Konten dari Pengguna

FOMO: Ketika Takut Ketinggalan Membuat Kita Lelah

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Faishal Fadhlullah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi: Dibuat dengan bantuan AI
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi: Dibuat dengan bantuan AI

FOMO (Fear of Missing Out) adalah rasa takut ketinggalan tren, aktivitas, atau pengalaman yang sedang dinikmati orang lain. Perasaan ini sering muncul ketika kita melihat kehidupan orang lain di media sosial dan merasa harus ikut agar tidak tertinggal.

Istilah FOMO mulai banyak dibahas dalam penelitian psikologi dan penggunaan media sosial. Penelitian Przybylski dan rekan-rekannya menjelaskan bahwa FOMO berkaitan dengan keinginan untuk terus mengetahui apa yang sedang dilakukan orang lain.

Media Sosial Bisa Memperkuat FOMO

Ilustrasi: DIbuat dengan bantuan AI

Media sosial membuat kita bisa melihat aktivitas orang lain hampir setiap saat. Kita melihat teman sedang nongkrong, berlibur, menghadiri acara, atau membeli sesuatu yang sedang tren.

Masalahnya, yang kita lihat biasanya hanya bagian tertentu dari kehidupan mereka. Akibatnya, kita bisa merasa kehidupan orang lain lebih seru daripada kehidupan sendiri.

Sebuah meta-analisis yang membahas 85 penelitian menemukan adanya hubungan antara FOMO dan penggunaan internet yang bermasalah. Namun, hubungan tersebut tidak berarti bahwa FOMO secara langsung menyebabkan masalah penggunaan internet.

FOMO Bisa Membuat Kita Lelah

FOMO tidak selalu terlihat sebagai masalah besar. Kadang bentuknya sederhana, seperti terus mengecek media sosial karena takut ada sesuatu yang terlewat.

Kalau dilakukan terus-menerus, kita bisa menjadi sulit menikmati waktu sendiri. Kita juga bisa merasa harus selalu mengikuti tren, menerima semua ajakan, atau membeli sesuatu hanya karena orang lain memilikinya.

Padahal, tidak semua hal yang sedang ramai harus kita ikuti.

Cara Mengurangi FOMO

Ilustrasi: Dibuat dengan bantuan AI

Salah satu cara sederhana adalah mulai membedakan antara apa yang benar-benar kita inginkan dan apa yang hanya kita ikuti karena orang lain.

Kita juga bisa mengurangi waktu melihat media sosial, tidak terlalu sering membandingkan diri dengan orang lain, dan belajar menikmati kegiatan tanpa harus selalu membagikannya di internet.

Pada akhirnya, ketinggalan sebuah tren bukan berarti kita ketinggalan kehidupan. Kita tidak harus selalu hadir di setiap tempat atau mengikuti semua hal yang sedang ramai.

Tidak semua yang sedang viral harus kita ikuti. Kadang, berhenti sejenak justru membuat kita lebih menikmati hidup sendiri.