Warga Demo di Kantor Bupati Asahan, Protes Jalan Tak Diperbaiki Sejak 1946

Ratusan warga menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Bupati Asahan, Sumatera Utara, Senin (6/7), menuntut pemerintah segera memperbaiki jalan kabupaten sepanjang 23 kilometer yang menghubungkan lima desa di Kecamatan Bandar Pulau.
Koordinator aksi, Sudirman Marpaung, mengatakan sekitar 850 warga mengikuti demonstrasi. Massa berasal dari Desa Perkebunan Padang Pulau, Desa Padang Pulau, Desa Gajah Sakti, Desa Buntu Maraja, dan Desa Gunung Berkat.
"Massanya itu ada lima desa. Menuntut masalah jalan rusak. Sekitar 850 orang massanya," kata Sudirman kepada kumparan, Rabu (8/7).
Sudirman mengeklaim jalan tersebut belum pernah diaspal sejak 1946. Jalan kabupaten itu menghubungkan kawasan Titi Serong hingga Desa Gunung Berkat.
"Dari tahun 1946 sampai sekarang belum diperbaiki. Sudah 80 tahun Indonesia merdeka, belum tersentuh aspal. Ada sekitar 23 kilometer jalan rusak di kampung kami yang menghubungkan lima desa," ujarnya.
Menurut Sudirman, kondisi jalan berdampak langsung terhadap aktivitas warga. Anak-anak sekolah harus melintasi jalan rusak setiap hari, pedagang kesulitan beraktivitas, pengendara kerap terjatuh, hingga truk pengangkut sawit sering terjebak di jalan berlumpur.
"Banyak dampaknya yang dirugikan di sana, anak-anak sekolah, pedagang jualan. Pengendara sering jatuh, dan mobil truk yang mengangkut sawit juga terpuruk sampai bermalam-malam," katanya.
Aksi sempat diwarnai kericuhan antarpeserta demonstrasi. Sudirman mengatakan keributan terjadi akibat pengeras suara yang rusak sehingga sebagian massa mengira ada penyusup di tengah aksi.
"Dianggap orang itu penyusup, padahal sesama warga. Cuma kita sebagai warga di sana sudah kita kondusifkan," ujarnya.
Bupati Asahan bersama Wakil Bupati kemudian menemui massa untuk berdialog. Dalam pertemuan itu, kata Sudirman, pemerintah daerah menyampaikan rencana perbaikan jalan secara bertahap mulai November 2026 melalui APBD.
"Pak Bupati menyampaikan satu kilometer per tahun akan diperbaiki dari APBD. Paling lambat mulai November 2026 direalisasikan," katanya.
Aksi berakhir sekitar pukul 15.00 WIB. Sudirman menyebut beberapa peserta mengalami luka ringan saat kericuhan terjadi.
Sementara Kabag Ops Polres Asahan Kompol Pittor Gultom membenarkan aksi sempat diwarnai keributan. Namun, ia menegaskan kericuhan hanya terjadi antarpeserta aksi dan tidak melibatkan aparat keamanan.
"Kami hanya pengamanan saja. Itu ricuh antara mereka saja. Intinya kami menjaga kondusivitas Asahan," kata Pittor.
Hingga berita ini ditulis, Wakil Bupati Asahan Rianto belum memberikan tanggapan terkait tuntutan warga maupun rencana perbaikan jalan tersebut.
