Beberapa Cara Membentuk Niat Konsumen Belanja Online

Mahasiswa Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY)
Tulisan dari Faizal Effendi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Perilaku konsumen online
Perilaku konsumen diberbagai daerah memanfaatkan layanan internet sebagai fasilitas untuk berbelanja secara online. Alasannya adalah karena kemudahan dalam mengakses aplikasi yang dimanjakan dengan banyak pilihan produk sesuai kebutuhan. selain itu, konsumen tidak perlu membuang tenaga untuk pergi kesuatu tempat hanya untuk melihat-lihat produk yang diinginkan dan pastinya mampu melihat harga produk secara real-time. Karena berbasis secara online, biasanya toko online dapat diakses secara secara terus-menerus untuk memanjakan konsumennya mulai dari menawarkan beberapa promosi instan dalam bentuk flash sale, memberikan rekomendasi mengenai produk yang sesuai berdasar pada peminatan konsumen dan menyediakan beberapa ulasan dari pengguna lain untuk mempertimbangkan keputusan pembelian terutama dalam hal pengalaman berbelanja mereka.
Bahkan dengan berada disatu tempat yang sama, konsumen mampu melakukan transksi pembayaran dengan menggunakan e-Wallet yang membuat proses pembelian terasa cepat dan aman. Maka dari itu, penting bagi para pebisnis online untuk mempertahankan konsumen dengan mempelajari perilaku belanja online para konsumen.
Membentuk niat konsumen dalam berbelanja online
Membentuk niat konsumen penting untuk dilakukan melalui presepsi, keyakinan dan sikap dalam mempengaruhi keinginan berbelanja online. Seperti memberikan pengalaman, kenikmatan dan inovasi untuk memperkaya kesan positif dalam membentuk niat konsumen. Beberapa hal yang dapat dilakukan:
Security and privacy of information – konsumen memiliki kepercayaan bahwa identitas pribadi yang dimiliki dapat dirahasiakan dan disimpan secara aman dalam berbelanja online. Penting untuk menjaga hal kecil sampai besar yang dimiliki konsumen dan perusahaan pastinya bertanggungjawab atas kebocoran identitas yang sewatu-watu terjadi.
Risk – karena berbelanja online pastinya ada resiko yang kadang ditemui oleh konsumen seperti produk yang kadang tidak sesuai dengan ekspektasi konsumen. Dengan memiliki pengalaman buruk, membuat konsumen jera dalam berbelanja online walau terlihat lebih mudah dan cepat.
Trust – menghilangkan resiko-resiko yang ada dapat menjadi strategi ampuh untuk membentuk niat dan meningkatkan kepercayaan konsumen dalam berbelanja online. Seperti memberikan respon yang cepat terkait dengan pertanyaan mengenai produk, menyediakan informasi yang lengkap tentang produk jika perlu dengan testimoni dan memberikan jaminan atas ketidakpuasaan konsumen online.
Perceived usefulness – niat berbelanja konsumen akan secara positif dibangun dengan merasakan manfaat dari adanya teknologi dalam belanja online. Terutama dalam hal keunggulan pelayanan, dimana konsumen akan secara cepat mendapatkan respon mengenai produk mereka butuhkan dengan melalui layanan online yang disediakan oleh situs web. Maka dari itu, percepatan teknologi secara positif banyak dirasakan kegunannya oleh konsumen online.
Ease of use – hal yang tidak kalah penting yaitu memberikan kemudahan dalam penggunaan dan akses scara online. Terutama untuk para pengguna baru dalam melakukan belanja online, hendaknya dilengkapi fitur yang mudah difahami dan tidak ribet. Karena kita tau, tidak semua dapat memahami secara cepat bagaimana sistem belanja online berjalan dan perlunya panduan dalam penggunaan tersebut.
Begitulah beberapa trik yang dapat dilakukan dalam membangun niat konsumen untuk dapat belanja secara online. Memang tidak mudah dalam membangun hal-hal tersebut muai dari menjaga kepercayaan konsumen tentang identitas pribadi, lalu membangun kepercayaan sampai pada kemudahan dalam memanfaatkan teknologi yang ada. Ketika berorientasi pada kepuasaan pelanggan, maka perlunya membangun pondasi kuat pada bagaimana niat belanja online konsumen sampai mereka loyal atas pelayanan yang diberikan.
