Survei PPI Ungkap Menteri Kinerja Terbaik: Teddy, Amran, hingga Erick Thohir

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden Prabowo didampingi Menlu Sugiono, Menteri KP Sakti Wahyu Trenggono, Seskab Teddy Indra Wijaya bersiap mengantar Sekjen Partai Komunis Vietnam To Lam dan Istrinya Ngo Phu'o'ng Ly di Pangkalan Udara TNI AU Halim Perdanakusuma, (11/3/2025). Foto: Galih Pradipta/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Prabowo didampingi Menlu Sugiono, Menteri KP Sakti Wahyu Trenggono, Seskab Teddy Indra Wijaya bersiap mengantar Sekjen Partai Komunis Vietnam To Lam dan Istrinya Ngo Phu'o'ng Ly di Pangkalan Udara TNI AU Halim Perdanakusuma, (11/3/2025). Foto: Galih Pradipta/ANTARA FOTO

Parameter Politik Indonesia (PPI) merilis survei nasional mereka pada MInggu (18/10). Tema survei kali ini adalah evaluasi 2 tahun pemerintahan Prabowo-Gibran. Salah satu isu yang dibahas adalah menteri dengan kinerja terbaik.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memperoleh persentase tertinggi dalam penilaian responden terhadap kinerja menteri atau pejabat negara berdasarkan survei PPI. Amran meraih 15,4% suara.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyusul dengan 14,5% dan Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir dengan 6%.

Setelah Erick, Menteri Sosial Saifullah Yusuf memperoleh 4,5%, disusul Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Energi Bahlil Lahadalia sebesar 3,2%.

Berikutnya, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait meraih 2,1%, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian 1,5%, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan 1,1%, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi 0,9%, serta Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani 0,8%.

Surveri Parameter Politik Indonesia terkait Sebaran Kepuasan Kinerja Presiden Prabowo. Foto: Parameter Politik Indonesia

Alasan Amran dan Teddy Dinilai Berkinerja Baik

Direktur Eksekutif PPI Adi Prayitno menjelaskan, PPI menggali alasan responden menilai sejumlah menteri atau pejabat negara memiliki kinerja baik.

Menurut Adi, penilaian positif terhadap Amran berkaitan dengan persepsi keberhasilannya dalam mendorong swasembada pangan, menyediakan pupuk, serta menetapkan kebijakan yang dinilai baik.

“Kalau Pak Amran itu dinilai sukses terkait dengan swasembada pangan, kemudian pupuk murah dan berlimpah, kinerjanya terlihat, tidak pencitraan, kebijakannya bagus,” ungkap Adi.

Sementara itu, penilaian terhadap Teddy berkaitan dengan persepsi bahwa ia tidak banyak berbicara, tetapi banyak bekerja.

“Kalau Pak Seskab Teddy Indra Wijaya dalam persepsi publik itu sedikit bicara dan kemudian banyak bekerja, tampan dan gagah, mampu mengkomunikasikan program pemerintah, kerjanya terlihat, sering muncul di media, rajin dan profesional, bicaranya mudah dimengerti, dan yang paling terakhir itu dinilai dekat dengan rakyat kecil,” papar Adi.

Mensesneg Prasetyo Hadi (kiri) bersama Menpora Erick Thohir (tengah) dan Seskab Teddy Indra Wijaya (kanan) menyapa peserta saat mengikuti Merdeka Run 2026 di depan Istana Merdeka, Jakarta, Sabtu (29/8/2026). Foto: Asprilla Dwi Adha/ANTARA FOTO

Erick Thohir juga mendapat penilaian positif. Menurut Adi, penilaian itu antara lain berkaitan dengan perkembangan tim nasional sepak bola Indonesia dan kinerja Erick dalam memajukan olahraga.

“Dianggap Timnas makin bagus, kemudian masuk final ASEAN Cup, kerjanya terlihat, menyingkirkan Malaysia.”

Adi kemudian menjelaskan sejumlah persepsi lain yang melekat pada Erick.

“Tampan dan gagah, kebijakannya bagus, cerdas dan pintar, memajukan olahraga dan menang sembilan gol. Ah muncul dalam benak publik terkait dengan Pak Erick Thohir, menang sembilan gol waktu kejuaraan kemarin,” jelasnya.

Ketua PWNU DKI Jakarta Samsul Ma'arif, CEO Alvara Research Center Hasanuddin Ali, Direktur Parameter Politik Indonesia (PPI) Adi Prayitno, dan Kiai Musta'in Syafi'i dalam agenda Serial Diskusi Muktamar NU di Jakarta Pusat, Selasa (18/8/2026). Foto: Zahira Hilman/kumparan

Metode Survei

Survei nasional PPI melibatkan 1.200 responden yang tersebar di 38 provinsi. PPI mengumpulkan data melalui wawancara tatap muka pada 26 September hingga 6 Oktober 2026.

Survei menggunakan metode multistage random sampling, dengan tingkat kepercayaan 95% dan margin of error sebesar 2,83%.