Konten dari Pengguna

Bagaimana Menyusun Manajemen Saluran Pemasaran yang Efektif?

Faizal Effendi

Faizal Effendi

Mahasiswa Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY)

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Faizal Effendi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Gambar oleh Gerd Altmann dari Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Gambar oleh Gerd Altmann dari Pixabay

Pentingnya Saluran Pemasaran

Pada dunia bisnis saluran pemasaran menjadi hal yang penting. Hal ini dikarenakan saluran bisnis melalui perantara pihak ke tiga membantu bisnis dalam menyalurkan produk ke pelanggan. Perantara ini yang terkadang akan berhubungan langsung dengan pelanggan. Sehingga sangat penting bagi bisnis untuk melakukan manajemen saluran. Bisnis perlu melakukan manajemen saluran pemasaran agar nilai yang ada pada bisnis bisa tersampaikan kepada pelanggan. Dengan demikian citra bisnis bisa terjaga karena bisnis bisa memenuhi atau bahkan melewati harapan dari pelanggan.

Tahapan dalam Melakukan Manajemen Saluran

Ada beberapa tahapan dalam melakukan manajemen saluran. Bisnis harus bisa melakukan pemilihan, pelatihan dan motivasi serta mengevaluasi setiap saluran pemasaran yang dimiliki sebagai berikut:

  1. Kegiatan yang paling awal dalam manajemen saluran adalah memilih saluran yang sesuai dengan kebutuhan bisnis kita. Bisnis harus membuat apa saja kategori yang menjadi syarat sebuah saluran pemasaran bisa dikatakan baik. Hal ini bertujuan untuk membantu bisnis dalam memilih saluran yang tepat agar tujuan pemasarannya tercapai. Sebagai contoh beberapa perusahaan waralaba melakukan pemilihan terhadap siapa saja yang bisa menjadi penerima waralabanya. Ini dilakukan dengan memberikan syarat kepada penerima waralabanya untuk dipenuhi agar kualitas dan citra merek dari suatu bisnis bisa terjaga. Beberapa syarat seperti luas bangunan, lokasi, kemudahan akses bahkan sampai dengan layout usaha terkadang menjadi hal yang umum untuk dipenuhi. Hal ini bertujuan agar memastikan nilai dari suatu bisnis bisa tersampaikan kepada pelanggan.

  2. Setelah melakukan pemilihan, sangat penting bagi kita untuk melakukan pelatihan dan motivasi kepada saluran pemasaran yang kita miliki. Saluran pemasaran yang suatu bisnis miliki harus diperlakukan sama seperti pelanggan. Bisnis harus bisa memberikan apa yang diinginkan dan dibutuhkan oleh perantarannya agar mampu memberikan kepuasan terhadap pelanggan. Hal ini yang membuat pemberian motivasi dan pelatihan menjadi penting untuk dilakukan. Sebagai contoh beberapa perusahaan produsen sepeda motor akan mengharuskan teknisinya mengambil program pelatihan dan ujian sertifikasi yang ada. Program ini menjadi motivasi bagi teknisi sebagai perantara bisnis karena mereka bisa meningkatkan kemampuan dalam bersaing dengan teknisi lainya. Akhirnya membuat kualitas layanan yang diberikan oleh suatu bisnis bisa terjamin karena kualitas perantaranya juga terjaga.

  3. Hal yang paling penting dalam melakukan manajemen saluran adalah melakukan evaluasi atau penilaian terhadap suatu saluran pemasaran. Perantara yang sudah dipilih dan diberikan pelatihan serta motivasi tadi, harus terus di awasi kinerjanya. Sebagai contoh seorang penjual harus memenuhi kuota penjualan, seorang distributor harus memenuhi waktu pengantaran, seorang kepala gudang harus menjaga tingkat persediaan, dan seorang penjaga kualitas harus memastikan tidak ada barang yang rusak dan hilang. Beberapa standar ini tentunya harus dipenuhi oleh para perantara sesuai dengan tugasnya masing-masing.

Demikian bagaimana artikel tentang manajemen saluran agar citra bisnis tetap terjaga. Manajemen saluran sangat penting bagi keberlangsungan bisnis. Hal ini dikarenakan saluran yang diwakilkan oleh beberapa perantara ini, memiliki peran sebagai kepanjangan tangan dari suatu bisnis dalam menjangkau pelanggan. Oleh karena itu, melakukan manajemen saluran sangat penting agar perusahaan mampu memberika kepuasan terhadap pelanggan sehingga citra bisnis tetap terjaga.

karya: Aldi Abilawa