Mahasiswa UM Berhasil Temukan Alternatif Sumber Energi Berbasis Spirulina

Mahasiswa Universitas Negeri Malang
Tulisan dari Fami Israyusnita tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mahasiswa Universitas Negeri Malang temukan sumber energi terbarukan. Tepatnya 4 mahasiswa dari fakultas MIPA dan Teknik Universitas Negeri Malang menemukan potensi listrik dari mikroalga. Mahasiswa tersebut meliputi Fami Israyusnita (S1 Biologi 2019), Nefertiti Riyan Putri Hasanah (S1 Pendidikan Fisika 2019), Indri Febriani (S1 Biologi 2019), dan Facchur Rozy Dwi Septian (S1 Teknik Elektro 2018), yang dibimbing oleh Indra Kurniawan Saputra, berhasil mengembangkan bioenergi generasi ketiga yaitu yang bersumber dari alga tepatnya dalam penelitian mereka menggunakan Spirulina.
“Bersumber dari rasa keprihatinan kami terhadap dunia yang semakin ke sini malah semakin banyak gas buangan karbon dioksidanya, membuat kami tersadar bahwa hal tersebut harus diperbaiki. Setelah, melakukan kajian literatur kami menemukan bahwa karbon dioksida paling banyak dihasilkan oleh sektor pembangkit listrik. Hal tersebut yang mempelopori kami untuk membuat lampu jalan ini,” ujar Fami mewakili tim di Malang, Jawa Timur, Jumat, (27/08/2021).
Tim tersebut menjelaskan bahwa Spirulina berpotensi menjadi alga pembangkit listrik yang akan menghasilkan sumber listrik untuk lampu jalan.
“Spirulina merupakan salah satu alga yang berpotensi sebagai pembangkit karena efisiensi fotosintesis yang baik. Oleh karena itu, kami menggunakannya dalam rancang bangun pembangkit listrik dalam bentuk microalgal fuel cell untuk inovasi lampu jalan kami.” ujar Fami mewakili tim.
Fami dan rekannya berharap dengan adanya lampu jalan menggunakan pembangkit listrik Spirulina ini dapat menekan angka peningkatan emisi gas karbon dioksida, serta menjawab permasalahan krisis energi di Indonesia. Dengan demikian, diperlukan penelitian dan pengembangan secara berkala untuk meningkatkan efisiensi inovasi ini, sehingga Indonesia dapat menerapkan secara luas energi masa depan yang ramah lingkungan melalui optimalisasi bioenergi generasi ketiga dengan Spirulina tersebut.
