Konten dari Pengguna

Metode Step by Step, Solusi Belajar Excel Siswa DPIB SMK Muhammadiyah Pakem

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Falian Janan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Cerita dari Kelas XI DPIB: Waktu Excel yang Tadinya Bikin Pusing, Sekarang Jadi Lebih Gampang

Sleman, 2 September 2026 — Coba tanya siswa kelas XI DPIB (Desain Pemodelan dan Informasi Bangunan) di SMK Muhammadiyah 1 Pakem soal Microsoft Excel beberapa bulan lalu, jawabannya mungkin bakal senada: bingung. Bukan karena Excel-nya susah, tapi karena mereka belum pernah benar-benar diajari cara pakainya untuk hal yang paling penting di jurusan mereka — menyusun Rencana Anggaran Biaya (RAB).

Nah, dari situ ceritanya bermula. Lewat program Praktik Kependidikan (PK) dari Universitas Negeri Yogyakarta, aku dan tim mengambil bagian mengajar mata pelajaran Estimasi Biaya Konstruksi (EBK) di sekolah ini, berjalan sejak 21 Juli sampai 25 September 2026. Targetnya jelas: bantu siswa yang kesulitan mengoperasikan Excel untuk RAB, biar mereka nggak cuma paham teori, tapi juga siap kalau nanti terjun ke dunia kerja konstruksi.

Daripada langsung lempar rumus-rumus rumit, kami pilih pendekatan step by step. Supaya nggak abstrak, kami pakai studi kasus proyek Villa Tegalrejo sebagai bahan belajar — jadi siswa nggak sekadar menghafal fungsi, tapi langsung praktik dari hal paling dasar: mengenal fungsi-fungsi Excel, cara menginput data, sampai akhirnya sampai ke rumus VLOOKUP untuk menarik data Harga Satuan Pekerjaan (HSP) secara otomatis. Sepanjang proses ini, Bapak Chandra Agam Kurniawan, S.Pd. ikut mendampingi dan memberi arahan soal materi yang cocok buat anak-anak.

Hasilnya lumayan kelihatan. Salah satu siswa, Hendri Kurniawan, cerita begini soal pengalamannya:

"Menurut aku sih lebih mudah dimengerti, kayak lebih cepat dipahaminya. Biasanya kalau dijelasin itu nggak gampang paham, tapi kemarin itu lebih mudah dan lebih cepat pahamnya. Metode mengajarnya juga bagus, dari segi menjelaskan itu sampai bener-bener bisa, baru lanjut ke materi selanjutnya."

Buat aku pribadi, momen kayak gitu yang bikin capek ngajar jadi kerasa worth it. Bukan cuma soal ngejar target kurikulum, tapi liat siswa yang tadinya ragu-ragu pegang Excel, akhirnya bisa jalan sendiri sampai rumus VLOOKUP.

Kalau ditarik ke gambaran lebih besar, kegiatan sekecil ini sebenarnya nyambung ke isu yang lebih luas: Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) nomor 4 soal Pendidikan Berkualitas, khususnya penguatan keterampilan teknis siswa vokasi. Dan karena ini soal digitalisasi kerja di bidang konstruksi, kegiatan ini juga menyentuh SDGs nomor 9, Industri, Inovasi, dan Infrastruktur.

Ke depannya, harapannya sederhana: pendekatan step by step ini nggak berhenti di satu angkatan aja, tapi bisa jadi kebiasaan belajar yang terus dipakai di kelas XI DPIB SMK Muhammadiyah Pakem — biar makin banyak siswa yang siap begitu lulus dan langsung dihadapkan sama dunia kerja konstruksi yang sesungguhnya.

Kondisi Kelas XI DPIB di SMK Muhammadiyah Pakem - Dokumentasi pribadi penulis PK UNY