Media Televisi dalam Era Sosial Media dan Media Digital

Mahasiswa UPN Veteran Yogyakarta
Tulisan dari Fakhreza Irfan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Televisi yang pada masa kejayaannya merupakan satu – satunya media yang memberikan informasi serta hiburan bagi masyarakat, khususnya pada tahun 1980 - 1990. Pada saat itu dunia pertelevisian masih berada pada puncak kejayaannya, karena semua berpusat pada dunia pertelevisian. Di Indonesia sendiri stasiun televisi pertama merupakan TVRI yang menyiarkan tayangan perdananya pada 17 Agustus 1962 dalam memperingati hari Kemerdekaan Republik Indonesia, lalu pada 24 Agustus 1962 TVRI memberikan tayangan pembukaan ASIAN Games di Jakarta pada tahun yang sama.
Dalam era yang serba digital ini semua dapat kita dapatkan dengan begitu mudah karena adanya teknologi yang serba canggih. Terlepas dari itu, era digital ini bermaksud untuk menggantikan atau memperbaharui teknologi – teknologi pada masa lalu agar lebih modern dan juga lebih praktis saat digunakan demi mempermudah kegiatan setiap manusia.
Di era ini juga penyebaran informasi jadi jauh lebih fleksibel, karena penyebaran informasi tidak berpusat pada satu media penghubung saja, namun dapat melalui handphone yang kita miliki. Jika pada zaman dahulu untuk mengetahui suatu informasi ataupun berita terbaru, kita harus berada di depan televisi agar tidak sampai terlewat kan akan berita atau informasi yang kita inginkan, namun pada era digital ini kita dapat mengakses segala sesuatu informasi ataupun berita yang kita ingin ketahui lebih detail.
Dengan segala sesuatu yang dihadirkan dan disajikan pada era digital ini, keberadaan televisi pun mungkin lama kelamaan akan mulai menjadi opsi kedua, walaupun memang masih banyak masyarakat yang menggunakan televisi untuk menonton hiburan atau melihat berita. Terlepas dari televisi yang mungkin saja menjadi pilihan kedua di masyarakat, hal itu terbantahkan pada saat masa – masa pandemi Covid – 19 yang di mana peningkatan penonton televisi di Indonesia justru meningkat pesat yaitu sebesar 12 hingga 30 persen pada masa pandemi Covid. Tetapi bagaimana jika tidak ada pandemi, apakah televisi masih banyak peminat nya atau tidak.
Baru – baru ini muncul yang dinamakan dengan televisi digital yang artinya siaran pertelevisian sudah menggunakan modulasi digital dan akan menghasilkan kualitas gambar yang lebih bersih serta suara yang lebih jernih juga. Televisi digital ini di gadang – gadang akan dimulai pada April tahun 2022, dengan adanya hal ini diharapkan adanya peningkatan penonton atau pengguna pertelevisian di Indonesia.
Tetapi dengan meningkatnya kualitas gambar dan suara,sepertinya belum bisa menarik banyak masyarakat untuk menggunakan televisi dalam media pertukaran informasi sehari – sehari. Banyak orang pada saat ini lebih memilih menggunakan handphone mereka untuk melakukan semua hal terutama dalam melakukan pencarian informasi ataupun hiburan.
Televisi yang menjadi media konvensional di Indonesia masih tetap eksis dalam gempuran media baru. Dengan bertambahnya stasiun televisi baik nasional maupun swasta dari tahun ke tahun yang diikuti dengan peningkatan kualitas dan kuantitas siaran menjadi bukti eksistensi media penyiaran televisi. Berbagai macam program televisi seperti berita, pendidikan, serta hiburan yang dikemas secara kreatif, dan menarik menunjukkan kualitas tayangan yang makin beragam.
Berdasarkan studi literatur yang penulis kumpul kan muncul keraguan apakah media konvensional seperti televisi masih mampu bertahan menghadapi gempuran pada era media baru seperti Youtube dan platform lainnya.
Cepatnya perkembangan teknologi sehingga memunculkan berbagai macam media platform baru sebagai sarana pertukaran informasi pada khalayak banyak serta menjadi media untuk hiburan untuk memanjakan para penggunanya. Karena itulah membuat mulai bergesernya minat masyarakat yang mengharuskan media televisi konvensional harus segera mengikuti perkembangan zaman.
