Tiga Inovasi RSI Siti Hajar, Dari ROSHI hingga Sistem Digital Terintegrasi

Instagram : @fahmiadimara
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Fahmi Adimara tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

SIDOARJO – Perubahan teknologi mendorong rumah sakit untuk tidak hanya meningkatkan kualitas layanan medis, tetapi juga membenahi cara berkomunikasi, mengelola data, dan membangun hubungan dengan masyarakat. Menjawab tantangan tersebut, Rumah Sakit Islam (RSI) Siti Hajar Sidoarjo memperkenalkan tiga inovasi yang menjadi bagian dari agenda transformasi digitalnya.
Dalam momentum Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, RSI Siti Hajar meluncurkan maskot ROSHI, Customer Relationship Management (CRM) berbasis Artificial Intelligence (AI), serta aplikasi SHIELD (Siti Hajar Informasi Eksekutif Lintas Data).
Ketiganya memiliki fungsi berbeda, tetapi berada dalam satu arah yang sama, yakni membangun organisasi rumah sakit yang lebih adaptif, terukur, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Direktur Utama RSI Siti Hajar Sidoarjo, Iqbal Faizin, mengatakan inovasi tersebut merupakan bagian dari budaya continuous improvement yang terus dikembangkan di lingkungan rumah sakit.
“Bagi kami, inovasi bukan sekadar menghadirkan teknologi baru. Yang paling penting adalah bagaimana inovasi tersebut mampu memberikan dampak nyata terhadap kualitas pelayanan dan pengalaman pasien,” ujar Iqbal.
ROSHI, Wajah Baru Semangat Inovasi
Dari tiga inovasi yang diperkenalkan, ROSHI menjadi representasi yang paling dekat dengan masyarakat. Maskot berbentuk roket tersebut membawa filosofi tentang keberanian untuk bergerak maju dan mencapai tujuan yang lebih tinggi.
Bentuk roket dipilih untuk menggambarkan semangat RSI Siti Hajar agar terus melakukan perbaikan dan tidak berhenti pada pencapaian yang sudah ada.
Namun, filosofi ROSHI tidak hanya tentang melesat. Di balik bentuk roket tersebut terdapat pesan untuk tetap membumi.
“Setinggi apa pun roket melesat, kami ingin tetap membumi. RSI Siti Hajar harus tetap menjadi tempat berpijak, sumber kekuatan pengabdian, dan pusat pelayanan yang dekat dengan masyarakat,” jelas Iqbal.
Dengan karakter tersebut, ROSHI diharapkan dapat menjadi bagian dari komunikasi RSI Siti Hajar, termasuk dalam edukasi kesehatan, kampanye sosial, kegiatan komunitas, hingga pengembangan identitas brand ke depan.
CRM AI, Mengubah Cara Rumah Sakit Berinteraksi
Jika ROSHI menjadi wajah komunikasi, CRM AI menjadi salah satu instrumen yang bekerja di balik layanan.
Sistem Customer Relationship Management berbasis AI dikembangkan untuk mengelola interaksi dengan pasien dan calon pasien melalui berbagai saluran komunikasi secara lebih terintegrasi.
Pengelolaan tersebut memungkinkan informasi dan komunikasi tidak lagi berjalan secara terpisah. Rumah sakit dapat memiliki gambaran yang lebih utuh mengenai interaksi dengan masyarakat sehingga proses tindak lanjut dapat dilakukan secara lebih terukur.
Iqbal menilai kecepatan respons memiliki peran penting dalam membangun pengalaman pasien.
“CRM pada dasarnya adalah strategi untuk meningkatkan interaksi dan kepuasan pasien. Tanpa respons yang cepat dan konfirmasi yang tepat, rumah sakit akan kehilangan prospek,” ungkapnya.
Pemanfaatan AI dalam sistem tersebut diarahkan sebagai alat bantu untuk meningkatkan efisiensi kerja, bukan menggantikan peran manusia dalam memberikan pelayanan.
SHIELD, Membawa Data Manajemen Lebih Dekat
Di sisi lain, RSI Siti Hajar juga memperkuat sistem pengawasan dan pengambilan keputusan melalui SHIELD.
Aplikasi Siti Hajar Informasi Eksekutif Lintas Data dirancang untuk memberikan akses terhadap informasi manajemen secara lebih cepat. Aplikasi ini tersedia pada perangkat Android dan iOS.
Melalui SHIELD, PCNU Sidoarjo selaku pemilik rumah sakit dapat memantau kondisi keuangan, termasuk pendapatan dan pengeluaran, secara lebih fleksibel.
Sistem tersebut menjadi bagian dari upaya membangun tata kelola yang semakin transparan dan berbasis data. Dengan informasi yang dapat dipantau secara real-time, proses evaluasi dan pengambilan keputusan dapat dilakukan berdasarkan kondisi aktual organisasi.
Satu Arah: Layanan yang Lebih Baik
Meski hadir dalam bentuk berbeda, ROSHI, CRM AI, dan SHIELD memiliki benang merah yang sama. Ketiganya diarahkan untuk mendukung RSI Siti Hajar menjadi organisasi yang lebih adaptif terhadap perubahan.
ROSHI memperkuat identitas dan komunikasi. CRM AI membantu membangun interaksi yang lebih responsif dengan pasien. Sementara SHIELD memperkuat pengelolaan informasi dan transparansi manajemen.
Ketiga inovasi tersebut juga tetap ditempatkan dalam kerangka nilai yang menjadi identitas RSI Siti Hajar, yakni pelayanan berbasis nilai Islami, kepedulian humanis, peningkatan kualitas, serta perluasan manfaat bagi masyarakat.
“Teknologi bukan tujuan akhir. Seluruh inovasi diarahkan untuk memberikan pelayanan yang lebih cepat, efektif, dan transparan bagi masyarakat,” tegas Iqbal.
Langkah tersebut menunjukkan bahwa transformasi digital RSI Siti Hajar tidak berhenti pada penggunaan teknologi. Lebih jauh, rumah sakit sedang membangun ekosistem baru yang menghubungkan brand, pelayanan, komunikasi, data, dan tata kelola dalam satu perjalanan menuju layanan kesehatan yang semakin modern.
Dan di antara perubahan tersebut, ROSHI hadir sebagai simbol perjalanan: terus meroket, terus berinovasi, tetapi tetap membumi pada nilai pengabdian.
