Konten dari Pengguna

FBD UB 28: Bangun Kesadaran Kesehatan Warga Desa Mulyoasri Melalui SEHATI

Falisha Adisty Amira

Falisha Adisty Amira

Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Brawijaya

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Falisha Adisty Amira tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kelompok 28 FISIP Bakti Desa Universitas Brawijaya (FBD UB) melakukan sosialisasi dan edukasi kesehatan kepada warga Desa Mulyoasri pada Rabu, 9 Juli 2025 di TK Dharma Wanita Persatuan 3 Mulyoasri melalui program kerja SEHATI (Sosialisasi Edukasi Hidup Sehat dan Disiplin).

Dokumentasi pelaksanaan program kerja SEHATI
zoom-in-whitePerbesar
Dokumentasi pelaksanaan program kerja SEHATI

Kelompok 28 FBD UB mengajak kelompok Posyandu untuk berkolaborasi dalam melaksanakan program kerja SEHATI. Setelah melakukan diskusi dan observasi terkait masalah-masalah kesehatan anak yang marak terjadi di Desa Mulyoasri, kami mengangkat tema Pentingnya Posyandu & Imunisasi, serta Tumbuh Kembang Bayi & Balita. Program kerja SEHATI kami laksanakan dengan harapan untuk memberikan wawasan serta kesadaran bagi warga Desa Mulyoasri, khususnya ibu-ibu yang memiliki bayi atau balita agar bisa merawat anak mereka dengan optimal.

Program kerja SEHATI dilaksanakan pada Rabu, 9 Juli 2025 di TK Dharma Wanita Persatuan 3 Mulyoasri. Kegiatan ini dihadiri oleh para ibu yang memiliki bayi dan balita, serta para kader Posyandu yang aktif di Desa Mulyoasri. Dalam pelaksanaan nya, tim Kelompok 28 FBD UB membawakan materi menggunakan presentasi dengan pendekatan komunikatif dan visual agar mudah dipahami oleh peserta. Suasana kegiatan berlangsung hangat dan interaktif, di mana para peserta tidak hanya menyimak materi, tetapi juga berantusias untuk berdiskusi mengenai kendala-kendala yang mereka hadapi dalam merawat anak. Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan seputar jadwal imunisasi, tips menjaga tumbuh kembang anak, hingga pentingnya konsistensi mengikuti kegiatan Posyandu.

Topik materi pertama dibawakan oleh mahasiswi Ilmu Komunikasi yaitu Falisha Adisty Amira yang membahas tentang Pentingnya Posyandu dan Imunisasi. Materi ini dipilih berdasarkan hasil observasi awal dan diskusi bersama kader Posyandu, yang menunjukkan bahwa masih terdapat sebagian warga yang belum rutin membawa anak mereka ke Posyandu dan belum sepenuhnya memahami pentingnya imunisasi dasar lengkap. Kurangnya informasi yang mudah diakses dan rendahnya kesadaran mengenai pencegahan penyakit menjadi latar belakang utama pemilihan topik ini. Sebagai luaran dari materi yang disampaikannya, Falisha Adisty Amira juga menyusun sebuah booklet edukatif berjudul “Pentingnya Posyandu dan Imunisasi” yang dicetak sebanyak 50 eksemplar untuk dibagikan kepada warga Desa Mulyoasri. Booklet ini memuat penjelasan mengenai manfaat Posyandu, jadwal imunisasi anak, serta peran orang tua dalam menjaga kesehatan anak sejak dini. Harapannya, booklet ini dapat menjadi sumber informasi yang praktis dan berkelanjutan bagi para ibu, sehingga pengetahuan yang telah disampaikan dalam sesi sosialisasi dapat terus diakses dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Topik kedua yang dibawakan oleh mahasiswi Ilmu Komunikasi yaitu Tallia Adra Yaphet membahas tentang Tumbuh Kembang Bayi dan Balita. Topik tersebut diangkat karena masih banyak ibu-ibu yang kurang sadar akan pentingnya menyesuaikan makanan MP-ASI sesuai dengan tahapan usia. Tallia menyampaikan pengertian MP-ASI, pemberian makanan sesuai usia anak, serta tata cara pemberian makan yang benar menurut World Health Organization.

Melalui program kerja SEHATI, Tallia menghasilkan luaran karya berupa poster infografis yang berisikan materi-materi sosialisasi edukasi yang telah disampaikan. Poster infografis yang telah dipajang diharapkan dapat menambah wawasan serta terus mengingatkan ibu-ibu Desa Mulyoasri terkait perawatan anak yang optimal.

Melalui program kerja SEHATI, Kelompok 28 FBD UB berupaya menghadirkan kontribusi nyata dalam meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat Desa Mulyoasri terhadap isu-isu kesehatan anak. Sosialisasi yang disampaikan dengan cara komunikatif dan berdasarkan data lapangan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal untuk membangun pola hidup sehat dan disiplin, khususnya dalam merawat bayi dan balita.

Dengan adanya hasil luaran berupa booklet dan poster infografis, edukasi yang telah disampaikan tidak hanya terhenti pada kegiatan langsung, tetapi juga dapat terus diakses oleh masyarakat secara berkelanjutan. Aktivitas ini menunjukkan bahwa kemitraan antara mahasiswa dan masyarakat mampu menghasilkan dampak yang baik dalam pengembangan kesehatan berbasis komunitas.