Konten dari Pengguna

Demonstrasi : Pandangan, Sebab-Akibat, Langkah Menuju Indonesia Lebih Baik

fairuz muhammad

fairuz muhammad

Mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari fairuz muhammad tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

https://www.istockphoto.com/id/foto/wanita-berteriak-melalui-megaphone-sambil-berbaris-memprotes-protes-gm1255363581-367226790?phrase=demonstrasi
zoom-in-whitePerbesar
https://www.istockphoto.com/id/foto/wanita-berteriak-melalui-megaphone-sambil-berbaris-memprotes-protes-gm1255363581-367226790?phrase=demonstrasi

Menurut KBBI demonstrasi/démonstrasi artinya adalah pernyataan protes yang dikemukakan secara massal, unjuk rasa.

Demonstrasi adalah aksi protes atau menyuarakan penolakan atas kebijakan pemerintahan yang mereka anggap tidak mengedepankan kepentingan rakyat dan merugikan masyarakat (Firdaus, 2014).

Aksi demonstrasi merupakan bentuk dari pernyataan sikap, penyuaraan pendapat, opini, atau tuntutan yang dilakukan oleh sejumlah masa dengan teknik tertentu agar mendapat perhatian dari pihak yang dituju tanpa menggunakan birokrasi. (Tur Santoso 2009)

Maka dapat disimpulkan demonstrasi merupakan sikap/aksi unjuk rasa, penyuaraan pendapat, opini, atau tuntutan dari kebijakan pemerintah yang mereka anggap dapat merugikan masyarakat.

Aksi demonstrasi juga merupakan bentuk pernyataan sikap pendapat dan opini yang dilakukan oleh sekelompok orang yang dilakukan untuk mengapresiasi suatu maksud atau tujuan tertentu.

Dalam perspektif/pandangan sosiologi unjuk rasa merupakan bagian yang lumrah dari di namika masyarakat yang sedang berubah atau bisa disebut sebagai "changing society".

Sudah tidak asing lagi apabila kita mendengar kata "Demonstrasi", perihal ini tentu telah didengar oleh telinga banyak orang, entah dari kasus "Omnimbus Law" yang menjadi kontroversi atau "RUKHP" yang terjadi di gedung DPR pada 2019 lalu, serta lain-lainnya.

Aksi demonstrasi biasanya terjadi ketika matinya jalur penyampaian aspirasi atau buntu nya metode dialog. Aksi demonstrasi bukan saja dipandang sebagai ekspresi masyarakat yang wajar melainkan juga sebagai penerapan "prinsip demokrasi" dalam kehidupan pluralistik.

Dibalik dari aksi demonstrasi sebenernya terdapat keinginan dari masyarakat yang tidak dapat terwujud akibat dari matinya jalur dialog antara pemerintah, rakyat, dan mahasiswa. para masyarakat dan mahasiswa mengingkan bahwa aspirasi mereka dapat diterima oleh lembaga atau pemerintah agar kebijakannya dapat diterima dan adil.

Namun terkadang banyak dari mereka yang memiliki kuasa akan suatu hal (pemerintah) tutup mata ketika aksi demonstrasi ini terjadi, mereka menganggap bahwa aspirasi mereka (masyarakat) hanya sebatas angin lalu saja dan kurang diperhatikan oleh pemerintah.

Ketika masyarakat mengadakan demonstrasi, mereka melakukannya dengan tujuan tertentu. Tujuan utama demonstrasi adalah untuk meningkatkan kesadaran akan isu atau keprihatinan tertentu. Demonstrasi juga bertujuan untuk mempengaruhi opini publik.

Dengan menyuarakan keprihatinan mereka (masyarakat), para peserta dapat terlibat dalam dialog yang bermakna dan konstruktif dengan mereka (pemerintah) yang mempunyai kekuasaan, mendesak reformasi dan menuntut akuntabilitas.

Oleh karna itu aksi demonstrasi dilindungi oleh undang-undang positif, hal ini tertulis dalam UUD 1945 pasal 28 dengan amandemen nya yang berbunyi “Setiap orang berhak atas kebebasan berserikat, berkumpul, dan mengeluarkan pendapat.”

Hal ini juga tertulis dalam UU No 9 tahun 1998 tentang Mekanisme Penyampaian Pendapat di Muka Umum.

Undang-Undang ini menegaskan bahwa panitia aksi harus mem- berikan surat pemberitahuan aksi kepada kepolisian setidaknya 3 hari menjelang hari pelaksanaan, didalamnya harus terdapat penanggung -jawab, waktu pelaksanaan, isu yang dibahas dan bentuk aksi nya.

Maka dari itu masyarakat tidak bisa semena-mena melakukan demonstrasi, melainkan didalamnya harus terdapat unsur yang jelas, alasan yang logis, dan data-data yang bersifat faktual.

Setiap kita melakukan sebuah aksi tentu didalamnya terdapat beberapa penyebab/alasan mengapa kita melakukan sebuah demonstrasi, Berikut adalah beberapa contoh penyebab terjadinya demonstrasi :

Sebab Demonstrasi

https://www.istockphoto.com/id/foto/kerjasama-pelayanan-yang-baik-konsultasi-pengusaha-wanita-dan-pengacara-laki-laki-gm1057613520-282640368?phrase=undang+undang

1.Adanya penyimpangan dalam sistem pemerintahan

Penyimpangan dalam sistem pemerintahan dapat menjadi salah satu faktor yang memicu terjadinya demonstrasi. Penyimpangan ini mencakup ketidakpatuhan terhadap prinsip-prinsip demokrasi, pelanggaran hak asasi manusia, tindakan korupsi, kebijakan yang tidak adil, atau keputusan pemerintah yang dianggap merugikan masyarakat secara luas.

2.Terjadinya perubahan yang bertentangan dengan undang-undang

Terjadinya perubahan yang bertentangan dengan undang-undang juga menjadi salah satu penyebab terjadinya demonstrasi. Perubahan-perubahan tersebut bisa berupa kebijakan, undang-undang, atau tindakan pemerintah lainnya yang dianggap melanggar prinsip-prinsip hukum atau konstitusi.

3.Sistem yang dipilih tidak sesuai fungsi

Terjadinya demonstrasi karena sistem yang dipilih tidak sesuai fungsi dapat merujuk pada kekecewaan masyarakat terhadap sistem pemerintahan atau kebijakan yang dianggap tidak memenuhi fungsi dan tanggung jawabnya dengan baik.

Itulah beberapa contoh penyebab terjadinya demonstrasi, demonstrasi tidak hanya terjadi tanpa unsur yang jelas melainkan didalam nya juga terdapat beberapa masalah-masalah yang bersimpangan dengan keinginan masyarakat, yang dimana kesimpangan tersebut dapat menimbulkan sebuah aksi/demonstrasi.

Demonstrasi besar-besar an juga dapat berdampak buruk pada suatu negara, berikut adalah beberapa dampak dari adanya demonstrasi :

Dampak Dari Demonstrasi

https://www.istockphoto.com/id/foto/cranes-membangun-uang-gm664557176-120977075?phrase=ekonomi+pembangunan

1.Menganggu stabilitas ekonomi negara

Menganggu stabilitas ekonomi negara adalah salah satu akibat serius dari demonstrasi besar-besaran. Demonstrasi yang bersifat massal dan dapat memengaruhi aktivitas ekonomi dapat menimbulkan sejumlah dampak negatif terhadap stabilitas ekonomi suatu negara. Salah satu contoh dampak yang dapat terjadi ialah investasi menurun, Gangguan Terhadap Produksi dan Layanan, Penurunan Konsumsi, dll.

2.Menghambat pembangunan dan modernisasi

Menghambat pembangunan dan modernisasi adalah salah satu akibat serius dari demonstrasi terutama ketika protes massa dan ketidak-stabilan politik berdampak pada keberlanjutan proyek-proyek pembangunan dan modernisasi. Berikut adalah beberapa contoh yang dapat kita ambil :

  1. Tertundanya Proyek Infrastruktur : Demonstrasi yang menyebabkan ketidakstabilan politik seringkali dapat menghambat proyek infrastruktur yang diperlukan untuk pembangunan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan.

  2. Investor Menarik Diri : Keamanan dan stabilitas politik merupakan faktor kunci bagi investor untuk berkomitmen pada proyek-proyek pembangunan.

3.dapat menimbulkan korban jiwa akibat provokasi dari akibat demonstrasi

Maksud dari pernyataan "dapat menimbulkan korban jiwa akibat provokasi dari akibat demonstrasi" mengacu pada potensi bahaya atau risiko kesehatan dan keselamatan yang dapat terjadi ketika demonstrasi dipicu oleh tindakan provokatif. contohnya konfrotansi dengan aparat, penggunaan senjata atau kekerasan fisik, dan hal-hal yang dapat menimbukan korban jiwa pada aksi demonstrasi.

Nah, itulah beberapa dampak atau akibat dari adanya demonstrasi, demonstrasi tidak hanya berdampak bagi diri sendiri atau pemerintah namun juga dapat menimbulkan efek negatif untuk negara kita sendiri, maka dari itu penting bagi kita untuk selalu menjaga keamanan serta kedamaian dalam menyampaikan aspirasi.

Boleh saja kita sebagai masyarakat Indonesia untuk bebas dalam berpendapat tetapi kita juga harus tetap mematuhi peraturan, keamanan, serta kedamaian dalam berkehidupan dan tentu saja kita harus menahan diri dari sikap anarkis agar terhindar dari korban jiwa dan kerusakan-kerusakan fasilitas umum akibat dari adanya demonstrasi.

Langkah" Mengatasi Demonstrasi

https://www.istockphoto.com/id/foto/polisi-wanita-muda-membandingkan-pernyataan-tersangka-dengan-dokumen-file-gm1027397078-275463689?phrase=negoisasi+polisi

Sebagai pemuda Indonesia tentu saya menyiapkan beberapa cara untuk mengatasi terjadinya demonstrasi, cara-cara yang dapat digunakan untuk mengatasi masalah tersebut ialah :

  1. bernegosiasi atau meminta tanggapan awal yang jelas dari pihak tujuan. Hal ini memerlukan pendekatan yang hati-hati dan strategis, seperti komunikasi terbuka, pemahaman terhadap tuntutan demonstran, serta pendekatan.

  2. memberikan himbauan edukatif terkait larangan demo anarkis, melakukan rehabilitasi dan konsolidasi, serta menerapkan hukum secara profesional yang sesuai situasi dan kondisi.

itulah beberapa cara yang dapat dilakukan ketika terlibat dalam aksi demonstrasi, sebagai masyarakat indonesia tentu kita harus berpendapat agar sistem di indonesia tetap berjalan sesuai yang di inginkan, tidak lupa juga untuk selalu menaati peraturan dan keamanan yang berlaku untuk menjadi indonesia yang lebih maju dan sehat.

Refrensi :

Artrisdyanti, R. O., & Mulia Putri, V. K. (2023, 05 19). Pergolakan Daerah dan Demonstrasi: Sebab, Akibat, dan Cara Mengatasi. Retrieved from kompas.com: https://www.kompas.com/skola/read/2023/05/19/100000669/pergolakan-daerah-dan-demonstrasi--sebab-akibat-dan-cara-mengatasi?page=all

atmajaya, u. (2003). aksi unjuk rasa/demonstration. aksi unjuk rasa/demonstration, 39. Retrieved from e-journal.uajy: https://e-journal.uajy.ac.id/26356/4/170906371%202.pdf

Bandung, U. (2020). Pengertian, tujuan, latar belakang demonstrasi. Demonstrasi, 12.

Bandung, U. (n.d.). latar belakang, tujuan demonstrasi. demonsa, 12. Retrieved from https://etheses.uinsgd.ac.id/34300/4/4_BAB%20I.pdf

Pranadji, T. (n.d.). Demonstration (and Radicalism) and Its Coping Management within the. demonstration, 12.