Konten dari Pengguna

Nabi Muhammad Saw : Manusia Mulia Pembawa Risalah

Faisol Krasis Zoldyck
Pengajar di MTs Muhammadiyah 1 Pare Kepala Pengelola MCC (Muhammadiyah Children Center) Gurah
30 Agustus 2025 15:25 WIB
·
waktu baca 5 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kiriman Pengguna
Nabi Muhammad Saw : Manusia Mulia Pembawa Risalah
Kemuliaan Akhlaq Nabi Muhammad Saw bukti cerminan al-Qur'an itu sendiri. Baik pribadi kepada non Islam maupun kepada sesama islam (umatnya)
Faisol Krasis Zoldyck
Tulisan dari Faisol Krasis Zoldyck tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Desain M. Faisol Teguh Fahmi (30/08/2025)
zoom-in-whitePerbesar
Desain M. Faisol Teguh Fahmi (30/08/2025)

Mengulas kemuliaan akhlak Nabi Muhammad Saw

ADVERTISEMENT
Muhammad itulah nama yang diberikan Abdul Munthalib kepada cucunya. Beliau lahir tanggal 12 Rabiul Awwal tahun gajah dari rahim seorang wanita yang mulia yakni Ibunda Siti Aminah, sangat beruntung wanita itu yang telah melahirkan sosok pemimpin para Nabi sekaligus penyelamat manusia dari murka Allah SWT. Disebut tahun gajah karena pada tahun itu tentara gajah yang di pimpin oleh Abraha hendak menghancurkan Ka'bah, akan tetapi Allah Swt Sang Pemilik Ka'bah menjaganya dari pasukan Abraha tersebut.
ADVERTISEMENT
Nabi Muhammad Saw merupakan Nabi terakhir penutup para Nabi dan Rasul. Dalam kitab Al-Lu'lu wal Marjan nomor hadits 1473 halaman 1090 diriwayatkan melalui Sahabat Abu Hurairah ra mendengar Rasululloh saw bersabda : "Perumpamaanku dan Nabi-Nabi sebelumku seperti seseorang yang membangun suatu rumah lalu dia membaguskannya dan memperindahnya, kecuali ada satu labinah (tempat lubang batu bata yang tertinggal sebelum diselesaikan) yang berada di salah satu sudut rumah tersebut. Manusia kemudian mengelilinginya dan terkagum-kagum sambil berkata, 'Duh, seandainya ada orang yang meletakkan labinah (batu bata) di tempatnya ini (menutupi)'" Beliau bersabda, "Maka akulah labinah itu dan aku adalah penutup para Nabi." (HR. Bukhari, Kitab: "Budi Pekerti"(61), bab : Penutup para nabi (18)). Hadits ini juga diriwayatkan sahabat Jabir bin Abdulloh ra.
ADVERTISEMENT
Dari ribuan Nabi dan ratusan Rasul yang memiliki hak istimewa hanyalah Baginda Muhammad Saw. Bagaimana tidak, seberapa besar dosa yang diperbuat oleh umatnya ketika di hari perhitungan yang paling sibuk mencari umatnya adalah beliau. Nabi yang lainnya tidak bisa menyelamatkan umatnya karena batas waktu telah diberikan ketika masih di dunia.
Kasih sayang baginda Rasululloh SAW kepada umatnya tersebut tertulis dalam Hadits Qudsi nomor 339 ihwal hadits " Pada hari Kiamat, umat manusia saling berbaur dan berdesakan satu sama lain, lalu mereka mendatangi para Nabi mulai dari Nabi Adam, Ibrahim, Musa, Isa dan terakhir Nabi Muhammad agar memintakan syafaat kepada Rabb semesta alam". Secara singkat dalam hadits yang memiliki matan yang panjang tersebut bahwa yang bisa memberi syafaat hanyalah Rasululloh SAW, beliau mencari umatnya yang ada di Neraka kemudian bersujud dan memuji Allah SWT yang Maha Agung agar dikeluarkan dari dalam Neraka. Hal tersebut dilakukan oleh Rasululloh Saw berkali-kali agar umatnya di keluarkan dari Neraka kemudian dimasukkan ke Surga Allah Swt.
ADVERTISEMENT
Berbeda dengan Nabi dan Rasul yang diutus sebelum beliau, Nabi Muhammad Saw selain mendapatkan keistimewaan memberikan syafaat di akhirat kelak juga memiliki banyak keistimewaan dan kemuliaan saat di dunia. Diantaranya yakni ketika masih kecil beliau dijaga Allah SWT dari aib kenabian, saat menjadi kuli untuk merenovasi Ka'bah sarung beliau terlepas karena terinjak kaki beliau. Untuk menjaganya Allah SWT membuat Nabi Saw pingsan agar dikemudian hari orang kafir Kuraisy tidak bisa mencari celah untuk mengolok-olok status kenabian beliau.

Kasih sayang Nabi kepada orang yang menghinanya

Kemuliaan akhlak beliau tidak hanya disitu, $ dikisahkan ada seorang pengemis Yahudi yang sangat muak ketika ada orang menyebut nama Muhammad.$ Cacian dan hinaan terhadap Nabi Saw dia lontarkan setiap hari karena saking bencinya terhadap Rasululloh Saw. Saat Rasululloh Saw mengetahuinya beliau tidak menunjukkan kemurkaan melainkan kasih sayang layaknya kasih sayang orang tua kepada anak. Beliau pulang untuk mengambil makanan kemudian menyuapkan ke orang Yahudi tersebut sampai beliau wafat. Hal ini tidak diketahui oleh orang Yahudi tersebut bahwa yang senantiasa menyuapinya dengan kasih sayang merupakan orang yang setiap hari dia caci maki dan dia hina.
ADVERTISEMENT

Nabi tidak pernah Marah

Kisah di atas sangat masyhur di kalangan pendakwah, akhlak beliau terhadap sesama manusia meskipun berbeda keyakinan begitu mulia apalagi terhadap umatnya. Masih dalam Kitab al-Lu'lu wal Marjan Nomor Hadits 1472 menceritakan pengalaman Anas ra bahwasannya selama menjadi pelayan Nabi Saw selama sepuluh tahun. Anas tidak pernah mendengar Nabi Saw berkata kepadanya dengan kata,'Uh', atau 'mengapa kamu lakukan ini?' atau 'mengapa kamu tidak lakukan ini?" (HR. Bukhari dalam Kitab Adab (78), Bab : akhlak yang mulia dan dermawan dan yang dibenci dari kekikiran (39))

Sifat dan keutamaan Nabi Saw disebutkan dalam Taurat

Bab 19 pada Hadits Qudsi nomor 500 diterangkan bahwa Allah berfirman dalam Taurat : "Wahai Nabi, sungguh Kami mengutus engkau untuk menjadi saksi, pembawa gembira, dan pelindung bagi orang-orang yang tidak bisa baca tulis. Engkau adalah hamba dan Rasul-Ku, Aku menyebutmu al-Mutawakkil (yang berserah diri).' Dia (Nabi Saw) bukan orang yang keras lagi berhati kasar, tidak suka berteriak di pasar, tidak membalas keburukan dengan keburukan pula, dan suka memaafkan dan mengampuni orang lain. Allah tidak akan mewafatkan beliau hingga Dia menegakkan agama yang lurus melalui dirinya, sampai mereka mengucapkan :'La ilaha illallah,' sehingga dengan (agama) itu Allah membuka mata orang yang buta, membuka telinga orang tuli, dan membuka hati yang tertutup."
ADVERTISEMENT
Masih banyak keistimewaan dan kemuliaan akhlak Nabi Muhammad Saw baik kepada orang yang tidak beriman kepada Allah SWT maupun kepada umatnya. Kita sebagai umatnya berharap agar mendapatkan pertolongan Allah Swt dan Rasululloh Saw. 12 Rabiul Awwal 1447 H merupakan moment untuk mentadaburi akhlak Rasululloh Saw meskipun tidak hanya ditanggal itu saja. Semoga dengan membaca risalah kehidupan Nabi kita berhak mendapatkan Syafaatnya. Aaamiiin.
Penulis : M. Faisol Teguh Fahmi, S.Ag.