Konten dari Pengguna

Ciuman Massal di Bali: Sudah Biasa dan Justru Jadi Ritual Sakral?

Faisal

Faisal

Hallo...saya seorang mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan di Universitas Pamulang.

·waktu baca 1 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Faisal tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Omed-omedan: Tradisi Tarik-Menarik (dan Sedikit Cium-Ciuman) yang Justru Suci - Sumber Bing AI
zoom-in-whitePerbesar
Omed-omedan: Tradisi Tarik-Menarik (dan Sedikit Cium-Ciuman) yang Justru Suci - Sumber Bing AI

Di Bali, setelah suasana hening Hari Nyepi… warga Banjar Kaja langsung heboh!

Mereka rame-rame berciuman massal. Iya, kamu nggak salah baca.

Tapi jangan mikir aneh-aneh dulu, tradisi ini disebut Omed-omedan, dan justru dianggap suci dan penuh makna.

💋 Tradisi yang Bikin Deg-Degan

Pemuda dan pemudi usia 17–30 tahun dibagi dua barisan. Mereka saling tarik, peluk, bahkan kadang… yaa, nyenggol pipi dan bibir 😳

Kebablasan? Panitia siap siaga nyiram pakai air ember. Bukan nahan baper, tapi biar adem suasananya 😆

🔮 Asal-usul: Dari Penyembuhan ke Penolak Bala

Legenda lokal menyebutkan seorang raja yang sembuh dari sakit berat setelah menyaksikan keramaian ini. Sejak itu, Omed-omedan jadi ritual tahunan setelah Nyepi untuk tolak bala dan mempererat rasa kekeluargaan.

🧠 Lebih dari Sekadar Pelukan

Meski terlihat absurd bagi orang luar, bagi masyarakat lokal, ini bentuk penghormatan warisan leluhur dan simbol bahwa setelah keheningan, hadir kembali semangat hidup.

Kalau dapat pelukan pas Omed-omedan, katanya bisa jadi pertanda jodoh. Tapi ya… jodoh dijemput, bukan ditarik 😜