Mahasiswa BBK 8 UNAIR Edukasi PHBS, Ciptakan Generasi Sehat Sejak Dini

Mahasiswa Bahasa dan Sastra Jepang, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Airlangga
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Fania Tiara Berliana M tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Masa sekolah dasar merupakan periode penting dalam membentuk kebiasaan hidup sehat sejak dini. Berangkat dari hal tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Belajar Bersama Komunitas (BBK) 8 Universitas Airlangga (UNAIR) menggelar edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) bagi siswa SD Negeri Gading Wetan, Kabupaten Probolinggo. Edukasi tersebut mencakup cuci tangan pakai sabun (CTPS), gizi seimbang, serta pencegahan stunting sebagai upaya meningkatkan kesadaran hidup sehat sejak usia dini.
Kegiatan dilaksanakan selama dua hari agar seluruh siswa kelas 1 hingga kelas 6 dapat mengikuti edukasi secara optimal. Hari pertama berlangsung pada Jumat (24/7/2026) di ruang kelas 2 SD Negeri Gading Wetan dan diikuti siswa kelas 1, 2, dan 3. Sementara itu, hari kedua dilaksanakan pada Sabtu (25/7/2026) di musala sekolah yang diikuti siswa kelas 4, 5, dan 6.
Penanggung jawab kegiatan, Khusnul Faidatul Lutfiyah, menjelaskan bahwa edukasi tersebut bertujuan menanamkan kebiasaan hidup bersih dan sehat melalui pendekatan yang menyenangkan sehingga materi lebih mudah dipahami sekaligus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. "Kami berharap edukasi ini tidak berhenti sebagai kegiatan satu kali, tetapi mampu membentuk kebiasaan positif pada siswa untuk selalu menjaga kebersihan diri, menerapkan cuci tangan pakai sabun, mengonsumsi makanan bergizi seimbang, serta memahami pentingnya mencegah stunting sejak dini," terangnya.
Edukasi secara Interaktif
Selama kegiatan berlangsung, mahasiswa BBK 8 UNAIR menyampaikan materi melalui presentasi, demonstrasi, dan permainan edukatif. Salah satu sesi yang paling menarik perhatian siswa adalah praktik enam langkah CTPS. Selain itu, siswa juga dikenalkan pada konsep gizi seimbang dan pentingnya mencegah stunting melalui pola makan bergizi serta kebiasaan hidup sehat.
Kegiatan tersebut memperoleh respons positif dari siswa maupun pihak sekolah. Kehadiran peserta mencapai lebih dari 90 persen dari total siswa di setiap kelas. Sementara itu, hasil pre-test dan post-test menunjukkan lebih dari 80 persen peserta mengalami peningkatan pengetahuan mengenai CTPS, gizi seimbang, dan pencegahan stunting. Seluruh siswa juga mampu mempraktikkan enam langkah CTPS dengan benar pada sesi demonstrasi.
Sebagai bentuk penguatan kebiasaan hidup sehat di lingkungan sekolah, mahasiswa BBK 8 UNAIR memasang tiga poster edukasi enam langkah CTPS di sejumlah titik strategis. Yakni di area keran air untuk wudu di belakang ruang kelas, di depan pintu toilet sekolah, serta di area wastafel di samping ruang guru. Tim juga menyediakan media audio edukasi enam langkah CTPS yang diputar saat jam istirahat sebagai pengingat bagi siswa untuk membiasakan mencuci tangan menggunakan sabun.
Aida, sapaan akrabnya, berharap pengetahuan yang diperoleh siswa selama kegiatan dapat diterapkan secara konsisten, baik di lingkungan sekolah maupun di rumah. "Edukasi kesehatan sejak usia dini diharapkan mampu membentuk generasi yang lebih peduli terhadap kebersihan, kesehatan, dan pola hidup sehat sehingga dapat mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat di masa mendatang," pungkasnya.
Sebagai informasi, kegiatan ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDGs 3 (Good Health and Well-Being), SDGs 4 (Quality Education), serta SDGs 6 (Clean Water and Sanitation).
