Konten dari Pengguna

Belajar Hal Sederhana Dari Negara Maju, Belanda

Fajar Husen

Fajar Husen

Ph.D. Student Universitas Gadjah Mada, Dosen Muda Di Departemen Teknologi Lab. Medis STIKes Bina Cipta Husada

·waktu baca 3 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Fajar Husen tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ketika mendengar kata "Negara Maju" banyak hal yang muncul dalam benak pikiran kita, entah karena teknologi, kualitas sumber daya manusia (SDM), keindahan kota, universitas terbaik, atau yang lebih personal seperti sikap orang-orangnya. Agustus 2024 menjadi sejarah yang baik untuk saya sebagai seorang dosen muda dan sekarang sebagai mahasiswa doktoral di Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta. Saya masih mengingat betul perjalanan hampir satu bulan di Belanda. Ya, Belanda, negara maju yang dulu sempat menjajah Indonesia selama 350 tahun.

Semua orang tahu bahwa Belanda merupakan negara di Eropa dengan luas wilayah hanya sekitar 41.543 km², sedikit lebih kecil jika kita bandingkan dengan Provinsi Nusa Tenggara timur dengan 46.446 km² berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2023. Namun, seperti yang kita tahu luas wilayah tidak sepenuhnya menjamin kualitas dan kesejahteraan penghuninya. Saya cukup terkejut ketika pertama kali menginjakkan kaki di Belanda, terutama kota-kota besarnya seperti Amsterdam, Rotterdam, Maastricht, Eindhoven, dan Den Haag. Banyak sekali hal yang dapat saya pelajari dan harus diterapkan di Indonesia, seperti kebiasaan menjaga kebersihan, kebiasaan berjalan kaki, dan bersepeda, serta kebiasaan menggunakan transportasi umum (Transum).

Fasilitas Jembatan Penyebrangan Khusus Sepeda Dan Orang Melewati Sungai, Dilengkapi Dengan Lift Di Maastricht, Belanda. (Sumber Foto: Dokumentasi Pribadi)
zoom-in-whitePerbesar
Fasilitas Jembatan Penyebrangan Khusus Sepeda Dan Orang Melewati Sungai, Dilengkapi Dengan Lift Di Maastricht, Belanda. (Sumber Foto: Dokumentasi Pribadi)

Memang mungkin bukan hal yang mudah untuk dilakukan di Indonesia. Apalagi, fasilitas umum penunjang masyarakat belum sepenuhnya merata di seluruh wilayah yang ada di Indonesia. Namun, kebiasaan baik dimulai dari hal kecil, tidak harus dimulai dari hal besar jika memang fasilitas belum memadai. Lalu hal kecil apa yang saya temui di Belanda? "sikap menghormati pejalan kaki dan taat lalu lintas". Ya, hampir selama tiga minggu saya di Maastricht, sebuah kota paling tepi yang berbatasan dengan Belgia, dan hanya berjarak kurang lebih 3 KM. Kota Maastricht sangat berbeda dengan Amsterdam atau Rotterdam. Di Maastricht terasa lebih santai, suasana lebih hijau dan rindang, serta orang-orang yang ramah. Nah, disini saya menemukan hal yang perlu saya contoh sederhana yang selalu dilakukan oleh masyarakat Maastricht. Kami selalu berjalan kaki untuk kegitan IMC Ke-12 di MECC (The Maastricht Exhibition & Conference Centre), jarak saya dari penginapan ke MECC sekitar 3.2 KM dan setengah perjalanan harus kami lewati dengan berjalan kaki.

Kondisi Kota Maastricht, Belanda. Dilengkapi Dengan Tombol Penyebrangan Jalan. Walaupun Kondisi Sepi, Semua Tertib Dan Taat Aturan. (Sumber Foto: Dokumentasi Pribadi)

Selama berjalan kaki saya sangat kagum dengan pengendara mobil yang selalu mendahulukan kami saat menyebrang, bahkan sebelum kami menekan tombol Pelican (Pedestrian light controlled crossing). Baik di kondisi sepi, atau kondisi ramai, hampir tiga minggu kami menyebrang, dan selama itu pula kami menemukan kondisi serupa. Dan saya merasa hal tersebut harus saya lakukan dengan dimulai dari diri saya sendiri. Karena, hal tersebut masih sangat jarang saya temui di Indonesia.

Fasilitas Halte Bus, Dan Bus Yang Datang Setiap 5-10 Menit. Fasilitas Nyaman, Jadwal Dilengkapi Dengan Layar Informasi Digital. (Sumber Foto: Dokumentasi Pribadi)

Belajar hal baru dari negara maju seperti Belanda tidak melulu dari teknologi, sains, atau hal-hal lain yang sifatnya akademis. Hal kecil seperti sopan santun, kebaikan sikap, saling toleransi dan memahami, serta kesabaran juga bisa dipelajari dari masyarkat lokal disana. Tidak hanya Belanda, mungkin negara maju lain juga akan ditemukan hal yang sama. Belajar itu seumur hidup, baik dari hal kecil ataupun hal besar. Karena sesuatu yang besar pun dimulai dari hal yang kecil. Semoga dengan membudayakan kebiasaan kecil yang baik dari diri sendiri akan memberikan dampak yang besar ke keluarga, masyarakat, bahkan negara. Negara yang maju tidak hanya didukung oleh kualitas dan kuantitas Sumber Daya Alam (SDA) saja, tetapi mindset dan attitude SDM nya yang baik.