Muharam: Mengapa Disebut Salah Satu Bulan Haram?

Mahasiswi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Faizah Adilah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Mengapa Disebut Salah Satu Bulan Haram
Dalam kalender Hijriah, terdapat empat bulan yang dikenal sebagai asyhurul hurum atau bulan-bulan haram, yaitu Dzulkaidah, Dzulhijah, Muharam, dan Rajab. Muharam menjadi salah satunya karena memiliki keistimewaan yang telah dijelaskan secara jelas dalam Al-Qur'an dan hadis Nabi Muhammad SAW.
Istilah "haram" di sini bukan bermakna negatif seperti dilarang atau tercela, melainkan menunjukkan kehormatan dan kemuliaan. Pada bulan-bulan haram ini, umat Islam dilarang melakukan peperangan atau pertumpahan darah, serta dianjurkan untuk memperbanyak amal saleh.
Allah SWT berfirman :
اِنَّ عِدَّةَ الشُّهُوْرِ عِنْدَ اللّٰهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِيْ كِتٰبِ اللّٰهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ مِنْهَآ اَرْبَعَةٌ حُرُمٌۗ ذٰلِكَ الدِّيْنُ الْقَيِّمُ ەۙ فَلَا تَظْلِمُوْا فِيْهِنَّ اَنْفُسَكُمْ وَقَاتِلُوا الْمُشْرِكِيْنَ كَاۤفَّةً كَمَا يُقَاتِلُوْنَكُمْ كَاۤفَّةًۗ وَاعْلَمُوْٓا اَنَّ اللّٰهَ مَعَ الْمُتَّقِيْنَ ٣٦
"Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan... di antaranya empat bulan haram." (QS. At-Taubah: 36)
Keutamaan dan Ibadah di Bulan Muharam
Muharam adalah awal tahun baru Hijriah. Dalam Islam, pergantian tahun bukan sekadar momentum kalender, tetapi juga menjadi waktu yang tepat untuk muhasabah (introspeksi diri), memperbaiki ibadah, dan memperbanyak amal saleh. Salah satu amalan utama yang dianjurkan adalah puasa Tasu’a dan Asyura, yaitu pada tanggal 9 dan 10 Muharam.
Nilai Historis : Peristiwa Karbala
Selain aspek ibadah, Muharam juga menyimpan nilai sejarah penting dalam Islam. Salah satunya adalah peristiwa Karbala, yang terjadi pada 10 Muharam 61 H. Dalam peristiwa ini, cucu Nabi Muhammad SAW, Imam Husain bin Ali, syahid dalam perjuangannya melawan kezaliman. Peristiwa tersebut dikenang sebagai simbol keteguhan, keberanian, dan perjuangan menegakkan kebenaran, sekalipun dalam kondisi yang sangat berat.
Bagi banyak Muslim, peristiwa Karbala menjadi bahan refleksi untuk menanamkan nilai-nilai keadilan, kesabaran, dan keberanian dalam kehidupan sehari-hari.
Muharam bukan sekadar bulan pertama dalam kalender Hijriah, tetapi juga bulan suci yang penuh hikmah dan pengingat spiritual. Di dalamnya terkandung ajakan untuk memperbaiki diri, memperkuat ibadah, serta merefleksikan nilai-nilai sejarah Islam yang agung. Memuliakan Muharam berarti memuliakan syariat Islam, memperbanyak kebaikan, dan menjauhkan diri dari perbuatan dosa.
