Magang di MUI, Mahasiswa UMY Bantu Masjid KH. Ahmad Dahlan Jadi Percontohan

Fadli Ardi Ansyah, mahasiswa manajemen UMY yang aktif di GESFID, Youthpreneur, dan KSPM. Ia memiliki minat pada bisnis, pemasaran, serta manajemen operasional, dengan prestasi Top 3 Business Idea Competition Vessel Program 2025.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Fadli Ardi Ansyah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Sebagai mahasiswa, pengalaman magang bukan hanya soal mengasah keterampilan, tetapi juga menjadi ruang untuk berkontribusi bagi masyarakat. Hal inilah yang tengah saya jalani bersama sembilan rekan lainnya dari Program Studi Manajemen Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY).
Saat ini, kami menjalani program magang di Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang bekerja sama dengan Masjid KH. Ahmad Dahlan Banguntapan, Bantul. Selama beberapa bulan ke depan, kami ditempatkan di masjid ini untuk mendukung berbagai program kerja yang bertujuan memperkuat peran masjid di tengah masyarakat.

Masjid KH. Ahmad Dahlan Banguntapan memiliki visi besar, yakni menjadi masjid percontohan tingkat nasional. Visi ini tentu bukan perkara mudah, mengingat masih ada sejumlah kendala yang dihadapi. Salah satunya adalah keterbatasan sumber daya manusia di bidang media dan konten digital. Padahal, di era digitalisasi seperti sekarang, penyebaran informasi dan branding masjid sangat ditentukan oleh kualitas perkontenan.
Inilah yang kemudian menjadi salah satu fokus kami sebagai mahasiswa magang: membantu pengelolaan konten agar masjid ini semakin dikenal luas dan visi besarnya dapat terwujud.
Hari ini, kami melaksanakan kegiatan pengambilan video untuk memperkenalkan keindahan Masjid KH. Ahmad Dahlan Banguntapan. Dalam pengambilan video tersebut, kami tidak hanya menampilkan keindahan arsitektur masjid, tetapi juga memperlihatkan berbagai fasilitas dan program yang telah berjalan. Di antaranya adalah adanya sarapan gratis yang disediakan untuk jamaah maupun masyarakat sekitar, tempat istirahat bagi musafir yang dilengkapi dengan kasur lantai sebagai wujud kepedulian terhadap para pelancong yang membutuhkan rehat, serta beragam program pemberdayaan lain yang ditujukan untuk mendekatkan masjid dengan masyarakat. Melalui konten ini, kami berharap lebih banyak orang mengetahui bahwa masjid bukan hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga pusat kegiatan sosial yang bermanfaat.
Kegiatan magang ini memberikan pengalaman berharga bagi kami. Selain mengaplikasikan ilmu manajemen, kami juga belajar bagaimana mengelola komunikasi, bekerja dalam tim, hingga menyentuh langsung kehidupan masyarakat. Harapan kami, konten-konten yang diproduksi bisa membantu Masjid KH. Ahmad Dahlan Banguntapan semakin dikenal dan diakui sebagai masjid percontohan nasional.
