Konten dari Pengguna

Kartel Narkoba: Apakah Bisa Menjadi Subjek Berdirinya Sebuah Negara ?

Ahmad Fadli Fathurrohman

Ahmad Fadli Fathurrohman

Merupakan Mahasiswa Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta Program studi Hukum Pidana Islam dan merupakan salah satu mahasiswa yang tertarik dalam hal penulisan.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ahmad Fadli Fathurrohman tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

https://pixabay.com/id/photos/mafia-gangster-pria-6676593/
zoom-in-whitePerbesar
https://pixabay.com/id/photos/mafia-gangster-pria-6676593/

Kartel narkoba, merupakan salah satu kelompok terorganisir yang bertujuan untuk menjual narkobanya ke masyarakat luas dengan kekuatan kelompoknya tersebut. Tetapi pernahkan kalian berpikir, apakah kartel narkoba dapat menjadi subjek terbentuknya sebuah negara ?.

Dalam lingkup hukum internasional terdapat beberapa komponen yang dijadikan subjek kajian ilmu tersebut, salah satunya adalah pemberontakan. Begitu juga dalam ilmu negara, pemberontakan dapat dijadikan subjek berdirinya sebuah negara.

Mengingat hal tersebut, jika melihat motif dari kegiatan kartel dalam menjual produk narkobanya dengan mengugakan senjata api sehingga semua cara dapat digunakan untuk meraih tujuan utama kartel narkoba.

Jika ditinjau dari lingkup hukum internasional dan ilmu negara, yang dimaksud dalam sebuah pemberontakan adalah ketika kelompok tersebut mempunyai wilayah,penduduk,pengakuan internasional dan juga tujuan pemberontakan tersebut.

Dalam hal tersebut pada dasarnya tujuan pemberontakan adalah untuk menentang pemerintahan yang berdaulat dalam suatu negara, yang dalam hal ini tujuannya berbeda dari kinerja suatu kelompok kartel narkoba yang bermaksud untuk menjual barangnya.

Tetapi hal tersebut tidak menutup kemungkinan jika suatu kartel narkoba melakukan pemberontakan untuk mendirikan sebuah negara.

Seperti contoh yang terjadi di negara Mexico, di mana kartel narkoba memiliki kelompok terorganisir seperti sebuah negara yang memiliki pemimpin dan juga kekuatan militer yang lebih kuat dari negara mexico.

Dari hal tersebut dapat disimpulkan bahwa pada dasarnya, dalam hal ini suatu kelompok narkoba tidak menutup kemungkinan untuk melakukan pemberontakan dalam suatu wilayah, hal tersebut ditentukan dari tujuan kelompok tersebut dalam melakukan aktivitas kelompoknya.