Medan Sulit, Mahasiswa KKN Kebencanaan Unand Verifikasi Rumah Banjir di Sumbar

Pekerjaan saya sehari-hari adalah ke kampus. Saat ini saya adalah mahasiswa di Universitas Andalas, Jurusan Ilmu Komunikasi. Tidak ada yang spesial, saya hanya suka menulis untuk membagikan ilmu yang saya dapat. Itu saja
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Muhammad Fadlan Athariq tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Akses jalan yang masih berlumpur serta lokasi rumah warga yang sulit dijangkau menjadi tantangan yang dihadapi mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kebencanaan Universitas Andalas (Unand) saat melakukan pendataan dan verifikasi rumah terdampak banjir bandang dan longsor di Sumatera Barat. Kondisi tersebut ditemui mahasiswa di sejumlah kabupaten dan kota yang terdampak bencana hidrometeorologi pada akhir November 2025.
Sebanyak 400 mahasiswa KKN Kebencanaan Universitas Andalas diterjunkan ke berbagai wilayah terdampak untuk membantu proses pendataan dan verifikasi rumah warga yang mengalami kerusakan. Pendataan ini menjadi bagian dari upaya pemulihan pascabencana, khususnya dalam penyusunan data kerusakan rumah yang akan digunakan sebagai dasar perencanaan rehabilitasi dan rekonstruksi.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN Kebencanaan Unand melakukan pendataan kondisi rumah warga secara langsung di lapangan dengan mengelompokkan tingkat kerusakan mulai dari rusak ringan, rusak sedang, hingga rusak berat. Proses ini menuntut ketelitian karena data yang dikumpulkan akan menjadi rujukan bagi pemerintah dalam penyaluran bantuan pascabencana.
Sebelum diterjunkan ke lokasi, mahasiswa terlebih dahulu mendapatkan pembekalan teknis terkait metode pendataan serta kriteria penilaian tingkat kerusakan rumah sesuai standar kebencanaan. Selama kegiatan berlangsung, mahasiswa berkoordinasi dengan pemerintah daerah, perangkat kelurahan, serta didampingi oleh aparat TNI dan perangkat setempat guna memastikan proses verifikasi berjalan aman dan akurat.
Koordinator Tim Verifikasi Mahasiswa KKN Kebencanaan Universitas Andalas, Faiza Fakhira, menyampaikan bahwa keterlibatan mahasiswa bertujuan membantu percepatan pendataan agar dapat segera ditindaklanjuti oleh pemerintah.
“Mahasiswa KKN Kebencanaan ditugaskan melakukan verifikasi langsung terhadap kondisi rumah warga terdampak. Data yang dikumpulkan di lapangan diharapkan dapat mendukung perencanaan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana agar bantuan yang diberikan tepat sasaran,” ujar Faiza Fakhira saat diwawancarai.
Menurutnya, proses verifikasi dilakukan melalui observasi langsung terhadap kondisi bangunan, dokumentasi tingkat kerusakan, serta pencatatan data pemilik rumah. Seluruh tahapan tersebut didampingi oleh aparat setempat guna menjaga akurasi data serta keamanan mahasiswa selama kegiatan berlangsung.
“Di beberapa wilayah, mahasiswa menghadapi kendala seperti akses jalan yang masih berlumpur dan lokasi rumah yang sulit dijangkau. Meski demikian, proses pendataan tetap diupayakan berjalan optimal dengan tetap mengutamakan keselamatan mahasiswa,” tambahnya.
Kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat tidak hanya membantu percepatan pendataan, tetapi juga mempermudah komunikasi antara warga terdampak dan pihak terkait. Banyak warga memanfaatkan momen verifikasi tersebut untuk menyampaikan kondisi rumah serta kebutuhan mereka secara langsung.
Di lapangan, kegiatan verifikasi mendapat sambutan positif dari masyarakat meskipun dihadapkan pada keterbatasan akses dan waktu pelaksanaan. Proses pendataan dilakukan secara menyeluruh dengan mengedepankan ketelitian dan objektivitas.
Keterlibatan mahasiswa KKN Kebencanaan Universitas Andalas dalam kegiatan ini menunjukkan peran aktif perguruan tinggi dalam mendukung penanganan bencana, khususnya pada fase pascabencana. Selain menjadi bagian dari wujud Tri Dharma Perguruan Tinggi, kegiatan ini juga memperkuat kolaborasi antara akademisi, pemerintah, dan masyarakat dalam upaya pemulihan wilayah terdampak.
Melalui program ini, mahasiswa Universitas Andalas berupaya memberikan kontribusi nyata dengan harapan pemulihan sosial dan infrastruktur masyarakat terdampak bencana di Sumatera Barat dapat segera terwujud
