Konten dari Pengguna

Santri Berkompetisi Meracik Soto Kuning Legendaris

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Faliq zulham Safa tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

ilustrasi belajar meracik soto kuning legendaris pelita desa
zoom-in-whitePerbesar
ilustrasi belajar meracik soto kuning legendaris pelita desa

Ma'had Imam Hafsh dikenal sebagai lembaga yang menanamkan nilai-nilai Al-Qur'an kepada para santrinya. Namun, pembinaan di ma'had tidak berhenti pada hafalan dan kajian keislaman semata. Santri juga dibekali berbagai keterampilan hidup (life skill) sebagai bekal untuk menghadapi tantangan di tengah masyarakat.

dokumentasi bumbu racikan untuk memasak soto kuning legendaris

Komitmen tersebut tercermin dalam ajang kompetisi memasak yang diikuti santri Ma'had Imam Hafsh di Cafe Pelita Desa, Bogor. Berkat kerja sama, kreativitas, dan ketelitian dalam mengolah hidangan, tim santri berhasil meraih juara. Atas prestasi tersebut, mereka memperoleh kesempatan istimewa untuk belajar langsung meracik Soto Kuning, kuliner khas Bogor yang telah dikenal sebagai salah satu hidangan legendaris.

Didampingi para chef, para santri mempelajari setiap tahapan pembuatan Soto Kuning, mulai dari memilih bahan berkualitas, mengenali karakter rempah-rempah, meracik bumbu, mengolah kuah hingga menghasilkan cita rasa yang kaya, sampai teknik penyajian yang menarik. Dari proses tersebut, mereka belajar bahwa memasak bukan sekadar mengikuti resep, melainkan membutuhkan ketelitian, kesabaran, kebersihan, dan kerja sama.

Kegiatan ini menjadi bukti bahwa pendidikan di Ma'had Imam Hafsh berupaya melahirkan generasi yang seimbang antara kekuatan spiritual, intelektual, dan keterampilan praktis. Nilai-nilai Al-Qur'an yang dipelajari di pesantren diwujudkan dalam sikap disiplin, amanah, dan profesional ketika menjalankan setiap aktivitas, termasuk di dapur.

dokumentasi ketika ingin menikmati soto kuning legendaris

Prestasi ini menjadi kebanggaan bagi Ma'had Imam Hafsh sekaligus menunjukkan bahwa santri mampu berprestasi di berbagai bidang. Dari dapur pesantren hingga Cafe Pelita Desa, mereka tidak hanya membawa semangat kompetisi, tetapi juga membuktikan bahwa santri siap menjadi pribadi yang mandiri, kreatif, dan memberikan manfaat bagi masyarakat melalui ilmu serta keterampilan yang dimiliki.