Kembangkan Sains Bersama SMA Trensains Sragen

Transformatif Menuju Unggul, Berkarakter Mendunia
·waktu baca 1 menit
Tulisan dari Universitas Muhammadiyah Madiun tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Santri siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) Trensains, Sragen, Jawa Tengah tahun akademik 2021/2022 mulai menginjakan kaki di kompleks pondok pesantren modern SMA Trensains. Para siswa santri datang dengan protokol kesehatan yang sangat ketat pada hari Ahad (20/6/2021) di Dawe, Dusun II, Banaran, Kec. Sambungmacan, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah.

Humas SMA Trensains Muhammadiyah Sragen, Hakim Zanky, menyatakan bahwa protokol kesehatan dilakukan secara sangat ketat mengingat kondisi masih pandemi. "SMA Trensains merupakan sekolah berbasis pesantren sains pertama di Indonesia. Bangunan sains selalu dibangun di atas tiga pilar yang berasal dari tata nilai dan worldview yang berkembang di tempat sains dibangun dan dikembangkan. Ketiga pilar tersebut adalah ontologi, aksiologi dan epistemologi," ujarnya.
Kelebihan SMA Trensains adalah mengkaji sains yang menjadi pondasi teknologi yakni sains kealaman (natural science), bukan sains humaniora. Sains kealaman adalah sains dengan alam sebagai obyek kajiannya yang secara formal terbagi dalam bidang-bidang sains astronomi, biologi, fisika, kimia, geologi, farmasi, dan kedokteran maupun terapan teknologinya.
Kurikulum Trensains adalah kurikulum unifikasi. Kurikulum unifikasi memiliki pengertian dan karakteristik sebagai penyatuan atau penggabungan. Kata lain yang sepaham dengan Unifikasi adalah Integrasi. Kata Unifikasi atau Integrasi dianggap mewakili ide besar Trensains yang hendak menggabungkan antara Sains dan Islam, dengan kata lain Sains yang berbasis al-Quran.
