Konten dari Pengguna

Digitalisasi UMKM: Jalan Baru Pembangunan Ekonomi

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Fadliatuzzahra tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

foto umkm dipasar milik fadliatuzzahra (penulis)
zoom-in-whitePerbesar
foto umkm dipasar milik fadliatuzzahra (penulis)

Dulu, usaha kecil identik dengan toko di pinggir jalan, pasar, atau pelanggan yang datang dari lingkungan sekitar. Sekarang, satu unggahan di media sosial bisa membawa produk UMKM dikenal oleh konsumen dari berbagai daerah. Perubahan ini menunjukkan bahwa teknologi telah membuka cara baru bagi masyarakat untuk menjalankan kegiatan ekonomi. Pemerintah pun terus mendorong digitalisasi UMKM karena sektor ini memiliki peran besar dalam perekonomian Indonesia. Namun, masuk ke dunia digital bukan sekadar membuat akun media sosial atau membuka toko di marketplace. Bagi pelaku usaha, tantangan sebenarnya adalah bagaimana teknologi bisa membantu usaha mereka berkembang dan bertahan.

Digitalisasi memberikan banyak peluang bagi UMKM. Promosi dapat dilakukan dengan biaya yang lebih fleksibel, transaksi menjadi lebih mudah, dan pasar yang dijangkau tidak lagi terbatas pada satu wilayah. Pemerintah juga terus mendorong UMKM untuk memanfaatkan teknologi melalui berbagai program pelatihan dan pendampingan. Pada 2025, Kementerian Komunikasi dan Digital menargetkan semakin banyak UMKM masuk ke ekosistem digital dan menekankan pentingnya peningkatan keterampilan digital. Hal ini menunjukkan bahwa teknologi dapat menjadi salah satu jalan untuk memperluas kesempatan ekonomi, terutama bagi usaha kecil yang sebelumnya memiliki keterbatasan dalam pemasaran.

Meski begitu, digitalisasi juga menghadirkan tantangan baru. Tidak semua pelaku UMKM memiliki kemampuan yang sama dalam menggunakan teknologi, mengelola pemasaran digital, membuat konten, maupun memanfaatkan data untuk mengembangkan usaha. Data Indeks Masyarakat Digital Indonesia 2025 menunjukkan masih terdapat persoalan dalam keterampilan digital di kalangan usaha mikro dan kecil. Bahkan, ketika UMKM sudah terhubung dengan internet, mereka masih harus menghadapi persaingan dengan produk dari luar negeri di platform digital. Karena itu, pembangunan ekonomi tidak cukup hanya mendorong UMKM untuk “go online”, tetapi juga perlu memastikan mereka mampu menjadi lebih produktif dan kompetitif.

Pada akhirnya, digitalisasi UMKM bukan hanya soal mengikuti perkembangan teknologi, tetapi juga tentang membuka kesempatan ekonomi yang lebih luas. Jika dimanfaatkan dengan baik, teknologi dapat membantu usaha kecil memperluas pasar, meningkatkan efisiensi, menciptakan lapangan kerja, dan ikut menggerakkan perekonomian daerah. Namun, manfaat tersebut tidak akan muncul dengan sendirinya. Pelaku UMKM membutuhkan keterampilan, akses pembiayaan, pendampingan, infrastruktur, serta ekosistem digital yang adil. Di sinilah digitalisasi dapat menjadi bagian dari pembangunan ekonomi: bukan sekadar membuat UMKM hadir di ruang digital, tetapi membantu mereka naik kelas dan memperoleh kesempatan yang lebih besar untuk berkembang.