Konten dari Pengguna

Mengapa Usaha Bisnis yang Ramai Sekarang Belum Tentu Bertahan Besok?

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Mochammad Fakhri Afkar tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

AI
zoom-in-whitePerbesar
AI

Lingkungan bisnis memiliki pengaruh besar terhadap keberhasilan dan keberlangsungan sebuah usaha. Coba perhatikan usaha makanan atau minuman yang sedang populer. Awalnya, antrean pembeli terlihat panjang dan banyak orang membicarakannya di media sosial. Namun, beberapa waktu kemudian, suasananya bisa berubah. Pelanggan mulai berkurang dan muncul usaha lain yang menawarkan produk serupa.

Fenomena seperti ini sering kita temui. Menurut saya, keadaan tersebut menunjukkan bahwa menjalankan bisnis bukan hanya soal memiliki produk yang menarik. Pemilik usaha juga harus memahami lingkungan di sekitarnya karena kondisi bisnis dapat berubah kapan saja.

Persaingan Bukan Satu-satunya Tantangan

Ketika sebuah usaha mulai berjalan, pemiliknya akan berhadapan dengan banyak hal. Harga bahan baku bisa naik, daya beli masyarakat dapat berubah, muncul pesaing baru, atau teknologi membuat kebiasaan konsumen ikut bergeser.

Misalnya, seorang penjual makanan yang sebelumnya hanya melayani pembelian langsung mungkin mulai kehilangan pelanggan karena banyak orang lebih suka memesan melalui aplikasi. Jika pemilik usaha tidak mengikuti perubahan tersebut, peluang untuk mendapatkan pembeli baru bisa semakin kecil.

Namun, bukan berarti setiap usaha harus mengikuti semua tren. Menurut saya, hal yang lebih penting adalah memahami perubahan mana yang benar-benar berpengaruh terhadap pelanggan dan kegiatan bisnis.

Lingkungan Bisnis Ada di Sekitar Kita

Lingkungan bisnis dapat dilihat dari berbagai sisi. Kondisi ekonomi memengaruhi daya beli masyarakat. Perkembangan teknologi mengubah cara perusahaan memasarkan dan menjual produk. Peraturan pemerintah juga dapat memengaruhi kegiatan operasional. Selain itu, perubahan gaya hidup dan kebutuhan konsumen ikut menentukan produk seperti apa yang diminati.

Ada pula faktor dari dalam usaha itu sendiri, seperti kemampuan karyawan, kondisi keuangan, kualitas produk, dan cara pemilik mengambil keputusan.

Semua faktor tersebut saling berkaitan. Ketika harga bahan baku meningkat, misalnya, pemilik usaha harus mempertimbangkan apakah akan menaikkan harga, mencari pemasok lain, atau mengubah ukuran produk. Keputusan yang diambil tentu perlu mempertimbangkan keadaan pelanggan dan kemampuan usaha.

Perubahan Teknologi Membuat Pelaku Usaha Harus Beradaptasi

Perkembangan teknologi menjadi salah satu perubahan yang cukup terasa dalam dunia bisnis. Saat ini, promosi tidak harus selalu dilakukan melalui toko fisik atau brosur. Pelaku usaha dapat menggunakan media sosial, marketplace, pembayaran digital, dan berbagai aplikasi untuk membantu kegiatan bisnis.

Laporan OECD berjudul SME Digitalisation to Manage Shocks and Transitions yang diterbitkan pada 2024 membahas bagaimana digitalisasi dapat membantu usaha kecil dan menengah menghadapi perubahan serta meningkatkan ketahanan bisnis. Namun, laporan tersebut juga menunjukkan adanya hambatan, seperti biaya penerapan teknologi dan keterbatasan keterampilan digital.

Artinya, menggunakan teknologi memang dapat membuka peluang, tetapi pelaku usaha juga perlu mempelajari cara menggunakannya. Membuat akun media sosial saja tidak otomatis membuat penjualan meningkat. Pemilik usaha tetap harus memahami siapa target pembelinya, bagaimana menyampaikan informasi produk, dan bagaimana menjaga kepercayaan pelanggan.

Bertahan Berarti Mau Memahami Perubahan

Menurut saya, salah satu kesalahan yang bisa dilakukan pelaku usaha adalah terlalu nyaman dengan cara lama. Ketika penjualan masih berjalan, mereka mungkin merasa tidak perlu melakukan perubahan. Padahal, kebutuhan pelanggan dan kondisi pasar terus berkembang.

Bukan berarti semua perubahan harus diikuti. Pelaku usaha perlu memilih langkah yang sesuai dengan kemampuan dan tujuan bisnisnya. Usaha kecil tidak harus langsung membeli teknologi mahal. Mereka bisa memulai dari hal sederhana, seperti mencatat perubahan permintaan pelanggan, memperbaiki pelayanan, dan memanfaatkan media promosi yang mudah dijangkau.

Bisnis Perlu Peka terhadap Lingkungannya

Sebuah usaha tidak berdiri sendiri. Ada pelanggan, pesaing, pemasok, perkembangan teknologi, kondisi ekonomi, dan kebijakan yang ikut memengaruhi jalannya bisnis.

Karena itu, memahami lingkungan bisnis merupakan bagian penting dalam mengambil keputusan. Menurut saya, pelaku usaha yang mampu membaca perubahan dan menyesuaikan langkahnya akan memiliki bekal lebih baik untuk menghadapi persaingan. Sebab, keberhasilan bisnis bukan hanya ditentukan oleh apa yang sedang laku hari ini, tetapi juga oleh kesiapan menghadapi perubahan pada hari berikutnya.