Konten dari Pengguna

Klü Cafe Semarang Jadi Urban Escape Anak Muda dari Riuhnya Dunia dan Pikiran

Fanny Marizka

Fanny Marizka

Seorang mahasiswi semester 6 di Program Studi Sastra Inggris, Universitas Negeri Semarang, yang selalu meluangkan waktunya menulis fiksi dan nonfiksi, serta ketertarikannya menjadi penerjemah bahasa Inggris untuk menjelajahi setiap ruang dunia

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Fanny Marizka tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Area terbuka yang menyatu dengan alam dikelilingi oleh pepohonan, nuansa hijau menciptakan suasana tenang dan damai di Klü Cafe, Ngesrep, Semarang. Dok. Fanny Marizka
zoom-in-whitePerbesar
Area terbuka yang menyatu dengan alam dikelilingi oleh pepohonan, nuansa hijau menciptakan suasana tenang dan damai di Klü Cafe, Ngesrep, Semarang. Dok. Fanny Marizka

Semarang – Urban Escape dapat diartikan sebagai pelarian diri dari kepadatan rutinitas di sibuknya kota dan kericuhan isi kepala tanpa henti. Hidup di serba-serbi ekspektasi tinggi hingga memicu masalah mental dan kelelahan akan dapat dirasakan seluruh anak muda yang sedang memulai perjalanan hidup, merakit masa depan sedikit demi sedikit, serta karier sesuai keahlian mereka. Beban yang menghantam tersebut juga mengganggu suasana hati, secara diam-diam mereka mencari ruang kebebasan untuk relaksasi, dan berharap jika terdapat ruang yang memiliki kedamaian segar.

Keinginan itu pun menjadi kenyataan yang dihadirkan oleh Klü Cafe, suasana tenang menyatu dengan alam dan kesegaran udara untuk bersantai ria di bawah pohon. Camilan, makanan berat, ataupun minuman segar seolah sudah menjadi pilihan kedua, di mana anak muda mengutamakan lingkungan sekitar yang syahdu dan menenangkan pikiran. Sekali kaki melangkah ke dalam Klü Cafe, terdengar alunan piano menyambut yang ditemani rindangnya berbagai tumbuhan dan pohon menjadi payung. Kebisingan kendaraan lalu lintas pun berhasil diredam yang semakin membuat isi kepala kembali tertib.

Bangunan dengan konsep semi-outdoor digabung dengan tempat pemesanan, nuansa rustik mendorong suasana semakin syahdu bertemu rimbunnya pepohonan di Klü Cafe, Ngesrep, Semarang. Dok. Fanny Marizka

Meskipun tempat teduh dan konsep semi-outdoor, tak jarang mereka tetap melakukan rutinitasnya secara perlahan, sambil berkhayal usil dari perasaan yang damai di tengah sensasi segar si pemberi oksigen dunia. Klü Cafe sudah menjadi penyelamat bagi anak muda yang tidak sekadar mengembalikan energi batin, mereka juga melihat keterbukaan alam ini sebagai pengingat, tidak takut menghadapi versi diri yang selalu berubah dari berbagai tekanan. Notifikasi panggilan jadwal dan tuntutan dunia yang menjerat diri untuk memenuhi semuanya seakan melambat, memberi waktu beristirahat dan bernapas lebih berirama.

Area tempat duduk memiliki banyak pilihan, baik bersama teman di sofa dengan nuansa rustik maupun bentuk batang pohon langsung menyapa kehijauan alam. Kolam ikan, sulur- sulur di dedaunan, akar gantung, dan tempat duduk kayu memperlihatkan bagaimana kesederhanaan menggambarkan ketenangan dan kedamaian abadi. Klü Cafe seringkali diramaikan dengan berbagai momen yang membentuk kenangan manis, seperti acara berkumpul keluarga, pertunangan, foto tahunan anak sekolah, hingga pernikahan. Keberadaannya membawa siapa pun ingin memiliki cerita di sana. Bahkan menawarkan aktivitas kecil seperti melukis, merangkai bunga kering, dan masih banyak lagi, sehingga setiap individu dapat terhubung lagi dengan dirinya dan memahami tekanan emosional yang memaksa keluar.

Hiburan dari aktivitas yang ditawarkan Klü Cafe memberi asupan kepada batin yang lelah, membiarkan berbagai perasaan larut dalam keheningan yang merawat luka-luka kecil dalam diri. Setiap sudut dari area dikelilingi rimbunnya daun, membuat mereka merasa aman dan menerima diri sendiri jika manusia adalah makhluk yang rapuh, di mana suatu hal yang sangat normal untuk memberikan jeda beristirahat dari tekanan dunia. Anak muda yang sibuk berkembang menuju kehidupan meraih mimpinya, tak jarang mencari titik jeda untuk memperkuat psikologis mereka dalam menghadapi berbagai tantangan selama berjuang. Oleh karena itu, tempat singgah berbagi kegundahan suasana hati kerap menghubungkan diri kepada alam, mendengar percakapan ringan di kepala yang dibalas ketenangan rindangnya pepohonan. Diam-diam tempat ini seolah memberikan pelukan untuk tetap kuat menghadapi tantangan dari setiap dunianya.

Atmosfer yang Nyaman dan Menyejukkan

Area utama dengan interior bernuansa rustik ditemani kolam ikan sepanjang ruang duduk, yang semakin merasakan kedamaian di dalam suasana alami di Klü Cafe, Ngesrep, Semarang. Dok. Fanny Marizka

Pada akhirnya, berbagai umur dan kalangan memberikan reaksi atau respons yang sama terhadap ketenangan sang alam dengan cafe. Namun, sebagian besar akan tetap dipenuhi oleh anak muda yang ingin merasakan hidup tidak terburu-buru, atau istilah keren sekarang disebut dengan “slow living.” Hal ini pun terlihat dari ulasan yang disampaikan melalui Google Review, tentang bagaimana pengalaman mereka menikmati waktunya di Klü Cafe. Mereka mengatakan jika atmosfer di cafe ini terasa segar dan teduh. Sebanyak 809 ulasan dengan 4,7/5 bintang menguatkan alasan Klü Cafe menjadi tempat yang cocok untuk Urban Escape. Memperhatikan bagaimana lebah di atas akar gantung mencari bunga-bunga kecil, hingga terdapat kolam ikan di depan kursi panjang yang dapat melihat seluruh area dari atas.

Konsep semi-outdoor ini membuat anak muda merasakan segarnya udara dengan cahaya terang matahari. Kedamaian dan keteduhan pepohonan untuk menyegarkan pikiran menjadi sempurna dalam hitungan detik, menguatkan mereka yang resah terhadap kondisinya atau bagaimana masa depannya nanti. Melalui pengalaman sederhana terasa menjadi mewah, membiarkan batin bermain dengan alam yang tidak hanya menjadi latar, tetapi memberikan nuansa yang mendukung untuk melakukan kegiatan tanpa harus tertekan karena suara, beban ekspektasi, dan lingkungan yang menguras energi.

Lokasinya yang mudah ditempuh dan dicari semakin membuat bahagia anak muda yang dapat mengikuti petunjuk Google Maps. Jika terburu-buru dan menginginkan tempat yang diinginkan, mereka dapat membuat reservasi melalui akun Instagram bernama @klu.smg dan waktu buka pukul 11 pagi hingga 10 malam, berlokasi di Jl. Bukit Putri No.26, Ngesrep, Kec. Banyumanik, Kota Semarang, Jawa Tengah 50261, Semarang, Indonesia. Dengan demikian, Klü Cafe bukan tempat yang hanya menikmati pilihan dari daftar makanan saja, tetapi terdapat dukungan dan bentuk pemulihan dari alam yang diberikan tanpa disadari. Sebuah ruang ketenangan yang menjadi kebutuhan esensial agar dapat menopang perjalanan kehidupan anak muda, serta memahami kehadiran diri sendiri yang juga berarti.