Konten dari Pengguna

8 Filsafat Jawa Yang Meneduhkan Jiwa

Fajar Widi

Fajar Widiverified-green

Ex Tech Journalist to Martech, Startup to Enterprise. Stock Market Enthusiast. Was viral at 2017, 1st man that use bitcoin as marriage dowry.

clock
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Fajar Widi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

8 Filsafat Jawa Yang Meneduhkan Jiwa
zoom-in-whitePerbesar

Bagi hamba, Jawa itu bukan sekedar ras, etnis, nama pulau semata. Menjadi orang jawa harus 'njawani'.

Bagi beberapa orang mungkin kurang paham dengan istilah ini. Mungkin bagi generasi millenial kata 'njawani' adalah menjadi orang Jawa. Sebenarnya bukan itu makna eksplisitnya. Njawani adalah sebuah lelaku (perilaku)

Laku menjadi orang jawa (njawani) tidak sekedar mengetahui arti namun lebih jauh kedalam memahami makna yang meski tersamarkan, juga terkandung unsur internalisasi nilai yang diselaraskan dengan diri-semesta untuk terus dilakukan dan ditingkatkan kualitasnya.

Artinya menjadi orang jawa merupakan proses untuk mengerti berbagai realitas baik yang ada di alam pikiran manusia ataupun alam semesta. Hal ini menuntun pikiran kita untuk menjadi lebih tenang. Sama seperti sifat orang Jawa kebanyakan.

Nah, di bawah ini ada delapan filosofi Jawa yang menurut hamba sangat meneduhkan jiwa.

1. Urip Iku Urup

2. Garwa Iku Sigaring Nyawa

3. Mbangun kromo ingkang setuhu. Boten cekap bilih ngagem sepisan roso katresnan

4. Nglurug tanpa bala, menang tan ngasorake

5. Wani ngalah, dhuwur wekasane

6. Ora ana kesakten sing madhani pepesthen

7. Luwih pantes diajeni wong wani urip tinimbang wani mati

8. Gusti paring dalan kanggo wong sing gelam ndalan.

embed from external kumparan

Jumat Legi - 21 April 2017

Jumat merupakan represntasi hari yang enerjik.

Legi merupakan representasi bertanggung jawab, murah hati, enak dalam pergaulan, selalu gembira seperti tidak pernah susah, sering kena fitnah, kuat tidak tidur malam hari, berhati-hati namun sering bingung sendiri, bicaranya berisi.

Dan ternyata ini sudah pagi.

Selamat Hari Kartini!

Rahayu!