Konten dari Pengguna

Mewujudkan Kehidupan Sehat dan Sejahtera bagi Semu

Chelsea Athirah Marcelly

Chelsea Athirah Marcelly

Siswi SMA Citra Berkat Tangerang

Β·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Chelsea Athirah Marcelly tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Era Sustainable Development Goals (SDGs) yang dicanangkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sejak 2015 menghadirkan 17 tujuan besar demi pembangunan berkelanjutan. Salah satu tujuan yang sangat krusial adalah SDGs ke-3: Good Health and Well-Being atau Kehidupan Sehat dan Sejahtera. Fokus utama dari tujuan ini adalah memastikan setiap orang dapat hidup sehat, memperoleh akses layanan kesehatan yang berkualitas, dan mencapai kesejahteraan secara menyeluruh.

Visualisasi kehidupan sehat dan sejahtera: olahraga, bersepeda, yoga, pola makan sehat, serta simbol jantung sebagai lambang kesehatan.
zoom-in-whitePerbesar
Visualisasi kehidupan sehat dan sejahtera: olahraga, bersepeda, yoga, pola makan sehat, serta simbol jantung sebagai lambang kesehatan.

Mengapa SDGs Ketiga Penting?

Kesehatan adalah fondasi pembangunan. Tanpa tubuh yang sehat, seseorang sulit mengenyam pendidikan, bekerja dengan produktif, maupun berkontribusi terhadap masyarakat. PBB menekankan bahwa kesehatan tidak hanya sebatas bebas dari penyakit, tetapi juga mencakup kesehatan mental, gizi seimbang, hingga akses terhadap lingkungan yang bersih. Penjelasan lengkap tentang tujuan ini dapat ditemukan di laman resmi UNDP – Good Health and Well-Being.

Senyum anak-anak Indonesia adalah masa depan kita πŸ’š. Dari desa hingga kota, pemantauan tumbuh kembang jadi langkah kecil dengan dampak besar untuk kesehatan generasi penerus πŸŒ±πŸ‘¨β€πŸ‘©β€πŸ‘§β€πŸ‘¦. #SDGs #GoodHealth #IndonesiaSehat

Di Indonesia, tantangan di sektor kesehatan masih besar. Mulai dari tingginya angka stunting, kasus penyakit menular seperti TBC dan malaria, hingga akses layanan kesehatan di daerah terpencil. Belum lagi, isu kesehatan mental yang kini semakin banyak diperbincangkan di kalangan anak muda. Menurut Global Nutrition Report, Indonesia masih menghadapi prevalensi stunting yang tinggi. Data dari UNICEF juga menyoroti tantangan pada kesehatan ibu, bayi, dan cakupan imunisasi.

Target yang Ingin Dicapai

SDGs ke-3 memiliki berbagai target spesifik yang ingin diwujudkan hingga 2030, di antaranya:

  • Menurunkan angka kematian ibu dan bayi.

  • Mengakhiri epidemi penyakit menular seperti AIDS, TBC, dan malaria.

  • Mengurangi sepertiga angka kematian akibat penyakit tidak menular seperti jantung, kanker, dan diabetes.

  • Memastikan akses universal terhadap layanan kesehatan dan obat-obatan esensial.

β€’ Meningkatkan kesadaran akan kesehatan mental dan kesejahteraan psikologis.

Daftar lengkap target dapat dilihat di laman resmi United Nations – Goal 3.

Upaya Indonesia Menuju Kehidupan Sehat

Pemerintah Indonesia telah mengambil berbagai langkah untuk mendukung pencapaian SDGs ke-3. Misalnya melalui Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dengan BPJS Kesehatan, kampanye imunisasi, hingga program penurunan stunting di berbagai daerah. Komitmen Indonesia terhadap Universal Health Coverage juga menjadi sorotan penting. Selain itu, kerja sama dengan komunitas dan organisasi non-pemerintah semakin digencarkan untuk memperluas jangkauan edukasi kesehatan.

Meski begitu, partisipasi masyarakat juga memegang peranan penting. Menjaga pola hidup sehat, melakukan pemeriksaan kesehatan rutin, serta mendukung program pemerintah di bidang kesehatan adalah langkah kecil yang bisa membawa dampak besar.

Kesehatan adalah hak semua orang, tanpa memandang usia, profesi, atau latar belakang. πŸ‘©β€βš•οΈπŸ‘¨β€πŸ‘©β€πŸ‘§β€πŸ‘¦

Menuju 2030: Tantangan dan Harapan

Waktu menuju 2030 semakin dekat, dan pencapaian target SDGs ke-3 masih membutuhkan kerja keras. Pandemi COVID-19 sempat menjadi ujian besar, memperlihatkan betapa rapuhnya sistem kesehatan global. Namun di sisi lain, pandemi juga memberi pelajaran bahwa solidaritas, inovasi teknologi, serta kepedulian masyarakat dapat mempercepat transformasi kesehatan.

Dengan sinergi antara pemerintah, tenaga medis, sektor swasta, komunitas, dan individu, cita-cita β€œKehidupan Sehat dan Sejahtera” bukanlah hal yang mustahil. SDGs ketiga bukan hanya agenda global, tetapi juga tanggung jawab kita bersama demi masa depan yang lebih sehat dan berkelanjutan.