• 0

Farid Alfauzi: Lembaga Investasi Daerah Harus Fokus pada Pembangunan Ekonomi Masyarakat

Farid Alfauzi: Lembaga Investasi Daerah Harus Fokus pada Pembangunan Ekonomi Masyarakat


Meski Jembatan Suramadu sudah bertahun-tahun ada dan menjadi pintu utama bagi segala arus transformasi seperti perdagangan, ekonomi, dan pembangunan bagi Kabupaten Bangkalan, namun hingga saat ini masyarakat Bangkalan masih seperti belum merasakan dampak positif pada kehidupan dan perekonomian mereka. Meski berbagai peraturan dan regulasi diatur untuk memanfaatkan jalur investasi bagi pembangunan di Bangkalan, akan tetapi hingga saat ini pembangunan di Bangkalan masih mengalami stagnasi yang tidak sederhana. Beberapa masyarakat asli Bangkalan kini mulai mempertanyakan apa kontribusi bagi kehidupan mereka dengan adanya Suramadu yang terletak di ujung Madura paling barat itu.
Jika boleh berasumsi dan mengambil suatu hipotesis bahwa ada yang salah dari Bangkalan selama ini. Antara kebijakan, peraturan dan penerapan di lapangan terdapat ketidaksesuaian dengan yang diinginkan. Bahkan bisa jadi, anggapan kita bisa tertuju kepada bentuk peraturan yang orientasinya masih bias oleh kepentingan maupun ego dari kelompok dan golongan tertentu. Selain itu, budaya hidup dan kerja yang ditunjukkan oleh pemuka-pemuka di Bangkalan mungkin belum mewakili kepentingan pokok masyarakat Bangkalan sendiri sehingga dari sisi kesejahteraan ekonomi, sosial dan pembangunan masyarakat secara umum masih mengalami ketertinggalan hingga saat ini.
Sebagai orang ekonom yang pernah menamatkan pendidikan ekonominya di UGM Yogyakarta dan Unair Surabaya, Farid Alfauzi memahami masalah ini sebagai faktor rendahnya pertumbuhan ekonomi mikro masyarakat karena rendahnya tabungan dan investasi daerah di Bangkalan. Hal ini dipicu oleh masalah pembangunan yang belum merata ke semua daerah pelosok di Bangkalan karena masalah pokoknya ada pada investasi modal yang juga rendah. Pemerintah daerah Bangkalan masih tertatih-tatih dalam menarik investasi dari para investor yang datang. Hal ini baru dilihat dari faktor ekonomi saja, belum membahas masalah manusianya.
Ketika beranjak pada cara pandang sosial budaya dalam bidang ekonomi masyarakat dan pemerintahan Bangkalan akan juga menemukan kaitannya. Farid Alfauzi melihat bahwa pemerintah selama ini masih lebih fokus pada pertumbuhan ekonomi saja, sementara sumber daya manusia (SDM) seperti pengetahuan, skill (keterampilan), maupun mental masyarakat masih belum menjadi perhatian pemerintah. Akibatnya, perekonomian masyarakat masih stagnan dan tidak mengalami perkembangan sama sekali, padahal dunia sekarang telah berubah dan mengalami kemajuan yang begitu agresif. Budaya dan kebiasaan masyarakat dalam mengembangkan ekonominya juga harus menjadi perhatian pemerintah.
Farid Alfauzi menginginkan bagaimana lembaga-lembaga yang menangani masalah investasi seperti Dinas Penanaman Modal dan lembaga terkait setidaknya fokus pada investasi dari investor sehingga dapat memudahkan masyarakat dalam mengakses pinjaman untuk usaha masyarakat. Farid Alfauzi percaya bahwa dengan adanya sistem yang baik dan terpadu, pengembangan ekonomi mikro di masyarakat akan lebih mudah. Sebab diakui atau tidak, salah satu masalah yang dialami oleh pengusaha-pengusaha di Bangkalan adalah ketiadaan modal sehingga untuk mengembangkan usahanya menjadi sulit.
Niat memberi mungkin lebih sulit daripada niat menerima. Akan tetapi, selama memiliki niat untuk memberi dan coba berusaha untuk mencapainya melalui pelayanan dan sistem yang baik, aktif, efektif dan transparan, tentu akan terasa lebih mudah. Farid Alfauzi percaya bahwa dengan adanya revolusi mental seperti ini di dalam lembaga-lembaga pemerintah di Bangkalan, yakni dengan berusaha jemput bola pada penanaman modal dan investasi untuk tujuan pengembangan ekonomi sektor riil masyarakat Bangkalan. Tujuannya tidak lain adalah untuk memberdayakan segala bentuk usaha kecil menengah dan usaha mikro, kecil dan menengah masyarakat Kabupaten Bangkalan. Semoga.


presentation
500

Baca Lainnya