Hidup Tidak Selalu Tentang Mendapatkan Apa yang Kita Inginkan

Mahasiswa UIN Jakarta Fakultas Syari'ah dan Hukum Prodi Hukum Keluarga
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Faliq zulham Safa tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sejak kecil, kita sering diajarkan untuk mengejar apa yang kita inginkan. Belajar dengan baik agar mendapat nilai bagus, bekerja keras agar sukses, dan berusaha agar mendapatkan apa yang kita impikan.
Namun, semakin dewasa, kita mulai menyadari satu hal: tidak semua yang kita inginkan akan menjadi milik kita.
Ada keinginan yang sudah kita perjuangkan begitu lama, tetapi tetap tidak tercapai. Ada seseorang yang ingin kita pertahankan, tetapi akhirnya harus pergi. Ada rencana yang sudah disusun dengan baik, tetapi kehidupan memilih jalan yang berbeda.
Awalnya, semua itu terasa seperti kegagalan.
Kita bertanya, “Kenapa bukan aku?” atau “Apa yang kurang dari diriku?”
Padahal, tidak mendapatkan sesuatu bukan selalu berarti kita kurang baik atau kurang berusaha. Terkadang memang ada hal-hal yang berada di luar kendali kita.
Kita bisa berusaha, tetapi tidak bisa mengatur hasilnya.
Kita bisa mencintai seseorang, tetapi tidak bisa memaksanya untuk tetap tinggal. Kita bisa mengejar sebuah impian, tetapi tidak bisa memastikan kapan impian itu akan tercapai.
Di situlah kehidupan mengajarkan tentang menerima.
Menerima bukan berarti menyerah. Menerima berarti memahami bahwa ada hal-hal yang memang harus diperjuangkan, dan ada hal-hal yang pada akhirnya harus dilepaskan.
Mungkin hari ini kita kecewa karena sesuatu tidak berjalan sesuai keinginan. Tetapi bisa jadi, beberapa tahun kemudian kita baru memahami mengapa jalan tersebut harus berubah.
Tidak semua pintu yang tertutup adalah akhir. Kadang, itu hanya membuat kita berhenti sejenak sebelum menemukan jalan yang berbeda.
Karena itu, jangan terlalu keras kepada diri sendiri hanya karena hidup belum sesuai dengan rencana.
Setiap orang memiliki waktunya masing-masing. Ada yang menemukan keberhasilan lebih cepat, ada yang harus melewati banyak kegagalan terlebih dahulu. Tidak perlu membandingkan perjalanan kita dengan perjalanan orang lain.
Pada akhirnya, hidup bukan tentang mendapatkan semua yang kita inginkan.
Hidup juga tentang belajar bersyukur atas apa yang kita punya, berusaha untuk apa yang masih bisa diperjuangkan, dan ikhlas terhadap apa yang memang harus dilepaskan.
Sebab terkadang, sesuatu yang tidak kita dapatkan justru membawa kita kepada sesuatu yang jauh lebih kita butuhkan.
