Scrolling Tanpa Henti: Mengapa Kita Sulit Lepas dari Media Sosial?

Fani Yunisa sebagai Mahasiswi Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Pamulang.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Fani Yunisa tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pernah nggak, awalnya cuma berniat membuka media sosial selama lima menit, tetapi tanpa sadar sudah menghabiskan waktu hampir satu jam? Niatnya hanya ingin melihat satu unggahan, tetapi akhirnya berpindah dari satu video ke video lainnya. Fenomena ini mungkin sudah menjadi kebiasaan yang sering kita alami. Media sosial kini menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Mulai dari mencari informasi, berkomunikasi, menikmati hiburan, hingga mengikuti perkembangan tren, semuanya bisa dilakukan melalui satu layar ponsel. Namun, kemudahan tersebut terkadang membuat kita sulit mengendalikan waktu penggunaan. Mengapa Kita Sulit Berhenti Scrolling? Salah satu alasannya adalah banyaknya konten menarik yang tersedia di media sosial. Platform seperti TikTok, Instagram, dan YouTube menyediakan berbagai konten yang disesuaikan dengan minat penggunanya. Ketika seseorang menyukai atau menonton jenis konten tertentu, algoritma akan merekomendasikan konten serupa. Akibatnya, pengguna merasa selalu ada sesuatu yang menarik untuk dilihat berikutnya. Hal inilah yang membuat aktivitas scrolling terasa sulit dihentikan. Selain itu, munculnya rasa penasaran juga menjadi salah satu faktor. Kita sering merasa ingin mengetahui unggahan terbaru, membaca komentar, atau melihat video berikutnya. Tanpa disadari, kebiasaan tersebut membuat waktu penggunaan media sosial semakin panjang. Dopamin dan Rasa Ingin Terus Membuka Media Sosial Media sosial juga berkaitan dengan sistem penghargaan di dalam otak. Setiap kali mendapatkan notifikasi, komentar, tanda suka, atau menemukan konten yang menyenangkan, otak dapat merespons dengan aktivitas yang melibatkan dopamin. Dopamin merupakan zat kimia di otak yang berperan dalam motivasi, pembelajaran, dan sistem penghargaan. Respons ini dapat membuat seseorang terdorong untuk mengulangi aktivitas yang memberikan pengalaman menyenangkan. Itulah sebabnya terkadang kita membuka ponsel bukan karena memiliki keperluan tertentu, melainkan hanya karena sudah terbiasa. Bahkan, ketika tidak ada notifikasi sekalipun, tangan terasa ingin kembali membuka aplikasi media sosial. Dampak Kebiasaan Scrolling Berlebihan Menghabiskan waktu terlalu lama di media sosial bukan berarti selalu berdampak buruk. Namun, jika tidak dikendalikan, kebiasaan ini dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Salah satu dampaknya adalah menurunnya konsentrasi. Kebiasaan berpindah dari satu konten ke konten lainnya dapat membuat seseorang lebih mudah terdistraksi ketika sedang belajar atau mengerjakan pekerjaan. Selain itu, terlalu sering menggunakan media sosial juga dapat membuat waktu istirahat berkurang, terutama ketika seseorang terus scrolling sebelum tidur. Dampak lainnya adalah munculnya kebiasaan membandingkan kehidupan sendiri dengan kehidupan orang lain. Melihat pencapaian, penampilan, atau gaya hidup orang lain secara terus-menerus terkadang membuat seseorang merasa kurang puas terhadap kehidupannya sendiri. Bagaimana Cara Mengurangi Kebiasaan Scrolling? Mengurangi penggunaan media sosial bukan berarti harus menghapus semua aplikasi atau berhenti sepenuhnya dari dunia digital. Hal terpenting adalah mulai membangun kebiasaan menggunakan media sosial secara lebih sadar. Ada beberapa cara sederhana yang bisa dilakukan. Pertama, menetapkan batas waktu penggunaan aplikasi setiap hari. Kedua, mematikan notifikasi yang tidak terlalu penting agar perhatian tidak terus-menerus teralihkan. Ketiga, menghindari kebiasaan membawa ponsel ketika sedang belajar, bekerja, atau menjelang tidur. Kita juga bisa mengganti waktu scrolling dengan aktivitas lain, seperti membaca buku, berolahraga, atau melakukan hobi yang disukai. Selain itu, penting untuk membiasakan diri membuka media sosial dengan tujuan yang jelas. Misalnya, membuka aplikasi untuk mencari informasi atau membalas pesan, bukan sekadar karena merasa bosan. Menggunakan Media Sosial Tanpa Kehilangan Kendali Pada dasarnya, media sosial bukanlah sesuatu yang harus dihindari. Kehadirannya memberikan banyak kemudahan dan manfaat jika digunakan dengan bijak. Namun, kita perlu menyadari bahwa waktu yang dihabiskan untuk scrolling juga merupakan bagian dari kehidupan yang tidak bisa diulang. Jangan sampai keinginan untuk terus mengikuti aktivitas di dunia digital justru membuat kita melewatkan hal-hal penting di kehidupan nyata. Mulailah dari kebiasaan kecil, seperti mengurangi waktu penggunaan ponsel dan lebih menikmati aktivitas di sekitar. Sebab, yang perlu kita kendalikan bukanlah teknologi itu sendiri, melainkan bagaimana kita menggunakannya.
Ditulis oleh:
Fani Yunisa
