Hidroponik Wick: Inovasi KKN untuk Hortikultura di Tengah Keterbatasan Air

KKN Tim II Universitas Diponegoro Mahasiswa Universitas Diponegoro
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Fani Rahmadanti tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Jangglengan (27/07/2024) – Dalam upaya mengatasi permasalahan keterbatasan air di lahan pertanian, mahasiswa KKN TIM II dari Universitas Diponegoro (UNDIP) memperkenalkan sistem hidroponik wick kepada warga Desa Jangglengan.
Program ini bertujuan untuk meningkatkan ketahanan pangan dan kesejahteraan ekonomi masyarakat melalui budidaya tanaman hortikultura yang hemat air. Sistem hidroponik wick yang diperkenalkan menggunakan bahan-bahan sederhana dan mudah didapat, seperti wadah plastik, sumbu kain, dan nutrisi hidroponik. Metode ini memungkinkan air dan nutrisi diserap oleh tanaman secara efisien, sehingga cocok diterapkan di daerah dengan sumber daya air terbatas.
Tujuan utama dari program ini adalah mengalihkan fokus dari tanaman pangan konvensional ke tanaman hortikultura yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan kandungan gizi yang baik. Jenis tanaman yang dibudidayakan antara lain kangkung dan selada. Tanaman – tanaman ini dipilih karena selain cepat panen, juga memiliki permintaan pasar yang stabil. Mahasiswa KKN TIM II UNDIP memberikan pelatihan langsung kepada warga setempat mengenai cara membuat dan merawat sistem hidroponik wick.
Berdasarkan latar belakang tersebut, Fani Rahma Danti sebagai Tim KKN Universitas Diponegoro memberikan edukasi kepada masyarakat khususnya warga RT 01 RW 06 dengan judul “Hidroponik Wick Sebagai Bentuk Pertanian Berkelanjutan”. Program dilaksanakan pada tanggal 27 Juli 2024 pada pukul 09.30 sampai dengan 11.30 di RT 01 RW 06 Dukuh Joglo, Desa Jangglengan, Kecamatan Nguter, Kabupaten Sukoharjo.
Fani menjelaskan, “Kami ingin memberdayakan masyarakat dengan teknologi sederhana yang dapat meningkatkan produksi pangan secara berkelanjutan dan mengatasi kendala air yang terbatas. Fani juga menyusun modul “Panduan Hidroponik Wick untuk Pemula” yang berisi langkah-langkah praktis dalam pembuatan dan perawatan sistem hidroponik, serta poster mengenai penjelasan hidroponik wick dan kelebihan nya.
Dengan panduan ini, diharapkan warga dapat terus mengembangkan teknologi hidroponik ini secara mandiri. Program ini tidak hanya memberikan solusi bagi masalah keterbatasan air, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat desa Jangglengan. Dengan strategi yang tepat dan penggunaan teknologi sederhana, diharapkan kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat dapat meningkat secara signifikan.
Penulis : Fani Rahma Danti
Jurusan/Fakultas : Agroekoteknologi
Dosen Pembimbing Lapangan : Mohammad Egi Destiartono, S.E., M.S.E.
Lokasi KKN : Desa Jangglengan, Kecamatan Nguter, Kabupaten Sukoharjo
