentang pasokan senjata dipenuhi," kata Zelensky dikutip dari Reuters, Minggu (12/7).
Ia menegaskan seluruh komitmen yang telah disepakati para pemimpin negara sekutu harus direalisasikan lebih cepat, termasuk kesepakatan dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengenai lisensi produksi rudal pencegat Patriot di Ukraina.
Selama beberapa pekan terakhir, Ukraina mengaku mengalami kekurangan amunisi untuk sistem pertahanan udara Patriot. Kondisi itu membuat negara tersebut semakin kesulitan menghadapi serangan rudal balistik Rusia.
Sebelumnya, ibu kota Kiev juga kembali menjadi sasaran serangan gabungan rudal balistik, rudal jelajah, dan drone. Sedikitnya 12 orang terluka dalam serangan semalam itu.
Menurut Angkatan Udara Ukraina, Rusia meluncurkan enam rudal balistik, enam rudal jelajah, dan 121 drone dalam gelombang serangan tersebut. Militer Ukraina mengeklaim berhasil mencegat dua rudal jelajah dan 111 drone.
Serangan terhadap Kiev terus meningkat dalam beberapa pekan terakhir. Sepanjang bulan ini, lebih dari 60 orang dilaporkan tewas akibat rentetan serangan Rusia di ibu kota dan wilayah sekitarnya.
Di sisi lain, Ukraina juga meningkatkan serangan balasan menggunakan drone ke wilayah yang dikuasai Rusia.
Komandan pasukan drone Ukraina, Robert Brovdi, mengatakan unitnya menyerang 21 kapal tanker bahan bakar serta tujuh kapal logistik Rusia di Laut Azov dalam semalam.
Namun, Rusia melaporkan satu orang tewas setelah serangan drone Ukraina menghantam empat kapal, termasuk sebuah kapal tanker pengangkut metanol, di Teluk Taganrog, Laut Azov.
