Konten dari Pengguna

Bahaya Kebiasaan Mengisi BBM yang Tidak Sesuai Rasio Kompresi

Fahriza Henrissa Zafir

Fahriza Henrissa Zafir

Mahasiswa Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknologi Industri dan Informatika, Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Fahriza Henrissa Zafir tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi mengisi BBM sepeda motor. Foto: dok. AHM
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi mengisi BBM sepeda motor. Foto: dok. AHM

Penggunaan bahan bakar minyak (BBM) sering dianggap sepele oleh sebagian pengendara. Banyak yang memilih BBM hanya berdasarkan harga, tanpa memahami apakah jenis tersebut sesuai dengan spesifikasi mesin.

Padahal, ketidaksesuaian antara nilai oktan bahan bakar dan rasio kompresi mesin dapat berdampak serius, mulai dari penurunan performa hingga kerusakan komponen mesin.

Pengertian Nilai Oktan dan Rasio Kompresi

Nilai oktan atau Research Octane Number (RON) menunjukkan kemampuan bahan bakar dalam menahan tekanan sebelum terbakar secara spontan. Semakin tinggi rasio kompresi mesin, semakin tinggi pula nilai oktan yang dibutuhkan agar proses pembakaran berlangsung optimal.

Dampak Penggunaan BBM yang Tidak Sesuai

Penggunaan BBM beroktan rendah pada mesin dengan rasio kompresi tinggi dapat menyebabkan fenomena knocking atau detonasi dini. Kondisi ini ditandai dengan suara “ngelitik” pada mesin akibat pembakaran yang tidak terkontrol.

Jika dibiarkan, knocking dapat merusak piston, ring piston, hingga dinding silinder akibat tekanan dan suhu yang berlebihan.

Selain itu, penggunaan BBM yang tidak sesuai juga dapat menyebabkan misfiring atau kegagalan pembakaran. Ruang bakar menjadi cepat kotor, performa mesin menurun, bahkan berpotensi menyebabkan mesin mati secara tiba-tiba.

Sebaliknya, penggunaan BBM dengan oktan terlalu tinggi pada mesin berkompresi rendah juga tidak efisien karena pembakaran menjadi tidak optimal.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa mesin dengan rasio kompresi di atas 9:1 umumnya memerlukan BBM dengan RON minimal 90. Sementara itu, mesin dengan rasio kompresi 7–9:1 masih dapat menggunakan BBM dengan RON sekitar 88.

Ketidaksesuaian dalam pemilihan ini dapat menurunkan efisiensi bahan bakar hingga 5–8 persen serta meningkatkan konsumsi BBM.

Peningkatan rasio kompresi memang terbukti dapat meningkatkan torsi dan daya mesin. Misalnya, pada mesin yang menggunakan campuran etanol seperti E85, kenaikan rasio kompresi mampu meningkatkan performa secara signifikan.

Namun, peningkatan tersebut tetap harus diimbangi dengan pemilihan bahan bakar yang tepat agar tidak menimbulkan knocking.

Pengaruh terhadap Performa dan Emisi

Dampak lain yang sering luput dari perhatian adalah peningkatan emisi gas buang. Pembakaran yang tidak sempurna akibat ketidaksesuaian BBM akan menghasilkan emisi karbon monoksida (CO) dan hidrokarbon (HC) yang lebih tinggi.

Hal ini tidak hanya merugikan dari sisi efisiensi kendaraan, tetapi juga berkontribusi terhadap pencemaran udara dan berdampak pada kesehatan masyarakat.

Jenis BBM bensin yang umum digunakan di Indonesia memiliki variasi nilai RON, mulai dari 88 hingga 98. Perbedaan ini secara langsung memengaruhi performa mesin dan emisi yang dihasilkan.

Oleh karena itu, penting bagi pengguna kendaraan untuk memahami spesifikasi mesin masing-masing sebelum memilih bahan bakar.

Selain faktor teknis, penggunaan BBM juga dipengaruhi oleh berbagai hal seperti gaya berkendara, kondisi jalan, beban kendaraan, hingga perawatan mesin.

Berkendara dengan kecepatan stabil, melakukan servis rutin, serta menjaga tekanan ban tetap optimal dapat membantu meningkatkan efisiensi penggunaan bahan bakar.

Melihat jumlah kendaraan bermotor yang terus meningkat setiap tahun, kesadaran dalam penggunaan BBM yang tepat menjadi semakin penting.

Penggunaan bahan bakar yang tidak sesuai tidak hanya merugikan pemilik kendaraan, tetapi juga memperburuk kualitas lingkungan akibat meningkatnya emisi gas buang.

Cara Memilih BBM yang Tepat

Pengguna kendaraan disarankan untuk selalu merujuk pada buku manual kendaraan guna mengetahui rasio kompresi mesin dan jenis BBM yang direkomendasikan.

Saat memilih BBM, jangan hanya terpengaruh oleh harga. Pilih bahan bakar yang tepat untuk menjaga mesin tetap optimal, menghemat biaya perawatan dalam jangka panjang, serta membantu menciptakan lingkungan yang lebih sehat.