Pencarian populer

Membongkar 10 Strategi Licik Bran Stark

Bran Stark menunggu kedatangan Night King Foto: HBO
Apa yang terjadi seandainya Jamie Lanister tidak mendorong Bran Stark hingga jatuh dari kastil dan cacat?
ADVERTISEMENT
Apakah mungkin dia akan berkelana bersama hodor dan sahabat-sahabatnya?
Apakah mungkin dia akan ditakdirkan untuk menjadi penerus Three Eyed Raven?
Setidaknya itulah yang ada di otak saya ketika dihadapkan kepada raja baru di Westros tersebut. Bran Stark memang salah satu karakter favorit saya di Game of Thrones.
Saya suka karakter-karakter yang bisa terkoneksi dengan database alam semesta macam Bran. By default dia bisa menembus masa lalu atau masa depan. Dia bisa menembus alam pengelihatan beberapa makhluk.
Intinya dia bisa mencari informasi apapun yang tidak dimiliki orang. Padahal informasi adalah senjata paling menakutkan jika kita bisa mengolahnya. Jika kita memiliki informasi plus mengetahui masa depan, bisa jadi kita adalah penakluk dunia.
ADVERTISEMENT
Demikian juga dengan Bran--menurut hemat saya. Bagaimana jika ternyata semua yang terjadi di Game Of Thrones sejak dia kembali dari ujung utara dunia pun sudah ia rencanakan di balik mukanya yang datar.
  1. Bran mendapat kekuatan dari Three Eyed Raven - Sebagai penerus sang gagak sakti yang menguasai jagat informasi, bagaimana jika sebenarnya Bran telah mempelajari asal-usul white walker? Tidak hanya itu, dia mungkin telah melakukan analisis kepada semua elemen kunci karakter Game Of Thrones.
  2. Bran yang merencanakan kematian Night King - Kedatangan Arya Stark secara mengejutkan dan tanpa terdeteksi Dewan Syuro Night King sebetulnya adalah rencana matang Bran. Detik itu semua pasukan fokusnya kepada Brand sebenarnya. Alhasil Arya pun bisa dengan mudah menusuk Night King dalam hitungan detik. Tentunya akibat terawangan anak cacat ini.
  3. Bran yang membocorkan jati diri Jon Snow - Jati diri Jon Snow terbongkar karena siapa? Bran. Yang ngobrol sama Sam soal kejadian kelahiran Jon Snow siapa? Bran. Yang akhirnya ngomong ke anak-anak Stark lain soal jati diri Jon Snow siapa? Bran juga kan? Ini anak tahu bahwa ketika Jon Snow--yang statusnya people champion--dibocorkan ke beberapa aktor kunci, kekacauan pasti terjadi. Jon yang galau pasti enggak betah dan ngomong ke pacar sekaligus bibinya sendiri. Jon pasti akan bocor juga ke karakter-karakter yang dia anggap bisa jaga rahasia--namun ternyata tidak. Dan ketika itu terjadi Bran-lah otaknya.
  4. Bran yang membunuh Lord Varys - Rencana jahat Bran di atas berimbas ke diskusi antara dua orang paling pintar dan strategic seantero Westors: Tyrion dan Varys. Bran tahu salah satu dari mereka bakal menjadi hand of king-nya. Kalau saya dikasih pilihan orang cebol atau bencong? Saya pilih orang cebol dong. Mereka tidak terlalu berbahaya ketimbang bencong. Maka bencongnya harus mati. Lewat tangan si cebol.
  5. Bran yang meratakan Kings Landing - Bran tahu dia akan jadi raja. Ketika dia jadi raja nanti, Kings Landing tidak cocok dan ramah bagi kaum difabel seperti Bran. Jalannya sempit dan semrawut. Tangga-tangganya tinggi. Sangat tidak ramah terhadap kursi roda. Maka melalui serangkaian agenda setting, Dany-lah yang kena imbas meratakan desain tata kota Kings Landing melalui Drogo. Benar-benar rata. Nanti kan tinggal dibangun lagi. Membangun ulang tata kota yang jelek dari nol itu biayanya lebih murah ketimbang merenovasi kota yang potensi korupnya lebih tinggi. Smart ya?
  6. Bran yang membunuh Danaerys Targeryen - Setelah rangkaian rencana liciknya berhasil. Langkah terakhir yang paling penting adalah membunuh sang Mad Queen. Sekali mendayung, dua-tiga pulau terlampaui. Lewat tangan Jon Snow secara bawah sadarlah Mad Queen wafat. Kenapa? Biar Jon Snow jadi tersangka. Kalau Jon Snow sudah jadi tersangka, tentu saingan terberat di kursi Iron Throne sudah lewat juga. Pasti Jon akan kembali ke Night Watch sekaligus menjalani 'hukuman publik' secara lebih terhormat. Win:Win solution.
  7. Bran yang membakar habis kursi takhta Iron Throne - Tahukah kalian bahwa Bran sangat membenci kursi Iron Throne? Bayangin aja, bagaimana kaum difabel seperti dia bisa duduk di situ. Posisinya terlalu tinggi dan tidak ada add-on untuk kursi roda. Maka dia melakukan warg (masuk ke raga Drogo). Setelah melihat kematian Dany di tangan Jon. Bran pun sok-sokan aja nyembar-nyembur api ke langit-langit. Sebelum akhirnya menuju si kursi. Itulah sasaran aslinya. Itulah kenapa juga misteri Drogo tidak men-dracarys Jon Snow. Karena itu adalah Bran sebetulnya bukan Drogo. Ingat kejadian diskusi para pejabat baru Westros pascakemenangan? Saat itu Master Coin Bron komentar bahwa baguslah Drogo pergi ke Timur Jauh membawa Dany. Semakin ke timur semakin bagus. Langsung kan Bran nyamber. "Urusan Drogo biar gue aja". Taek.. sa ae alibinya.
  8. Brand udah tahu Tyrion dan dewan bakal menunjuknya sebagai Raja - Dari semua kejadian di atas, yang paling ngehek adalah hal ini. Coba amati ketika Tyrion memintanya menjadi Raja. Coba perhatikan menit ke empat.
ADVERTISEMENT
Video
Amati dialognya:
Tyrion: "There's nothing in the world that more powerfull than a good stories. Nothing can stop it. No enemies can defeat it. And who has a better stories than Bran The Broken? He never walk again so he learn to fly. To crossed beyond the world. Became three -eyed-raven. He's a keeper of our story. The wars, weddings, birth, masacre, our triumph our defeat. Our past who better to lead us into the future. How if we choose you? Will you wear the crown?"
Brand: "Why do you think i came all this way"?
Tuh jelas banget kan? Tyrion dengan rangkaian penjelasan narasi panjangnya berusaha meyakinkan publik kenapa Bran-lah yang paling pantas menjadi Raja. Ibaratnya ni anak udah enggak punya kaki, berhasil terbang, melampaui batasan dunia. Dia tahu semuanya. Dia bijak tanpa ambisi, Coy nih anak bisa jadi pemimpin kita melampaui masa lalu yang berat ke masa depan yang cerah. Dan jawaban Bran kayak ngehek banget cuma kayak bilang. "Menurut ngana?"
ADVERTISEMENT
  1. Bran yang merencanakan otonomi DIW (Daerah Istimewa Winterfel) - Ketika dia sudah menjadi Raja. Dia tahu bahwa Sansa pasti takkan tunduk padanya. Oke gapapalah kakak sendiri ini KKN dikit. Sekalian aja dia sahkan otonomi daerah Winterfell dengan Sansa sendiri yang jadi ratunya. Sebenarnya Bran berpikir panjang. Sansa orang yang smart dalam mengembangkan potensi daerah. Kelak DIW akan jadi kota yang maju dengan sektor pariwisatanya. Ketika itu terjadi, ke mana kah pajak daerah disetor? Siapakah yang untung?
  2. Bran yang membuat Jon Snow diasingkan ke Night Watch - Setelah ia menjadi raja, coba perhatikan adegan di mana Grey Worm ngotot untuk mengeksekusi Jon Snow. Apa yang dilakukan Bran? Meng-cancel-nya. Iya sebuah eksekusi itu dilakukan atas perintah raja. Dia juga rajanya. Dia yang memberi ampunan ke Jon Snow. Sebagai gantinya Jon akan di balikin ke Night Watch sekalian jagain daerah utara. Tentunya people champion kita ini lebih bisa diterima di utara bersama wildlings yang menunggu untuk dimajukan peradabannya. Mungkin Jon akan membangun otonomi baru juga di sana. Dan pertama dalam sejarah Westros, Kings Landing berafiliasi kepada suku terasing utara. Smart ass Bran!
ADVERTISEMENT
Itulah opini saya pribadi sebagai tulisan penutup dari rangkaian Game Of Thrones. Semuanya masuk akal. Semua bisa dilogika. Buat yang belum nonton, ayo buruan nonton. Pesan saya nonton Game of Thrones jangan berfantasi yang indah-indah, di mana sang pangeran bakal menikahi sang putri dengan kekuatan membangun dunia baru. Lupakan. Kalau kalian ingin happy ending, mending nonton Frozen.
Jangan lupa simak podcast saya minggu lalu bersama Adhi Ichan, Redaktur kumparan, di bawah ini. Valar Morghulis!
Tulisan ini adalah kiriman dari user, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan dan Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.81