Roda Dua untuk Pendidikan: Perjuangan Mahasiswa di Tengah Tekanan Ekonomi
Tulisan dari Fahira Eka Badiah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Roda Dua untuk Pendidikan: Perjuangan Mahasiswa di Tengah Tekanan Ekonomi. Pendidikan membutuhkan biaya yang tidak sedikit bagi sebagian mahasiswa. Mahasiswa membutuhkan uang untuk membayar kuliah, membeli buku, memenuhi kebutuhan sehari-hari, dan membayar biaya transportasi. Kondisi tersebut mendorong sebagian mahasiswa mencari pekerjaan di sela-sela kegiatan perkuliahan. Salah satu pekerjaan yang banyak dipilih mahasiswa adalah menjadi pengemudi ojek online (ojol). Mahasiswa menjalankan pekerjaan tersebut untuk membantu memenuhi kebutuhan pendidikan dan kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, tekanan ekonomi mendorong mahasiswa untuk bekerja sambil tetap melanjutkan pendidikan.
Menjadi pengemudi ojol memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memperoleh penghasilan secara fleksibel. Mahasiswa dapat menentukan waktu bekerja sesuai dengan jadwal kuliah yang mereka miliki. Pengemudi menerima pesanan dari pelanggan melalui aplikasi dan mendapatkan penghasilan setelah menyelesaikan pesanan. Penghasilan tersebut dapat mahasiswa gunakan untuk membayar kebutuhan kuliah dan kebutuhan pribadi. Namun, mahasiswa juga harus membagi waktu antara bekerja dan belajar. Oleh karena itu, pekerjaan ojol memberikan peluang bagi mahasiswa untuk mendapatkan penghasilan tanpa harus meninggalkan pendidikan.
Roda Dua untuk Pendidikan: Perjuangan Mahasiswa di Tengah Tekanan Ekonomi. Mahasiswa pekerja menghadapi tantangan dalam membagi waktu antara kuliah dan pekerjaan. Mahasiswa mengikuti kegiatan perkuliahan pada siang hari dan mengambil pesanan ojol pada waktu tertentu. Aktivitas tersebut dapat membuat mahasiswa merasa lelah setelah menyelesaikan pekerjaan. Rasa lelah dapat mengurangi waktu mahasiswa untuk belajar dan mengerjakan tugas. Meskipun demikian, mahasiswa tetap berusaha menyelesaikan kewajiban akademiknya. Jadi, mahasiswa ojol harus mampu mengatur waktu agar pekerjaan tidak mengganggu pendidikan.
Pendapatan dari pekerjaan ojol dapat membantu mahasiswa memenuhi kebutuhan pendidikan. Mahasiswa menggunakan sebagian pendapatannya untuk membayar uang kuliah, membeli perlengkapan belajar, dan memenuhi kebutuhan transportasi. Mahasiswa juga dapat menyisihkan sebagian penghasilannya untuk kebutuhan keluarga. Pengelolaan pendapatan yang baik membantu mahasiswa menghindari pengeluaran yang tidak penting. Mahasiswa perlu menentukan prioritas antara kebutuhan kuliah, kebutuhan sehari-hari, dan keinginan pribadi. Karena itu, pekerjaan ojol juga mengajarkan mahasiswa untuk mengelola pendapatan secara lebih bijak.
Perjuangan mahasiswa yang bekerja sebagai ojol menunjukkan bahwa pendidikan dan kondisi ekonomi memiliki hubungan yang erat. Mahasiswa bekerja bukan hanya untuk mendapatkan penghasilan, tetapi juga untuk mempertahankan kesempatan memperoleh pendidikan. Mahasiswa menghadapi panas, hujan, kemacetan, dan rasa lelah ketika mencari penghasilan di jalan. Setelah menyelesaikan pekerjaan, mahasiswa tetap kembali ke ruang kelas untuk mengikuti perkuliahan. Perjuangan tersebut menunjukkan usaha mahasiswa dalam mencapai pendidikan yang lebih baik. Dengan demikian, roda dua menjadi salah satu jalan yang digunakan mahasiswa untuk tetap mengejar pendidikan di tengah tekanan ekonomi.
Pekerjaan sebagai ojol memang memberikan tantangan bagi mahasiswa, tetapi pekerjaan tersebut juga memberikan pengalaman ekonomi yang nyata. Mahasiswa belajar mengatur waktu, mengelola pendapatan, menentukan kebutuhan, dan bertanggung jawab terhadap keputusan ekonomi yang mereka ambil. Pengalaman tersebut dapat menjadi bekal bagi mahasiswa ketika memasuki dunia kerja setelah menyelesaikan pendidikan. Pendidikan tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi juga dapat diperoleh melalui pengalaman menghadapi kehidupan ekonomi secara langsung. Pada akhirnya, perjuangan mahasiswa di atas roda dua menjadi bagian dari proses mereka dalam mencapai pendidikan dan masa depan yang lebih baik.

