Konten dari Pengguna

Kalau Cuma Pengin Kurus, Kamu Enggak Perlu Lari

Fajar Widi

Fajar Widiverified-green

Ex Tech Journalist to Martech, Startup to Enterprise. Stock Market Enthusiast. Was viral at 2017, 1st man that use bitcoin as marriage dowry.

clock
comment
8
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Fajar Widi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Guys, kalau cuman pengen kurus kamu ga perlu lari. Makan aja terus.

Kalau Cuma Pengin Kurus, Kamu Enggak Perlu Lari
zoom-in-whitePerbesar

Tulisan ini bukan clickbait. Saya serius lho. Peristiwa ini saya alami dalam kurun 5 bulan ini sejak saya menikah.

Januari 2017

Bekerja di sebuah startup memang menguras banyak energi. Implikasinya hidup kita jadi tidak teratur. Hal ini saya rasakan sendiri ketika satu tahun lalu bekerja di kumparan.

Kira-kira bentuk saya seperti ini.

Kalau Cuma Pengin Kurus, Kamu Enggak Perlu Lari (1)
zoom-in-whitePerbesar

Ceritanya foto di atas di ambil sekitar setahun jelang pernikahan saya. Standar aja seorang pria bakal mengalami banyak preasure ketika akan menikah. Baik dari sisi finansial maupun energi pikiran. Terlebih saya punya kasus pernikahan yang cukup kompleks.

Belum lagi masalah tekanan perkerjaan. Bekerja di sebuah startup media yang tengah melakukan fund raising, ternyata tidak cukup “fun”. Dengan KPI 30 persen incremental DAU secara month to month membuat saya malas olahraga dan meditasi.

Makan pun jadi pelarian.

  • Pagi: Gak pernah sarapan, tapi selalu minum Indocafe Coffemix 2 bungkus. Setiap hari ketika sampai kantor.

  • Siang: Favorit saya nasi Padang, sayur komplit, jeroan kalau ada.

  • Sore: Indomie seleraku. Sama Infocafe Coffemix lagi.

  • Malam: Kalau ga Hokben, KFC, AW, Ajoramon, ya Indomie double pake nasi dan telor.

Bisa dibayangkan menu makanan lezat saya di atas?

Nah, kalau udah gitu biasanya saya pulang sampai Depok jam 12 malam. Dan selalu bangun pagi pukul 5 pagi. Rata-rata saya tidur malam cuman 4–5 jam saja.

Gimana bisa kurus? Lha wong istirahat saja kurang. Yang ada saat jelang pernikahan, pas foto pre-wedding bentuk saya malah begini.

October 2017

Kalau Cuma Pengin Kurus, Kamu Enggak Perlu Lari (2)
zoom-in-whitePerbesar

Pipi mulai menggendats secara inifite. Itu leher udah hampir ilang. So sad.

Manusia makin stres makin gendut. Begitu juga saya. Pipi dan perut seakan menggendats secara infinite. Ya mau bagaimana lagi. Lari aja saya males. Alhasil karma pun terjadi saya di posisi gendats se-gendats gendats-nya waktu acara puncak pernikahan.

November 2017

Kalau Cuma Pengin Kurus, Kamu Enggak Perlu Lari (3)
zoom-in-whitePerbesar

December 2017

Perut dan pipi makin lama pun makin membesar. Kehidupan setelah pernikahan dengan lemak di sana-sini itu rasanya gak enak. Asli. Napas pendek-pendek. Cepet cape. Ngantukan. Wes lah. Asli guys enggak enak. Kaya ada beban di tubuh yang harus segera dirilis.

Ini ada foto waktu saya sama Mustika (nama istri saya) lagi jalan-jalan di pulaunya King-kong. Kira-kira bentuk kami seperti ini.

Kalau Cuma Pengin Kurus, Kamu Enggak Perlu Lari (4)
zoom-in-whitePerbesar

Happy couple :) with extra Vascular Fat Rating.

***

Januari 2018

“Tuhan….saya pengen kurus. Saya pengen lincah kayak dulu lagi. Ini perut udah ga bersahabat. Berat badan udah 85 kilogram. Kurang lima kilo lagi udah 90 kilogram. Ameh ke**** ya ra penak! Ha mbok sumprit wes.”

Mendapati kondisi seperti itu, saya pun langsung berencana mendaftar kelas gym di Fitness First. Saya niatkan dalam hati untuk berubah. Demi masa depan saya. Demi kolesterol. Demi orang-orang yang saya cintai. Demi kehidupan “ena-ena” yang lebih baik.

Februari 2018

Karena kesibukan startup. Ndaftar fitnes pun molor hingga akhir bulan. Ya sudah mau bagaimana lagi. Timeline project kurus juga harus molor. Tapi gapapa. Yang penting niat pikir saya kala itu.

…..dan keajaiban pun terjadi.

Kalau Cuma Pengin Kurus, Kamu Enggak Perlu Lari (5)
zoom-in-whitePerbesar

Foto bercerita ribuan kali lebih bagus daripada tulisan. Silakan dilihat foto perubahan saya di atas. Hanya butuh waktu 5 bulan untuk membentuk badan seperti di atas.

“Kok bisa mas?”

“Mas pake diet apa?”

“Sehari lari berapa kilo?”

Santai, saya akan jawab satu persatu beberapa pertanyaan yang sering kali muncul dari teman-teman saya yang punya masalah sama.

Kok bisa? Ya bisa. Yang penting niat dan mau komitmen untuk disiplin latihan di gym. Pake diet apa? Jujur nih, saya ndak tau dan ndak paham masalah diet. Ada yang bilang diet nasi, diet ketto, diet karbo, apa itu mbuh.

Saya simple. Ga mau pusing pake teori diet macem-macem. Menu saya cuman begini aja.

  • Pagi: Ultramilk & Sari Roti

  • Siang: Ayam bakar dada 2 tanpa nasi. Minumnya kalau ga teh tawar ya mineral water.

  • Sore: Buah

  • Malam: Ayam bakar dada 2 tanpa nasi. Minumnya kalau ga teh tawar ya mineral water (sama persis kaya siang).

“Yakin ga pakai lari itu bisa begitu?”

Yakinlah. Saya termasuk orang yang kurang suka lari. Sebagai gantinya saya fokus di latihan otot dan mengatur kualitas tidur. Saya percaya bahwa pembakaran efektif itu adalah ketika tidur. Udah gitu aja.

Dengan gaya hidup — bukan hidup gaya — simple dan monoton di atas, berat badan saya sekarang sudah 79 kilogram. Dengan body fat 18 persen. Dalam 5 bulan ini saya telah mencapai KPI pribadi saya. Kerja jadi lebih semangat, “ena-ena” pun lebih ena beneran.

Kalau Cuma Pengin Kurus, Kamu Enggak Perlu Lari (6)
zoom-in-whitePerbesar

Sedikit tips dari saya:

  1. Olahraga 3 kali seminggu

  2. Gorengan itu haram

  3. Makan malam maksimal jam 7 PM

  4. Tidur malam cukup 6 Jam secara berkualitas

Nah, saya sendiri sebenarnya termasuk orang yang cukup malas berolahraga. Akhirnya saya ketemu seorang PT dari Fitness First yang cukup disiplin dalam menggembleng latian-latian saya. Namanya Hans Sinaga . Silakan kepoin aja IG nya. Kalau ada yang pengen nyoba latian pake PT, saya sagat merekomedasikan Hans. Trust me you will surprised.