Viral Bus Diserang OTK di Labura: Korban Cabut Laporan tapi Polisi Tetap Usut

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Polisi lakukan olah TKP bus diserang sekelompok orang di Labuhanbatu Utara, Senin (6/7/2026). Foto: Dok. Polres Labuhanbatu
zoom-in-whitePerbesar
Polisi lakukan olah TKP bus diserang sekelompok orang di Labuhanbatu Utara, Senin (6/7/2026). Foto: Dok. Polres Labuhanbatu

Beredar video memperlihatkan sebuah bus diserang sekelompok orang tak dikenal (OTK) di Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura), Sumatera Utara, viral di media sosial. Dalam video tersebut, penumpang terdengar berteriak histeris meminta pertolongan saat bus dilempari batu.

Kasi Humas Polres Labuhanbatu AKP Aswin Irwan mengatakan, peristiwa itu terjadi di Jalan Lintas Sumatera, Kelurahan Bandar Durian, Kecamatan Aek Natas, Senin (6/7).

Menurut Aswin, bus Bintang Utara bernomor polisi BK 7081 DQ yang melayani rute Medan-Dumai awalnya diberhentikan oleh sekitar lima orang tak dikenal.

"Menurut keterangan pelapor bernama Julianto Sinaga selaku sopir bus, kendaraan yang dikemudikannya diberhentikan oleh sekitar lima orang yang tidak dikenal," kata Aswin dalam keterangannya, Rabu (8/7).

Sopir kemudian turun dari bus setelah dituduh menunjuk salah seorang dari kelompok tersebut. Meski membantah, dua orang diduga langsung memukul korban hingga mengalami luka di bagian wajah.

Korban sempat melanjutkan perjalanan sekitar 500 meter. Namun, bus kembali dihentikan oleh sekitar 10 orang dan sopir kembali menjadi sasaran pengeroyokan.

"Rekan sesama sopir bernama Robin kemudian menarik sopir ke dalam bus untuk menyelamatkannya. Pada saat yang bersamaan, rekannya terkena lemparan batu pada kaki sebelah kiri hingga mengalami luka lecet dan mengeluarkan darah," ujar Aswin.

Polisi lakukan olah TKP bus diserang sekelompok orang di Labuhanbatu Utara, Senin (6/7/2026). Foto: Dok. Polres Labuhanbatu

Sebelum meninggalkan lokasi, para pelaku kembali melempari bus menggunakan batu hingga memecahkan kaca samping kiri kendaraan.

Polisi yang menerima laporan kemudian mendatangi lokasi kejadian dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Dari lokasi, petugas mengamankan barang bukti berupa batu dan pecahan kaca bus.

"Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, diduga telah terjadi tindak pidana secara bersama-sama melakukan kekerasan terhadap orang dan barang. Selain mengakibatkan luka pada pelapor dan saksi, peristiwa tersebut juga menyebabkan kerusakan pada bus dengan estimasi kerugian material sekitar Rp 3 juta," kata Aswin.

Polisi lakukan olah TKP bus diserang sekelompok orang di Labuhanbatu Utara, Senin (6/7/2026). Foto: Dok. Polres Labuhanbatu

Meski demikian, Aswin mengungkapkan sopir bus selaku pelapor telah mencabut laporannya.

"Pelapor menyampaikan bahwa dirinya sudah tidak merasa keberatan lagi atas peristiwa yang dialaminya serta mengajukan surat permohonan pencabutan pengaduan kepada Kapolsek Aek Natas," ujarnya.

Menurut Aswin, pencabutan laporan dilakukan secara sukarela tanpa adanya tekanan ataupun paksaan. Kendati demikian, polisi memastikan penyelidikan tetap berjalan untuk mengungkap identitas para pelaku dan menjaga keamanan serta ketertiban masyarakat.

"Terhadap perkara dimaksud, meskipun laporan telah dicabut, penyidik tetap akan melakukan penyelidikan untuk mengetahui apa yang sebenarnya telah terjadi serta mengumpulkan bukti lain yang relevan," pungkas Aswin.