Konten dari Pengguna

Mengapa Pesanan Gojek Diberikan kepada Driver Tertentu?

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Fahreza Al Hazmi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pengemudi Gojek menanti pesanan di tengah padatnya lalu lintas perkotaan. cc: Afif Ramdhasuma/Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Pengemudi Gojek menanti pesanan di tengah padatnya lalu lintas perkotaan. cc: Afif Ramdhasuma/Unsplash

Pernah memesan GoRide, lalu mendapatkan driver dalam hitungan detik, sementara pengemudi lain juga sedang online di sekitar lokasi? Bagi pelanggan, proses ini mungkin terasa sederhana. Buka aplikasi, tentukan tujuan, lalu tunggu pengemudi datang.

Namun, di balik proses tersebut, ada sistem yang mengolah informasi untuk membantu mempertemukan pelanggan dengan mitra pengemudi. Lokasi penjemputan, informasi pengemudi, dan teknologi pencocokan menjadi bagian dari layanan yang berlangsung melalui aplikasi.

Pertanyaannya, bagaimana sistem tersebut membantu menentukan pengemudi yang menerima pesanan? Mengapa seorang driver mendapatkan order, sementara pengemudi lain yang juga sedang menunggu belum tentu mendapatkannya?

Untuk memahaminya, kita perlu melihat bagaimana Gojek memanfaatkan teknologi informasi dalam menjalankan layanan sehari-hari.

Disclaimer

Gojek tidak membuka rumus pembagian pesanannya kepada publik. Yang bisa dijadikan pegangan hanyalah pernyataan Gojek dan pihak yang bekerja sama dengannya, pemberitaan media, serta penelitian akademik berskala kecil.

Dari Telepon ke Data

Menurut halaman profil teknologinya, Gojek pada awalnya mencocokkan pelanggan dengan pengemudi secara manual lewat pusat panggilan. Aplikasi kemudian mengotomatisasi proses itu. Gojek pada awalnya mencocokkan pelanggan dengan pengemudi secara manual lewat pusat panggilan. Aplikasi kemudian mengotomatisasi proses itu.

Dalam wawancara di blog Google Maps Platform pada 2020, Andrew Brinson, pemimpin tim mobility marketplace Gojek saat itu, menyebut timnya mencocokkan driver dan pelanggan jutaan kali sehari, dengan mempertimbangkan harga yang optimal dan mengutamakan agar driver cepat tiba di lokasi.

Lokasi Menjadi Kunci

Dalam wawancara yang sama, Brinson menyebut fitur Nearby Drivers dipakai untuk mencocokkan pelanggan dengan driver terdekat, sehingga waktu jemput lebih singkat. Ia juga mengatakan layanan Google membantu Gojek memperoleh lokasi driver yang lebih akurat, termasuk di tempat bersinyal lemah, dan itu meningkatkan kualitas alokasi.

Artinya, titik jemput yang meleset atau GPS yang buruk berpotensi memperlambat pencocokan. Pelanggan menunggu lebih lama, dan driver bisa menempuh jarak lebih jauh dari seharusnya.

Jam Sibuk dan Jumlah Driver

Pesanan juga bergantung pada berapa banyak driver yang tersedia. Pada 2019, salah satu pendiri Gojek, Kevin Aluwi, menjelaskan bahwa machine learning dipakai untuk menjaga keseimbangan jumlah driver dan permintaan di suatu wilayah, Saat permintaan melonjak, efeknya terasa.

Menjelang Lebaran, Head of Driver Operations Gojek, Bambang Adi Wirawan, menjelaskan bahwa jam sibuk di Jakarta bisa dimulai sejak 15.30 dan memuncak pada 16.00-18.00 WIB, sementara sebagian mitra pulang kampung. Akibatnya, pesanan butuh waktu lebih lama diterima. Jadi, menunggu lama tidak selalu berarti aplikasi bermasalah

Cerita dari Lapangan

Skripsi berjudul Aksi Kolektif Pengemudi Gojek Melawan Aplikator di Kota Surabaya (UIN Sunan Ampel Surabaya, Juni 2026) mewawancarai pengemudi, pengurus komunitas, dan perwakilan organisasi pengemudi di Surabaya. Skripsi itu menyimpulkan bahwa mereka memaknai rating, ancaman suspend, dan perubahan insentif sebagai bentuk kontrol, dan sebagian mencoba membaca pola algoritma.

Pada Skripsi lain, Peran Aplikasi Gojek dalam Meningkatkan Pendapatan Driver Online (UIN Syekh Wasil Kediri, 2025) menyebut algoritma bersifat tertutup sehingga banyak mitra tidak tahu pasti bagaimana prioritas ditentukan. Skripsi itu juga menyebut variabel seperti jarak dan performa, tetapi kami tidak menemukan konfirmasi resmi Gojek, jadi anggap itu dugaan.

Penutup

Mengapa satu driver mendapat pesanan sementara yang lain belum? Jawaban pastinya hanya Gojek yang tahu, karena rumus pembagiannya tidak dibuka ke publik. Yang bisa dipegang: lokasi yang akurat dan jarak jemput menjadi faktor penting, keseimbangan jumlah driver dan permintaan ikut berpengaruh, dan jam sibuk membuat pencocokan lebih lama. Faktor seperti rating atau performa masih sebatas dugaan. Dalam kacamata sistem informasi manajemen, ini adalah siklus data menjadi keputusan: aplikasi mengumpulkan data (lokasi, jumlah permintaan), mengolahnya dengan algoritma pencocokan, menghasilkan keputusan berupa pesanan untuk driver tertentu, lalu hasilnya kembali menjadi data baru untuk memperbaiki sistem. Tantangannya, sistem yang efisien bagi perusahaan belum tentu transparan bagi mitranya. Jadi, titik jemput yang tepat membantu pencocokan lebih cepat, dan menunggu lama di jam sibuk belum tentu berarti aplikasi bermasalah.

Ditulis Oleh : Fahreza Al Hazmi, Destiana , Sefin Sofiyanto, Naufal Adi Nugroho