Konten dari Pengguna

Kisah Kupu-Kupu Malam dalam Lagu Doa Pengobral Dosa Karya Iwan Fals

Fachry Aziz Hasibuan

Fachry Aziz Hasibuan

Mahasiswa program studi Sastra Indonesia Universitas Pamulang

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Fachry Aziz Hasibuan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

pixabay.com
zoom-in-whitePerbesar
pixabay.com

Siapa sih yang tidak mengenal sosok Iwan Fals? sosok legenda musik di Indonesia yang berkarir dari tahun 1980. Iwan Fals yang dikenal lewat lagu-lagunya yang sarat dengan isu sosial, pengkritik aktif, memotret keadaan sosial Indonesia, dan biasa disebut "Suara Orang-Orang Pinggiran". Kalian tau gak? ada salah satu lagu Iwan Fals yang bercerita tentang curahan hati seorang PSK. Lagu ini berjudul Doa Pengobral Dosa berada pada album Prihatin tahun 1999. Dalam lagu ini Iwan Fals menceritakan kegiatan yang biasa dilakukan PSK.

Dalam lirik-liriknya Iwan Fals menceritakan kegiatan PSK. Ia menceritakan seorang PSK yang berada di gerbong kereta yang sudah tak terpakai lengkap dengan make up tebal dan sebatang rokok ditangan. Iwan menceritakan kegelisahan seorang PSK yang sudah tak berdaya karna tidak ada satupun tamu yang datang. PSK itu resah dan mengadu kepada Tuhan tentang nasibnya. Lalu ia berharap agar anak-anaknya besok dapat makan.

PSK yang selalu mendapat stigma negatif, Iwan Fals dalam lagunya sangat berpihak kepada seorang PSK. Dalam lagu ini kita akan diajak berfikir bahwa PSK adalah makhluk Tuhan yang sama dengan semua orang. Kita tidak boleh memandang rendah bahkan mengejek bahwa kupu-kupu malam itu tidak benar. Seorang PSK tidak akan menjadi penampung birahi jika tidak dihadapkan dengan kenyataan yang keras. Mereka terpaksa menjadi penampung birahi agar kebutuhan sehari-hari dapat terpenuhi.

Jadi, kita tidak boleh memberi stigma kepada siapapun tanpa mengetahui latar belakang seorang itu. Seorang PSK menjadi seperti itu karena terpaksa, bukan dia mau menjadi seperti itu. Kita harus mengetahui bahwa dunia itu kompleks. Ada yang baik serta buruk dan ada karena terpaksa serta karena kemauan sendiri.