Konten dari Pengguna

Rasa Cinta Membawa Kinta Mengudara

Fahri Hardiansyah

Fahri Hardiansyah

Mahasiswa Jurnalistik Fikom Unpad

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Fahri Hardiansyah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi ruang siaran (sumber: Thinkstockphotos.com)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi ruang siaran (sumber: Thinkstockphotos.com)

Mungkin tidak semua orang seberuntung mahasiswi Fakultas Ilmu Komunikasi Unpad yang satu ini. Berawal dari ketertarikannya terhadap dunia radio, kini, cita-citanya menjadi seorang penyiar dapat terwujud. Ia adalah Devana Pavitra Kinta Pambudi atau orang biasa memanggilnya Kinta. Seorang penyiar OZ Radio Bandung yang bulan Maret lalu genap setahun menjadi seorang penyiar.

Kinta mulai tertarik pada dunia radio sejak ia masih kanak-kanak. Ketertarikannya pun berlanjut hingga ia duduk di bangku perguruan tinggi. Semasa kuliah, ia sempat beberapa kali mencoba peruntungannya untuk bergabung menjadi bagian dari radio kampus. Namun, hasil yang sama selalu ia terima. Predikat “penyiar radio kampus” masih belum menjadi miliknya.

Kegagalan tidak membuat Kinta putus harapan. Ia mencoba peruntungan lain di luar kampus. OZ Radio Bandung menjadi target selanjutnya. Waktu itu ia mendaftarkan diri untuk mengikuti program magang yang diselenggarakan oleh radio bewarna kuning-hitam tersebut. Kali ini menjadi keberuntungannya. Ia mendapat kesempatan untuk mencicipi dunia radio yang menjadi impiannya.

Ketika pertama kali bergabung dengan OZ Radio Bandung, Kinta tidak langsung menjadi penyiar. Waktu itu, ia hanya menjadi pengisi suara untuk membacakan berita di program OZ News. Dari sana, suara Kinta mulai didengar oleh banyak orang. Senior-seniornya di OZ Radio Bandung menyarankan kepada Kinta untuk mendaftarkan diri menjadi penyiar ketika ada lowongan.

Kinta yang menyukai dunia radio sejak dulu, justru mengaku tidak percaya diri ketika hendak mendaftar menjadi penyiar di OZ Radio Bandung. Alasannya karena saat itu persaingan untuk memperebutkan posisi penyiar sangat ketat. Banyak orang berlomba-lomba agar suara mereka dapat didengar melalui radio yang mengusung tema anak muda ini. Namun, ketakutannya itu berhasil ia kalahkan. Ia memberanikan diri untuk mengikuti seleksi.

Proses yang dilewati oleh Kinta bisa dibilang tidak mudah. Ia harus melewati serangkaian seleksi dan bersaing dengan ratusan pendaftar lainnya. Singkat cerita, ia terpilih ke dalam 25 orang yang berkesempatan untuk mengikuti pelatihan selama tiga bulan. Hasilnya, ia bersama tujuh orang lainnya mendapatkan kesempatan untuk mengudara bersama radio anak muda Bandung ini. Awal Maret tahun lalu merupakan siaran perdananya.

Masa-masa awal menjadi seorang penyiar merupakan momen yang berkesan bagi Kinta. Ia ingat betul bagaimana setiap sebelum memulai siaran, ia selalu melakukan pemanasan dengan cara berteriak-teriak. Menurutnya, cara tersebut mampu membuat suaranya keluar dengan sempurna dan menghasilkan artikulasi yang jelas.

“Biar ngurangin deg-degan juga, sih, di awal-awal sebenarnya,” kenang Kinta sambil tertawa.

Sebagai seorang penyiar, Kinta beranggapan bahwa memiliki suara bagus bukan menjadi hal yang utama. Menurutnya, ada hal yang lebih penting dari hanya sekadar suara bagus, yakni suara berkarakter. Seorang penyiar yang memiliki karakter suara yang kuat, menurut Kinta akan lebih mudah dikenali oleh pendengarnya.

“Alhamdulillah pas siaran di OZ Radio ini udah ada orang-orang yang notice di saat ngedenger radio kalau itu suara aku,” ucapnya.

Tidak hanya menyiapkan suara terbaiknya saja, Kinta juga selalu menyiapkan materi yang akan dibawakan ketika ia hendak mengudara. Ia yang memiliki latar belakang jurnalistik, mengaku sangat mudah untuk mencari sebuah berita dan mengemasnya menjadi sebuah materi siaran yang menarik. Menurutnya, sebuah materi dapat dikatakan menarik jika di dalamnya terdapat bridging, isi, lalu ditutup dengan punchline.

Setelah berhasil menjadi seorang penyiar, bukan berarti Kinta menutup diri untuk mencoba pekerjaan lain. Kinta sadar ketika menjadi seorang penyiar penghasilan yang ia peroleh tentu tidak terlalu besar. Apalagi dirinya yang masih berstatus sebagai penyiar pemula. Untuk saat ini, Kinta menjadikan siaran hanya sebatas hobinya saja dan belum terpikirkan untuk menjadi pekerjaan utamanya.

Meskipun ke depannya Kinta akan mencari pekerjaan lain, ia mengaku tidak ingin meninggalkan Bandung dan masih ingin tetap mengudara di radio. Karena bagi Kinta, radio bukan hanya tempat untuk menyalurkan hobinya saja, lebih dari itu, ia menemukan keluarga barunya di sana.