Sensasi Pijat Refleksi Malam di Malioboro Yogyakarta

Fajar Fenanda Yosiga
Mahasiswa Jurusan Ilmu Komunikasi UMY
Konten dari Pengguna
3 Januari 2024 17:30 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Fajar Fenanda Yosiga tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Pijat Refleksi Malam di Malioboro Yogyakarta (foto: Fajar Fenanda Yosiga)
zoom-in-whitePerbesar
Pijat Refleksi Malam di Malioboro Yogyakarta (foto: Fajar Fenanda Yosiga)
ADVERTISEMENT
Pijat urut refleksi biasanya dilakukan di tempat tertutup atau di praktik khusus. Namun, pijat yang berlokasi di Jalan Malioboro dilakukan di tempat terbuka dan keramaian pejalan kaki. Hal ini dapat menjadi daya tarik wisatawan yang datang.
ADVERTISEMENT
Dengan suasana yang terbuka dan terletak di pinggir jalan. Pelanggan dapat menjumpai pemijat dengan melihat papan reklame yang terletak di pinggir jalan dan pemijat yang ramah dalam menawarkan jasanya. Buka dari jam 5 sore sampai 2 dini hari, pelanggan dapat menikmati pijat urut refleksi dengan tarif terjangkau, hanya Rp 50.000 selama kurang lebih 30 menit.
Selama sesi pijat berlangsung pelanggan akan dimanjakan dengan suasana malam Malioboro, seperti aktivitas pejalan kaki yang ramai, becak motor dan andong yang lewat, para penjual minuman dan makanan yang berdatangan di sekitar lapak pemijat. Perbincangan ramah dari pemijat akan membuat betah duduk dan menikmati pijatan yang diberikan.
Imka, seorang pelanggan, turut merasakan keunikan suasana malam yang diberikan oleh pijat urut refleksi di Malioboro.
ADVERTISEMENT
"Sangat membantu. Pijatan di sini bukan hanya tentang menyembuhkan tubuh, tetapi juga tentang menikmati suasana malam di Malioboro. Makanan, minuman, musik semuanya menjadi satu kesatuan yang menyenangkan," ungkapnya dengan senyum puas.
Selain suasana malam yang unik, Imka juga merasakan interaksi ramah dengan para pemijat. "Mereka tidak hanya ahli dalam pijatan, tetapi juga sangat ramah. Pemijatnya tahu di mana letak kakinya yang sakit dan alhamdulillah kaki saya agak mendingan dari sebelumnya," tambahnya sambil mengangguk mengapresiasi keahlian pemijat.
Salah seorang pemijat di Malioboro membagikan cerita menarik tentang memilih jasanya saat malam. “Saya memilih saat malam hari karena pengunjung yang berdatangan setiap hari dan ramainya lagi ketika hari libur, aktivitas malam yang selalu ramai dipenuhi oleh pengunjung membuat jasa saya dibutuhkan”, ujar Heri selaku pemijat.
ADVERTISEMENT
Seorang pemijat lainnya menceritakan keunikan interaksi dengan pelanggan. “Setiap pelanggan memiliki cerita dan pengalaman yang berbeda. Saya senang bisa menjadi bagian dari pemijat mereka dan membuatnya merasa dihargai”, ujar Eko selaku pemijat.
Harsono selaku pelanggan tampaknya cukup penasaran dengan pijat urut refleksi di Malioboro. "Sangat unik. Saya penasaran untuk mencoba pijat refleksi ini karena kebetulan juga kaki saya terasa capek setelah perjalanan dari Jakarta menuju Jogja dan pas banget ketemu," ungkapnya dengan antusias.
Dia juga menemukan keunikan lain dalam pengalaman pijat tersebut. "Jarang juga menemukan ada pijat urut refleksi di tempat terbuka, apalagi di tempat keramaian seperti ini. Harganya yang terjangkau serta pijatan yang diberikan sangat enak sekali, capek pun udah kerasa segar kembali," tambahnya sambil tersenyum puas.
ADVERTISEMENT
Dengan harga yang terjangkau, pijat urut refleksi di Malioboro tidak hanya memberikan pengalaman yang menyenangkan, namun juga menjadi solusi ideal bagi para pengunjung untuk meredakan rasa pegal sambil menikmati keindahan suasana malam di Malioboro.