Timwas Haji DPR Lapor Prabowo: Jemaah Dapat Hotel Bintang 5-Makanan Variatif

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden Prabowo Subianto menerima jajaran Menhaj Irfan Yusuf, Wamenhaj Dahnil Anzar Simanjuntak, serta Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR di kediaman pribadinya di Hambalang, Bogor, Rabu (17/6/2026).  Foto: Muchlis Jr/Biro Pers Sekretariat Presiden
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Prabowo Subianto menerima jajaran Menhaj Irfan Yusuf, Wamenhaj Dahnil Anzar Simanjuntak, serta Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR di kediaman pribadinya di Hambalang, Bogor, Rabu (17/6/2026). Foto: Muchlis Jr/Biro Pers Sekretariat Presiden

Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR RI bersama Menteri Haji dan Umrah Mochammad Irfan Yusuf melaporkan perkembangan penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M kepada Presiden Prabowo Subianto dalam rapat terbatas di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Rabu (17/6).

Ketua Timwas Haji DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal mengatakan, salah satu hal yang dilaporkan kepada Presiden adalah perbaikan mekanisme keberangkatan jemaah yang dinilai mampu menekan potensi keberangkatan haji ilegal.

"Kemudian kami juga laporkan pengawasan kami terkait bagaimana di mekanisme keberangkatan. Imigrasi di kita sudah bagus sehingga bisa mengantisipasi jemaah-jemaah ilegal tidak bisa lolos," kata Cucun.

video from internal kumparan

Selain itu, Timwas juga melaporkan peningkatan kualitas layanan yang diterima jemaah selama berada di Arab Saudi.

Menurut Cucun, sekitar 17 ribu jemaah haji reguler tahun ini mendapat fasilitas menginap di hotel-hotel bintang lima yang berada di kawasan sekitar Masjid Nabawi, Madinah.

"Kemudian juga orang yang bisa menjalankan haji itu betul-betul bisa nyaman dari sejak keberangkatan. Fasilitas layanan hotel, bayangkan saja di era kepemimpinan Bapak Presiden sekarang ini, jemaah reguler, kan ada dua ya, jemaah reguler dan jemaah haji khusus, jemaah haji khusus itu sudah biasa nginap di hotel bintang lima, tetapi ini jemaah reguler sekarang hampir 17.000 jemaah diinapkan di zona 1 di sekeliling Masjid Nabawi di Madinah, bisa diinapkan di hotel-hotel bintang lima," ujarnya.

Jemaah salat Jumat di Masjidil Haram pada 5 Juni 2026 setelah puncak haji berakhir. Foto: Dok. AlharamainSA

Cucun mengatakan peningkatan layanan tersebut mendapat respons positif dari jemaah. Sejumlah jemaah mengaku tidak menyangka bisa memperoleh fasilitas hotel dengan kualitas tinggi yang lokasinya dekat dengan Masjid Nabawi.

"Sehingga kami mendengarkan testimoni dari para jemaah: 'Pak, kami nggak ngebayangkan diberikan hotel yang bagus seperti ini bisa melaksanakan ibadah haji di hotel bintang lima yang tidak jauh dari masjid,'" katanya.

Selain akomodasi, Timwas melaporkan peningkatan kualitas konsumsi jemaah selama musim haji tahun ini.

Menurut Cucun, variasi menu makanan menjadi lebih beragam setelah Kementerian Haji dan Umrah berhasil melakukan negosiasi dengan para syarikah di Arab Saudi.

"Kemudian kami cek juga sampai laporkan ke Bapak Presiden, 'Pak, kalau dulu makanannya ya paling ayam, kentang itu-itu juga. Sekarang sudah mulai variatif.' Dan kontrak antara Kementerian Haji pelaksana tugas ini perdana luar biasa ya, kementerian baru perdana diberikan tugas, bisa melakukan negosiasi dengan para syarikah itu sehingga makanan bisa bervariasi, sehingga tidak ada kejenuhan," ujarnya.

Presiden Prabowo Subianto menerima jajaran Menhaj Irfan Yusuf, Wamenhaj Dahnil Anzar Simanjuntak, serta Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR di kediaman pribadinya di Hambalang, Bogor, Rabu (17/6/2026). Foto: Muchlis Jr/Biro Pers Sekretariat Presiden
Presiden Prabowo Subianto menerima jajaran Menhaj Irfan Yusuf, Wamenhaj Dahnil Anzar Simanjuntak, serta Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR di kediaman pribadinya di Hambalang, Bogor, Rabu (17/6/2026). Foto: Muchlis Jr/Biro Pers Sekretariat Presiden

Sementara Menteri Haji dan Umrah Mochammad Irfan Yusuf menyebut, salah satu terobosan penting dalam penyelenggaraan haji tahun ini adalah pembagian kartu Nusuk yang dilakukan sejak jemaah masih berada di Indonesia.

Menurutnya, langkah tersebut membantu mengurangi berbagai persoalan yang selama ini kerap terjadi saat jemaah tiba di Arab Saudi.

"Ini hal yang sangat-sangat luar biasa. Nusuk sudah mulai dibagikan di tanah air sehingga tidak ada lagi cerita jemaah yang terpisah dari keluarganya. Jemaah yang tidak mendapatkan hotel padahal sudah sampai di sana, jemaah yang tercecer di mana-mana tidak ada lagi," ujar Gus Irfan.