Sidang Pleno Awal Muktamar ke-35 NU Digelar, Bahas Pengesahan Tata Tertib

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Katib Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Asrorun Niam Soleh di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambak Beras, Jombang, Jawa Timur, Jumat (28/7/2026) Foto: Zamachsyari/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Katib Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Asrorun Niam Soleh di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambak Beras, Jombang, Jawa Timur, Jumat (28/7/2026) Foto: Zamachsyari/kumparan

Sidang pleno awal Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) digelar di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Jumat (28/8). Agenda pertama sidang membahas pengesahan tata tertib (tatib) sebagai pedoman pelaksanaan seluruh rangkaian muktamar.

Sebelum persidangan dimulai, apel keamanan digelar dengan melibatkan kepolisian dan Barisan Ansor Serbaguna (Banser). Para muktamirin kemudian mulai memasuki arena muktamar sekitar pukul 08.00 WIB.

Setiap muktamirin wajib memindai barcode pada kartu identitas (ID card) sebelum memasuki arena sidang. Mekanisme tersebut digunakan untuk memverifikasi peserta yang mengikuti persidangan.

Katib Syuriyah PBNU Asrorun Niam Soleh mengatakan, sidang awal difokuskan pada pembahasan tata tertib. Menurutnya, tatib menjadi salah satu code of conduct dalam penyelenggaraan Muktamar ke-35 NU.

"Ya, pagi ini sudah memulai sidang-sidang untuk pembahasan tata tertib Muktamar sebagai salah satu code of conduct di dalam penyelenggaraan Muktamar ini," kata Niam.

Niam berharap pembahasan berlangsung lancar dengan mengedepankan prinsip musyawarah untuk mufakat.

"Tentu harapannya seluruh pembahasan dapat berjalan secara smooth, mengedepankan prinsip-prinsip musyawarah mufakat, karena itulah yang menjadi esensi dari pelaksanaan Muktamar kali ini," ujarnya.

Menurut Niam, semangat tersebut telah ditegaskan sejak pembukaan muktamar pada Kamis (27/8). Seluruh rangkaian muktamar diharapkan berlangsung dalam suasana guyub dan riang gembira.

"Sebagaimana pembukaan kemarin, komitmen kita di dalam menyelenggarakan Muktamar adalah membangun kesepahaman dan dilaksanakan dengan penuh guyub, riang gembira, menghasilkan keputusan-keputusan yang bersifat strategis untuk menjadi fondasi di dalam perkhidmatan Jam'iyyah Nahdlatul Ulama memasuki abad keduanya," kata dia.

Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka bersama Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya menghadiri Pembukaan Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama di Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Kamis (27/8/2026). Foto: Youtube/NU Online

Materi Organisasi hingga Bahtsul Masail

Selain tata tertib, sejumlah materi strategis akan dibahas dalam muktamar, mulai dari organisasi, program, rekomendasi, hingga Bahtsul Masail.

"Hari ini materi sudah disiapkan oleh tim materi untuk dibahas secara bersama-sama," ujar Niam.

Ia mengatakan tim materi berpedoman pada sejumlah prinsip dalam menyusun bahan pembahasan muktamar, termasuk materi organisasi, program, rekomendasi, dan Bahtsul Masail.

Untuk materi Bahtsul Masail, pembahasan mencakup persoalan waqi'iyyah, maudhu'iyyah, dan qanuniyyah.

Niam menekankan pentingnya orientasi jangka panjang dalam setiap pembahasan. Menurut dia, keputusan muktamar tidak boleh hanya didasarkan pada kepentingan sektoral, partikular, atau jangka pendek.

"Yang pertama, NU didesain untuk kepentingan jangka panjang. Jangan sampai pembahasannya hanya memperhatikan hal-hal yang bersifat sektoral, kemudian partikular, dan bersifat jangka pendek. Itu yang harus menjadi komitmen," ujarnya.

Prinsip berikutnya adalah kemampuan NU beradaptasi dengan perubahan lingkungan strategis. Perubahan yang berlangsung cepat dinilai membutuhkan rumusan organisasi yang lebih adaptif.

"Kemudian yang kedua, karena NU didesain untuk jangka panjang, dia harus adaptif terhadap perubahan lingkungan strategis yang begitu cepat," kata Niam.

Karena itu, materi muktamar, termasuk terkait organisasi, harus disusun secara lincah dan adaptif. Niam menyoroti pentingnya digitalisasi dan modernisasi tata kelola organisasi.

"Karena itu, di dalam perumusan materi, termasuk materi organisasi, itu harus agile dan juga adaptif terhadap perubahan, terutama terkait dengan komitmen digitalisasi dan juga modernisasi pengelolaan organisasi," ungkapnya.

Situasi pintu masuk registrasi peserta Muktamar ke-35 NU di Ponpes Bahrul Ulum, Jombang, Kamis (27/8/2026) Foto: Farusma Okta Verdian/kumparan

Evaluasi Kepengurusan dan Regenerasi

Muktamar ke-35 NU juga akan mengevaluasi kepengurusan sebelumnya sekaligus menentukan kepemimpinan NU ke depan.

Niam mengatakan proses tersebut perlu diikuti komitmen untuk memadukan pengalaman para ulama dan tokoh senior dengan energi generasi muda.

"Dan yang tak kalah penting, karena salah satu agenda Muktamar adalah mengevaluasi kepengurusan yang lalu dan juga memilih kepemimpinan ke depan, harus ada komitmen untuk mengkombinasi antara elemen sepuh dan juga elemen-elemen muda untuk kepentingan akselerasi regenerasi," katanya.

Menurut dia, perpaduan tersebut penting untuk mempercepat sekaligus menjaga keberlanjutan regenerasi di tubuh NU.

"Ini yang saya kira menjadi salah satu komitmen kita bersama agar pembahasan bisa smooth, agar pembahasan bisa guyub, dan juga melahirkan hal-hal besar untuk NU ke depan," pungkas Niam.