Konten dari Pengguna

Menata Titik, Membuktikan Hasil: Biopori di Desa Kranggan

Fadlian Hakimaulana

Fadlian Hakimaulana

Mahasiswa KKN Undip 2026

·waktu baca 4 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Fadlian Hakimaulana tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Klaten – Upaya menjaga lingkungan tidak hanya membutuhkan tindakan nyata, tetapi juga dokumentasi yang mampu menunjukkan lokasi, proses, dan hasil dari kegiatan yang telah dilaksanakan. Hal tersebut menjadi salah satu perhatian Fadlian Hakimaulana, mahasiswa Jurusan Ekonomi, Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (Undip) yang tergabung dalam KKN Tim II Undip 2026 di Desa Kranggan, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten.

Melalui program pembuatan layout titik lubang resapan biopori serta dokumentasi before and after, Fadlian turut mendukung kegiatan pengelolaan lingkungan di Desa Kranggan. Program ini tidak hanya berfokus pada pembuatan lubang biopori, tetapi juga pada bagaimana hasil kegiatan dapat dipetakan dan didokumentasikan secara sistematis sehingga mudah diketahui dan dipantau.

Lubang Resapan Biopori merupakan salah satu metode sederhana untuk meningkatkan daya resap air ke dalam tanah. Lubang biopori dapat membantu mengurangi limpasan dan genangan air sekaligus memberikan ruang bagi sampah organik untuk terurai secara alami.

Proses pemasangan pipa pada lubang resapan biopori sebagai bagian dari pelaksanaan program lingkungan KKN Tim II Undip. Dok. Istimewa

Dalam pelaksanaannya, pembuatan lubang dilakukan dengan membuat lubang secara vertikal pada tanah, kemudian memasang pipa sebagai bagian dari struktur lubang resapan. Dokumentasi kegiatan menunjukkan proses pengerjaan lubang hingga pemasangan pipa biopori pada area yang telah ditentukan.

Kondisi setelah pemasangan lubang resapan biopori yang telah dilengkapi penutup berlubang untuk mendukung masuknya air ke dalam tanah. Dok. Istimewa

Salah satu bagian penting dari program ini adalah pembuatan layout titik lubang biopori. Layout tersebut berfungsi sebagai gambaran persebaran lokasi lubang biopori sehingga titik-titik yang telah dibuat dapat diketahui dengan lebih jelas. Dengan adanya layout, lokasi lubang tidak hanya diketahui berdasarkan ingatan atau dokumentasi foto, tetapi dapat ditampilkan dalam suatu gambaran lokasi yang lebih terstruktur.

Konsep layout pada dasarnya merupakan penataan elemen dalam suatu bidang untuk menyampaikan informasi secara lebih jelas dan mudah dipahami. Penyusunan informasi secara teratur juga dapat membantu pembaca memahami hubungan dan posisi antar bagian yang ditampilkan. Dalam konteks kegiatan ini, konsep tersebut diterapkan untuk menyajikan informasi mengenai persebaran titik lubang biopori di lokasi kegiatan.

Selain layout, dokumentasi before and after menjadi bagian penting dalam pelaporan kegiatan. Foto kondisi sebelum pembuatan lubang digunakan untuk menggambarkan kondisi awal lokasi, sedangkan foto setelah pemasangan biopori menunjukkan perubahan fisik yang terjadi setelah kegiatan dilaksanakan.

Dokumentasi tersebut memberikan bukti visual bahwa program tidak berhenti pada tahap perencanaan, tetapi benar-benar menghasilkan perubahan di lapangan. Kondisi tanah yang sebelumnya belum memiliki lubang resapan kemudian memiliki titik biopori yang telah dibuat dan dipasang. Dengan demikian, masyarakat maupun pihak yang berkepentingan dapat melihat hasil kegiatan secara lebih konkret.

Bagi Fadlian sebagai mahasiswa ekonomi, dokumentasi tersebut juga memiliki nilai penting dari sisi efektivitas dan akuntabilitas program. Suatu kegiatan yang telah dilaksanakan perlu memiliki bukti hasil yang jelas agar proses dan pencapaiannya dapat diketahui. Layout membantu menunjukkan dimana kegiatan dilakukan, sedangkan dokumentasi before and after membantu menunjukkan apa yang telah berubah setelah kegiatan dilaksanakan.

“Melalui layout dan dokumentasi before and after, kami ingin agar hasil kegiatan biopori tidak hanya terlihat dari proses pembuatannya, tetapi juga dapat diketahui lokasi dan hasil nyatanya. Layout membantu menunjukkan persebaran titik biopori, sedangkan dokumentasi before and after menjadi bukti visual perubahan kondisi lokasi setelah program dilaksanakan.”

Kegiatan pembuatan lubang biopori juga dapat menjadi bagian dari upaya sederhana dalam meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap pengelolaan lingkungan. Lubang biopori dapat ditempatkan pada area yang berpotensi menerima aliran air hujan, sekitar pemukiman, taman, maupun area sekitar pepohonan dengan tetap mempertimbangkan kondisi lahan.

Melalui program ini, Fadlian bersama KKN Tim II Undip 2026 berupaya memberikan kontribusi dalam pengelolaan lingkungan Desa Kranggan melalui pendekatan yang tidak hanya berorientasi pada pelaksanaan, tetapi juga pada pemetaan dan dokumentasi hasil. Dengan adanya layout titik biopori dan dokumentasi before and after, kegiatan diharapkan dapat menjadi arsip yang bermanfaat untuk mengetahui lokasi, memantau keberadaan, serta mendukung keberlanjutan pemeliharaan lubang biopori.

Dari satu titik biopori, dimulai langkah kecil untuk meningkatkan resapan air. Dari sebuah layout dan dokumentasi, setiap langkah tersebut dapat tercatat, terlihat, dan dipantau.