Waspada Rip Current, Arus Mematikan Di Negara Kepulauan

Institut Teknologi Sepuluh Nopember
Konten dari Pengguna
10 November 2020 14:59
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Tulisan dari Fahrizal Aziz Zain tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Penampakan Gelombang Pecah di Pantai
zoom-in-whitePerbesar
Penampakan Gelombang Pecah di Pantai
ADVERTISEMENT
Sebagai bagai negara kepulauan, Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki garis pantai yang panjang sebagai daya tarik wisata. Namun dibalik indahnya pantai Indonesia, terdapat bahaya yang mengancam. Salah satunya ialah arus rip (rip current) di laut selatan pulau jawa. Laut selatan atau yang biasa disebut laut kidul kerap kali menelan korban, yang sebagian besar merupakan wisatawan.
ADVERTISEMENT
Dilansir dari Kompas.com, pada 2019 terdapat 81 insiden orang terseret arus dengan 10 korban tewas. Dan hingga Mei 2020, tercatat sudah terjadi 29 insiden tersebut dengan satu korban tewas. Angka tersebut tentunya tidaklah sedikit. Arus rip dapat dikatakan sebagai bahaya yang selalu mengancam wisatawan pantai, baik wisatawan domestik maupun mancanegara.
Secara umum arus rip (rip current) dapat diartikan sebagai arus balik air laut yang bergerak dari pantai menuju tengah laut. Rip current adalah arus yang bergerak berbalik dari pantai menuju ke laut. Arus Rip dapat terjadi akibat gelombang pecah di pantai dengan berbagai karakteristik yang melintasi gelombang pecah dan dapat terjadi dalam kondisi energi gelombang yang tinggi maupun energi gelombang yang rendah (Brighton, et. al., 2013). Arus rip memiliki kcepatan lebih tinggi dari gelombang pada umumnya.
ADVERTISEMENT
Menurut Davis (1978), ada dua arus yang kembali ke laut, pertama, arus yang agak pelan, menyebar, dan tertekan ke dekat dasar laut, dan kedua, arus yang di dekat permukaan laut, sempit dan bergerak cepat ke arah laut. Arus yang pertama dikenal sebagai arus bawah (undertow current), sedang yang kedua dikenal sebagai arus rip (rip current). Arus rip dapat terjadi setiap waktu, mulai dari intensitas yang kecil pelan serta tidak berbahaya, sampai pada titik dimana dapat menyeret korban ke tengah laut. Terjadinya arus rip berkaitan erat dengan gelombang pecah yang dapat diakibatkan oleh kondisi gelombang tersebut, kontur batimetri laut maupun kondisi morfologi pantai.
Salah satu penyebab terbentuknya arus rip dikarenakan adanya arus pecah. Arus pecah yang tertiup angin ataupun yang terjadi pada saat air surut akan menjadi lebih kuat. Gelombang yang besar juga menciptakan arus rip. Arus seperti ini dapat mempengaruhi bahkan menerjang gekombang lain yang berada disekitarnya.
ADVERTISEMENT
Rip current juga dapat disebabkan oleh kondisi pantai itu sendiri , ketika arus melewati wilayah yang lebih cekung sempit seperti sebuah parit sehingga menyebabkan arus bawah menjadi lebih deras dibandingkan arus permukaan sehingga menyebabkan ilusi bahwa air terlihat tenang dari atas. Cekungan di dasar pantau dapat terjadi karena kumpulan pecahan dari arus pecah yang kembali menuju tengah laut, sehingga mengerosi dasaran pantai.
Adanya groin dan jetty juga mempengaruhi terciptanya arus rip. Adanya wilayah yang perairan yang sedikt menjorok ke daratan dan membentuk lengkungan, dapat menyebabkan sirkulasi gelombang yang berputar balik. Rip current pada kasus seperti ini terjadi di bawah struktur jetty dan groin dimana arus yang datang sejajar dari lengkungan bibir pantai akan dibelokkan secara drastis oleh adanya struktur tersebut. Menyebabkan arus menjadi pecah dan lebih deras di bagian terluar.
ADVERTISEMENT
Waspada Rip Current, Arus Mematikan Di Negara Kepulauan (281580)
zoom-in-whitePerbesar
Pada umumnya mekanisme sebuah gelombang dapat menjadi arus rip adalah sebagai berikut. Gelombang air laut yang datang menuju pantai akan membawa masa dan debit air dengan momentum searah dengan penjalarannya. Ketika gelombang tersebut menyentuh permukaan pantai akan menimbulkan pelepasan energi sehingga terbentuklah arus. Dalam tahapannya, air laut melewati beberapa zona hingga pecah di pantai. Menurut Dyer (1986) massa air tersebut nelewati empat zona yaitu zona air dalam, zona refraksi, surf zone, swash zone.
Arus ditimbulkan oleh gelomban ketika menyentuh pantai terbagi menjadi tiga jenis, yaitu arus sepanjang pantai (longshore current), arus rip (rip current), dan aliran balik (back flows/cross-shore flows/undertow current). Arus sepanjang pantai dominan terjadi ketika gelombang yang datang membentuk sudut lebih dari 5 derajat terhadap garis pantai. Arus rip dominan terjadi apabila daerah surf zone terdapat penghalang seperti bukit pasir dan celah celah, atau pada morfologi dasar laut yang berselang seling. Sedangkan arus balik terjadi apabila daerah surf zone tidak terdapat penghalang atau morfologi dasar laut yang seragam.
ADVERTISEMENT
Menurut Short (2007) ada empat tipe arus rip, yaitu: accretionary beach rip, erosional (atau migratory) beach rip, topographic rip, dan megarip. Accretionary beach rip mwerupakan arus rip pantai yang mengalami akresi (pertumbuhan dengan komponen luar). Terjadi ketika kondisi gelombang rendah dan ketika kondisi morfologi surf zone tetap, sehingga dapat terjadi berhari hari. Kecepatan arus berkisar 0,5 – 1 meter/detik, namun bisa mencapai 1,5 meter/detik jika ondisi rip sempit. Kedua, erosional (atau migratory) beach rip merupakan arus rip yang terjadi di antai yang mengalami erosi. Arus ini menyebabkan sedimen transport yang cukup besar dengan ketinggian gelombang yang dapat mencapai 1,5 meter. Kecepatan arus ini sendiri berkisar 1,5 – 2 meter/detik.
ADVERTISEMENT
Selanjutnya, topographic rip ialah arus rip yang dipengaruhi oleh kondisi topografi seperti adanya karang, groin dan jetty. Terakhir, megarip merupakan topographic rip dalam skala yang lebih besar. Arus ini terjadi ketika terdapat lekukan topografi yang mencapai 3 – 4 km. Tinggi gelombang mencapai 3 meter lebih dengan panjang mencapai 1 km dari pantai. Kecepatan gelombag ini mencapai 3 meter/ detik.
Di pantai Indonesia seperti di pantai selatan pulau jawa, yang kondisi pantainya relatif terjal dan bebatuan menyebabkan seringkali terjadi rip current. Untuk menghindari adanya korban dari arus rip hendaknya mengadakan penelitian lebih lanjut serta pemetakan daerah rawan arus rip untuk pantai wisata. Secara visual, wisatawan dapat melihat rip current dari celah pada pola gelombang yang datang dan dengan meninjau gradasi warna permukaan air laut.
ADVERTISEMENT
Menurut Davis (1978) kehadiran arus rip dapat diketahui dari kehadiran jalur air keruh atau gelembung-gelembung buih yang memanjang melintasi surf zone dan breaker zone. Selain itu, arus rip dapat dideteksi sebagai gap atau celah pada garis gelombang yang datang ke pantai (stony Brook university, 2009).
Apabila sesorang terbawa arus rip, hendaknya untuk tidak melawan arah arus melainkan dengan berjalan untuk keluar dari zona arus rip secara perlahan dengan membentuk sudut. Korban juga diharap untuk tidak panik serta meminta pertolongan kepada penjaga pantai maupun orang sekitar.
Referensi
Kusmanto, E., Setyawan, W.8.,2011. Arus Rip di Teluk Parigi dan Pantai Pangandaran. Ikatan Sarjana Oseanologi lndonesia (ISOI), Jakarta: 65 h.
ADVERTISEMENT
N. Khoirunnisa, H. Hariyadi, and A. Rifai, "Pemetaan Zona Rip Current sebagai Upaya Peringatan Dini Untuk Bahaya Pantai (Lokasi Kajian : Pantai Kuta Bali)," Journal of Oceanography, vol. 2, no. 2, pp. 151-160, May. 2013. [Online]
R. Setyawan, H. Setiyono, and B. Rochaddi, "Sudi RIP CURRENT Di Pantai Taman, Kabupaten Pacitan," Journal of Oceanography, vol. 6, no. 4, pp. 639 – 649, Oct. 2017.
https://yogyakarta.kompas.com/read/2020/07/24/16312461/rip-current-penyebab-banyaknya-wisatawan-terseret-arus-pantai-selatan?page=all
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·